... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Militer Assad Bersandar pada Taktik Bumi Hangus dan Militer Rusia

Foto: AFP

KIBLAT.NET, Idlib – Para komandan lapangan oposisi Suriah mengungkap penyebab kemajuan baru militer Suriah di provinsi Idlib dalam dua hari terakhir. Menurut mereka, faktor kemajuan itu pada taktik bumi hangus yang diterapkan militer rezim dan dukungan militer Rusia.

Militer Suriah merebut sejumlah desa di pedesaan Idlib. Di antaranya, Al-Ghadfah, Tal Mins, Marashisha dan Dier Al-Sarq. Kemajuan itu menjadikan wilayah kontrol rezim semakin dekat dengan kota Maarat Al-Nukman, kota terbesar kedua di Idlib.

“Rezim menggunakan taktik bumi hangus. Hal itu faktor utama yang memaksa para pejuang mundur dari lokasi front,” ungkap seorang komandan lapangan Jabhah Wathaniyah lit Tahrir (JWT) —aliansi militer bagian dari Jaisyul Wathani— kepada Enabbaladi.net pada Ahad (26/01/2020).

Komandan yang meminta namanya dirahasiakan itu menjelaskan bahwa gempuran bertubi-tubi yang fokus pada satu lokasi memaksa pejuang mundur.

Taktik itu disusul infiltrasi unit-unit militer Rusia, terutama pasukan khusus infiltrasi. Pasukan itu bertugas mengacaukan pertahanan pejuang yang sibuk menghindari gempuran udara dan darat. Lalu disusul pergerakan militer Suriah dan milisi sekutunya.

Pemimpin faksi Suqour Al-Sham, Abu Issa Al-Sheikh, dalam tweetnya pada Ahad mengatakan bahwa strategi yang dipraktikkan Rusia dan rezim saat ini adalah “taktik bumi hangus dengan jet tempur, dan kemudian milisi bergerak maju ke lokasi yang ditinggalkan pejuang.”

Rezim Suriah memulai kembali operasi militer di pedesaan Idlib dan Aleppo, dan mengintensifkan gempuran artileri berat dan peluncur roket disertai dengan serangan udara oleh pesawat Suriah dan Rusia, sejak perjanjian gencatan ditandatangani antara Rusia dan Turki pada 12 Januari tahun ini.

BACA JUGA  Warga Suriah Demo Patroli Bersama Turki-Rusia di Idlib

Pada Ahad, pasukan rezim menghancurkan Rumah Sakit Al-Iman di desa Sarjeh, Jabal Al-Zawiya, sehingga tidak bisa digunakan.

Menurut Pertahanan Sipil (White Helmets), lima orang, termasuk seorang wanita dan dua gadis, tewas pada Sabtu, dan sembilan lainnya terluka, oleh serangan udara Rusia dan Suriah di desa-desa dan kota-kota di pedesaan Idlib, Suriah utara.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

GNPF Ulama: Halangi Penuntasan Korupsi, Dewas KPK Harus Dibubarkan

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) turut berkomentar terkait maraknya kasus korupsi

Sabtu, 25/01/2020 16:40 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Tinggalkan Segala yang Haram – Ust. Muizz Abu Turob

Diantara yang perlu diperhatikan oleh seorang muslim dan mukmin adalah hendaknya dia selalu memakan makanan yang halal.

Jum'at, 24/01/2020 19:34 0

Feature

Kisah Inspiratif: Tukang Becak Pendiri Rumah Sakit

Kematian ayah tercinta membuat Zainal Abidin mengambil keputusan yang mengubah hidupnya. Keputusan yang akan bermanfaat bagi ribuan sesama.

Jum'at, 24/01/2020 14:29 0

Indonesia

Syaikh Ali Jaber Resmi Jadi WNI

Penceramah Syaikh Ali Jaber resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Jum'at, 24/01/2020 02:48 0

Indonesia

Gelar Program Penceramah Bersertifikat, Kemenag Gandeng BNPT Hingga BPIP

ementerian Agama akan melaksanakan program penceramah bersertifikat.

Jum'at, 24/01/2020 02:36 0

Indonesia

Amnesty International Indonesia: Pengakuan Luthfi Dianiaya Polisi Harus Diusut

mnesti Internasional Indonesia memberikan respon terhadap kesaksian Luthfi Alfiandi, yang mengaku bahwa dirinya telah disiksa oleh aparat saat pemeriksaan di kepolisian.

Jum'at, 24/01/2020 02:25 0

Indonesia

Pemerintah Diminta Perhatikan Kondisi Kesehatan Narapidana

Pemerintah Diminta Perhatikan Kondisi Kesehatan Narapidana

Jum'at, 24/01/2020 02:18 0

Video News

Lagi, Napi Kasus Terorisme di LP Gunung Sindur Meninggal Dunia

Salah seorang narapidana teroris di Lapas Maximum Security Gunung Sindur kembali meninggal dunia. Rifaat Al-Barki, seorang tahanan asal Padang dikabarkan meninggal pada Rabu (22/1/2020) pagi.

Kamis, 23/01/2020 17:03 0

Indonesia

Lagi, Napi Kasus Terorisme di LP Gunung Sindur Meninggal Dunia

"Kami lagi di jalan ke RS Polri. Masih belum diketahui penyebab kematiannya apa," ujar Arif dihubungi Kiblat.net pagi ini.

Rabu, 22/01/2020 12:55 0

Artikel

Menilik Motif Peperangan: Menambang Uang dari Perang Aceh

Peristiwa dibunuhnya pejabat militer Iran, Jenderal Qassem Soleimani oleh AS dianggap sebagian pihak akan memicu peperangan besar. Tentu saja kita harus cermat menilai  satu peristiwa. Seringkali peperangan justru dimulai bukan dari yang terlihat. Motif-motif satu peperangan didorong oleh satu sebab yang tak tampak di permukaan.

Rabu, 22/01/2020 12:37 0

Close