Pemerintah Diminta Perhatikan Kondisi Kesehatan Narapidana

KIBLAT.NET, Jakarta – Lembaga kemanusiaan dan advokasi Perisai Nusantara Esa menyayangkan kembali meninggalnya narapidana ketika menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan. Dodiek Kurniawan, Humas Perisai mengungkapkan, pemangku kebijakan seharusnya mulai serius menangani hal ini.

“Harusnya ini jadi perhatian khusus, jika memang meninggal karena sakit tentunya ada penyakit, dan mengapa tidak ditangani lebih serius,” ungkap Dodiek Kurniawan, Rabu (21/1/2020) malam.

Ia mengungkapkan, pemerintah harusnya mengawasi kesehatan para tahanan. Pihak lapas juga diminta lebih memperhatikan makanan, sanitasi sinar matahari yang diterima tahanan.

“Sudah jadi rahasia umum, nasinya pun tak layak dikonsumsi, ini yang harusnya jadi perhatian khusus oleh para pemangku kebijakan. Bahwa kesehatan harus lebih diperhatikan agar kematian tahanan tidak lagi terjadi,” ujarnya.

Berdasarkan keluhan para klien Perisai, Dodiek mengungkapkan para tahanan lebih banyak mengeluhkan makanan yang diberikan oleh pihak Lapas. Pasalnya, nasi yang diberikan cukup keras, bahkan, dari cerita klien Perisai, nasi itu mungkin harus diberi sedikit air agar bisa dimakan.

Keluhan para tahanan, sebut Dodiek, lebih kepada pembatasan kunjungan keluarga. Selain waktu yang sangat singkat yang hanya dibatasi 15 menit saja, kunjungan juga terkesan terlalu ketat. Karena tidak ada interaksi fisik, hanya dapat bertemu dari balik kaca.

“Saat berkunjung misalnya tidak boleh membawa makanan di lapas maksimum sekuriti. Di Pasir Putih itu, keluarga tidak bisa membawa makanan dari luar,” ungkapnya.

BACA JUGA  Pakar: Penolak Vaksin Covid-19 Tak Bisa Dipidana

Namun, lanjut Dodiek, setelah ada advokasi, terlihat ada sedikit perubahan dari pihak Lapas. Misalnya, kata dia, menu makanan sudah mulai membaik di rutan Gunung Sindur.

“Alhamdulillah, setelah ada upaya advokasi, ada perubahan, tapi kalau tidak dikontrol bisa kembali lagi. Memang lapas yang maksimum sekuriti ini sangat disayangkan perlakuan terhadap para narapidana,” tukasnya.

Sebelumnya, pada Rabu pagi, Tim Pengacara Muslim mendapat kabar adanya satu narapidana terorisme yang sedang menjalani massa tahanan meninggal. Menurut salah satu anggota Tim Pengacara Muslim (TPM), Miftakhul Arif, pagi ini pihaknya mendapat info seorang napi terorisme bernama Rifaat Al Barki meninggal di RS Polri, setelah sebelumnya mengaku sakit di Rutan Gunung Sindur, Bogor.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat