... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dunia Internasional Didesak Tekan Myanmar soal Nasib Rohingya

Foto: Pengungsi Rohingya di Bangladesh

KIBLAT.NET, Rakhine – Kelompok HAM untuk minoritas Muslim Rohingya di Myanmar, Kamis (23/01/2020), menyambut baik putusan Pengadilan Internasional (ICJ) yang memerintahkan negara itu untuk membuat langkah-langkah pencegahan untuk memastikan keselamatan Muslim Rohingya.

Burma Human Rights Network (BHRN) yang berbasis di London, menyebut keputusan ICJ sebagai “kemenangan.”

“Menjadi tanggung jawab masyarakat internasional untuk memastikan bahwa Myanmar, militer dan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi mematuhi pengadilan tinggi PBB,” pesan kelompok itu.

Putusan ICJ didasarkan pada pengajuan Gambia terkait kasus Rohingya. Presiden ICJ Abdulqawi Ahmed Yusuf menyatakan batas waktu empat bulan bagi Myanmar untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan memastikan bahwa Muslim Rohingya di negara itu tidak akan dirugikan.

“Hari ini adalah hari yang baik untuk keadilan dan akhirnya membawa harapan bagi begitu banyak Rohingya yang merasa dilupakan oleh dunia terlalu lama,” kata Direktur Eksekutif BHRN Kyaw Win.

“Sekarang Burma (Myanmar) menyadari bahwa dunia mungkin tidak mendukung kejahatan mereka lagi, sangat penting bahwa semua pihak-pihak dalam komunitas internasional menggunakan semua alat yang mereka miliki untuk memastikan bahwa Burma (Myanmar) mematuhi perintah ICJ,” pesannya.

BHRN menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya “pidato kebencian” di Myanmar sebelum dan sesudah keputusan ICJ.

“Dunia harus memantau Burma dengan cermat dalam beberapa hari mendatang dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan Burma mencegah kekerasan terhadap Rohingya atau Muslim non-Rohingya di Burma sebagai reaksi terhadap keputusan ICJ,” kata kelompok itu.

Putusan ICJ telah menghasilkan “harapan yang lebih besar untuk keadilan bagi Rohingya daripada dalam memori baru-baru ini”.

“Menjadi kewajiban masyarakat internasional untuk memastikan hal itu dapat dipenuhi. Burma harus dibuat untuk memahami bahwa kegagalan untuk mematuhi putusan ini akan memiliki konsekuensi termasuk sanksi lebih lanjut, isolasi, dan langkah-langkah lain,” kata kelompok itu.

Sumber: Bernama
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Syaikh Ali Jaber Resmi Jadi WNI

Penceramah Syaikh Ali Jaber resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Jum'at, 24/01/2020 02:48 0

Indonesia

Gelar Program Penceramah Bersertifikat, Kemenag Gandeng BNPT Hingga BPIP

ementerian Agama akan melaksanakan program penceramah bersertifikat.

Jum'at, 24/01/2020 02:36 0

Indonesia

Amnesty International Indonesia: Pengakuan Luthfi Dianiaya Polisi Harus Diusut

mnesti Internasional Indonesia memberikan respon terhadap kesaksian Luthfi Alfiandi, yang mengaku bahwa dirinya telah disiksa oleh aparat saat pemeriksaan di kepolisian.

Jum'at, 24/01/2020 02:25 0

Indonesia

Pemerintah Diminta Perhatikan Kondisi Kesehatan Narapidana

Pemerintah Diminta Perhatikan Kondisi Kesehatan Narapidana

Jum'at, 24/01/2020 02:18 0

Video News

Lagi, Napi Kasus Terorisme di LP Gunung Sindur Meninggal Dunia

Salah seorang narapidana teroris di Lapas Maximum Security Gunung Sindur kembali meninggal dunia. Rifaat Al-Barki, seorang tahanan asal Padang dikabarkan meninggal pada Rabu (22/1/2020) pagi.

Kamis, 23/01/2020 17:03 0

Indonesia

Lagi, Napi Kasus Terorisme di LP Gunung Sindur Meninggal Dunia

"Kami lagi di jalan ke RS Polri. Masih belum diketahui penyebab kematiannya apa," ujar Arif dihubungi Kiblat.net pagi ini.

Rabu, 22/01/2020 12:55 0

Artikel

Menilik Motif Peperangan: Menambang Uang dari Perang Aceh

Peristiwa dibunuhnya pejabat militer Iran, Jenderal Qassem Soleimani oleh AS dianggap sebagian pihak akan memicu peperangan besar. Tentu saja kita harus cermat menilaiĀ  satu peristiwa. Seringkali peperangan justru dimulai bukan dari yang terlihat. Motif-motif satu peperangan didorong oleh satu sebab yang tak tampak di permukaan.

Rabu, 22/01/2020 12:37 0

Indonesia

Langgar Kesepakatan Soal BPJS, Pemerintah Dinilai Tak Pro Rakyat Kecil

Pernyataan ini untuk menunjukkan betapa kecewanya para wakil rakyat atas tidak dilaksanakannya hasil rapat tanggal 12 Desember 2019.

Selasa, 21/01/2020 13:06 0

Indonesia

Kasus Sukmawati Berlanjut, Pelapor Diperiksa Polisi

Kasus dugaan tindak pidana penodaan agama yang dilakukan Soekmawati Sukarno Putri berlanjut.

Senin, 20/01/2020 21:43 0

Indonesia

Kerap Rekayasa Lapkeu, Komisi VI: BPK Harus Audit Semua BUMN

Anggota Komisi VI DPR RI Mohammad Toha geram dengan perilaku sejumlah BUMN yang kerap merekayasa laporan keuangannya

Rabu, 15/01/2020 16:44 0

Close