... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Turki Minta Rusia Patuhi Gencatan Senjata di Idlib yang Disepakati Bersama

Foto: Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu

KIBLAT.NET, Davos – Pemerintah Turki meminta Rusia untuk mematuhi gencatan senjata yang diumumkan baru-baru ini di provinsi Idlib, Suriah utara. Di waktu yang sama, serangan udara kembali menghantam wilayah oposisi di pedesaan Aleppo dan Idlib setelah sehari sebelumnya 30 orang tewas akibat serangan serupa di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, dalam pidato yang disampaikan di sela-sela Forum Ekonomi Internasional di Davos, Swiss, mengatakan bahwa negaranya sedang menunggu Rusia untuk mematuhi kewajibannya terhadap gencatan senjata, karena ia adalah penjamin rezim Suriah.

Cavusoglu menambahkan bahwa situasi di Idlib masih berbahaya. Serangan rezim terhadap warga sipil tidak dapat diterima secara sembarangan di wilayah ini. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengulangi masalah ini selama pertemuan dengan koleganya dari Rusia Vladimir Putin di sela-sela konferensi Libya di Berlin.

Cavusolgu juga mengatakan bahwa Turki dan Rusia bekerja sama untuk menyelesaikan krisis besar seperti Suriah dan Libya, meskipun ada perbedaan pandangan di antara mereka.

Ankara dan Moskow mengumumkan gencatan senjata di Idlib yang dimulai pada 12 Januari. Tetapi rezim Suriah dan Rusia segera melancarkan serangan besar-besaran yang menewaskan puluhan warga sipil dan memaksa ribuan lainnya ke perbatasan Turki.

Dalam beberapa hari terakhir, sistem serangan oleh Rusia dan pasukan rezim Suriah telah meluas ke pedesaan barat dan selatan Aleppo, di tengah laporan persiapan operasi militer yang menargetkan wilayah kontrol oposisi di sana.

BACA JUGA  Delegasi Liga Muslim Dunia Kunjungi Lokasi Pembantaian Muslim Srebrenica

Korban Baru Berjatuhan

Di lapangan, koresponden Al-Jazeera melaporkan bahwa empat warga sipil tewas pada Rabu oleh pasukan rezim dan pemboman Rusia di desa Aleppo dan Idlib. Sehingga tercatat sedikitnya 31 sipil tewas dalam serangan dua hari terakhir.

Sehari sebelumnya, setidaknya 27 warga sipil, termasuk banyak anak-anak dan perempuan, tewas dalam serangan sengit Rusia di Idlib dan Idlib barat dan selatan.

Sementara itu, pertahanan sipil di Idlib mengatakan bahwa serangan udara Rabu pagi menargetkan kota Maarat al-Numan dan pedesaan timurnya, dan menyebabakan rumah-rumah hancur.

Sebelumnya, organisasi Koordinator Respons Suriah mengatakan bahwa lebih dari 31.000 warga sipil yang mengungsi dari kota-kota di pedesaan barat Aleppo menuju perbatasan dengan Turki terlantar. Sementara PBB telah melaporkan pemindahan 350.000 sejak dimulainya kampanye militer untuk pasukan Rezim dan Rusia barat laut Suriah Desember lalu.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Lagi, Napi Kasus Terorisme di LP Gunung Sindur Meninggal Dunia

"Kami lagi di jalan ke RS Polri. Masih belum diketahui penyebab kematiannya apa," ujar Arif dihubungi Kiblat.net pagi ini.

Rabu, 22/01/2020 12:55 0

Artikel

Menilik Motif Peperangan: Menambang Uang dari Perang Aceh

Peristiwa dibunuhnya pejabat militer Iran, Jenderal Qassem Soleimani oleh AS dianggap sebagian pihak akan memicu peperangan besar. Tentu saja kita harus cermat menilai  satu peristiwa. Seringkali peperangan justru dimulai bukan dari yang terlihat. Motif-motif satu peperangan didorong oleh satu sebab yang tak tampak di permukaan.

Rabu, 22/01/2020 12:37 0

Indonesia

Langgar Kesepakatan Soal BPJS, Pemerintah Dinilai Tak Pro Rakyat Kecil

Pernyataan ini untuk menunjukkan betapa kecewanya para wakil rakyat atas tidak dilaksanakannya hasil rapat tanggal 12 Desember 2019.

Selasa, 21/01/2020 13:06 0

Indonesia

Kasus Sukmawati Berlanjut, Pelapor Diperiksa Polisi

Kasus dugaan tindak pidana penodaan agama yang dilakukan Soekmawati Sukarno Putri berlanjut.

Senin, 20/01/2020 21:43 0

Indonesia

Kerap Rekayasa Lapkeu, Komisi VI: BPK Harus Audit Semua BUMN

Anggota Komisi VI DPR RI Mohammad Toha geram dengan perilaku sejumlah BUMN yang kerap merekayasa laporan keuangannya

Rabu, 15/01/2020 16:44 0

Indonesia

MUI Tegaskan Yel-yel Islam Yes Kafir No Tak Perlu Dipermasalahkan

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menanggapi yel-yel "Islam yes Kafir no" yang dipermasalahkan beberapa pihak

Rabu, 15/01/2020 15:04 0

Indonesia

Kemendagri Layani Dokumen Adminduk Masyarakat Akibat Bencana Alam

Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) telah mengganti sebanyak 10.166 dokumen kependudukan warga

Rabu, 15/01/2020 07:30 0

Video News

Kabar Siswi di Solo Dikeluarkan karena Ucapan Ultah Hoaks

Kabar siswi yang dikeluarkan karena mengucapkan selamat ulang tahun dipastikan hoaks.

Rabu, 15/01/2020 00:37 0

Indonesia

Pelapor Gus Muwafiq Diperiksa Polisi

Pelapor Gus Muwafiq, Ustadz Salman Al-Farisi mendatangi Mabes Polri Jakarta

Selasa, 14/01/2020 14:54 0

Indonesia

Bamsoet: Uni Eropa dan Amerika Merusak Tatanan Perdagangan Global

Bamsoet menilai bahwa UE dan AS menjadi contoh tentang dua kekuatan ekonomi yang merusak tatanan atau kesepakatan tentang aturan main perdagangan global yang telah ditetapkan dan disepakati dalam Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO.

Selasa, 14/01/2020 14:49 0

Close