... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Trump Minta Taliban Kurangi Operasi Militer

Foto: Trump saat mengunjungi pasukan AS di Kabul

KIBLAT.NET, Washington – Presiden AS Donald Trump, Rabu (22/01/2020), menyeru Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengurangi kekerasan untuk mengadakan pembicaraan serius.

“Presiden Trump menegaskan kembali perlunya pengurangan kekerasan yang signifikan dan berkelanjutan oleh Taliban, yang akan memfasilitasi negosiasi serius untuk masa depan Afghanistan,” kata pernyataan Gedung Putih, seperti dilansir AFP.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa hal tersebut disampaikan presiden kepada koleganya dari Afghanistan, Ashraf Ghani, di sela-sela Forum Ekonomi Internasional di Davos, Swiss.

Selama berpekan-pekan, Washington meminta diakhirinya kekerasan di Afghanistan untuk melanjutkan perundingan formal, membahas perjanjian yang menetapkan keluarnya pasukan AS dari Afghanistan dengan imbalan jaminan keamanan dari Taliban.

Pekan lalu, sumber-sumber yang belum terkonfirmasi di Taliban mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah menawarkan gencatan senjata untuk jangka waktu antara satu minggu dan 18 hari. Akan tetapi tidak ada pengumuman yang dibuat dalam hal ini oleh kedua belah pihak.

Gerakan Taliban berusaha mendorong disepakatinya perjanjian yang menjamin pemindahan pasukan AS dari Afghanistan pada akhir Januari ini. Taliban juga siap untuk “mengurangi” operasi militernya sebagai syarat penandatanganan perjanjian.

Negosiasi langsung antara Amerika Serikat dan Taliban dimulai sekitar setahun yang lalu, dan pada September kedua pihak akan mengumumkan kesepakatan ketika Trump tiba-tiba membatalkan negosiasi sepihak menyusul kematian tentaranya oleh serangan Taliban.

Negosiasi dilanjutkan di Qatar pada Desember, tetapi ditangguhkan lagi setelah serangan terhadap pangkalan militer Bagram yang digunakan oleh pasukan AS di Afghanistan.

BACA JUGA  Sekjen PBB Sebut Pandemi Covid-19 Krisis Terburuk Sejak 1945

Para pengamat berharap bahwa perjanjian dengan Taliban akan didasarkan pada dua pilar utama: penarikan Amerika dari Afghanistan dan janji Taliban untuk tidak memberikan perlindungan bagi para jihadis yang mengancam Barat.

Sampai saat ini, belum ada kesepakatan tentang gencatan senjata. Hal itu menjadikan Taliban terus menggelar operasi militer menargetkan pasukan pemerintah dan asing.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Lagi, Napi Kasus Terorisme di LP Gunung Sindur Meninggal Dunia

"Kami lagi di jalan ke RS Polri. Masih belum diketahui penyebab kematiannya apa," ujar Arif dihubungi Kiblat.net pagi ini.

Rabu, 22/01/2020 12:55 0

Artikel

Menilik Motif Peperangan: Menambang Uang dari Perang Aceh

Peristiwa dibunuhnya pejabat militer Iran, Jenderal Qassem Soleimani oleh AS dianggap sebagian pihak akan memicu peperangan besar. Tentu saja kita harus cermat menilai  satu peristiwa. Seringkali peperangan justru dimulai bukan dari yang terlihat. Motif-motif satu peperangan didorong oleh satu sebab yang tak tampak di permukaan.

Rabu, 22/01/2020 12:37 0

Indonesia

Langgar Kesepakatan Soal BPJS, Pemerintah Dinilai Tak Pro Rakyat Kecil

Pernyataan ini untuk menunjukkan betapa kecewanya para wakil rakyat atas tidak dilaksanakannya hasil rapat tanggal 12 Desember 2019.

Selasa, 21/01/2020 13:06 0

Indonesia

Kasus Sukmawati Berlanjut, Pelapor Diperiksa Polisi

Kasus dugaan tindak pidana penodaan agama yang dilakukan Soekmawati Sukarno Putri berlanjut.

Senin, 20/01/2020 21:43 0

Indonesia

Kerap Rekayasa Lapkeu, Komisi VI: BPK Harus Audit Semua BUMN

Anggota Komisi VI DPR RI Mohammad Toha geram dengan perilaku sejumlah BUMN yang kerap merekayasa laporan keuangannya

Rabu, 15/01/2020 16:44 0

Indonesia

MUI Tegaskan Yel-yel Islam Yes Kafir No Tak Perlu Dipermasalahkan

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menanggapi yel-yel "Islam yes Kafir no" yang dipermasalahkan beberapa pihak

Rabu, 15/01/2020 15:04 0

Indonesia

Kemendagri Layani Dokumen Adminduk Masyarakat Akibat Bencana Alam

Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) telah mengganti sebanyak 10.166 dokumen kependudukan warga

Rabu, 15/01/2020 07:30 0

Video News

Kabar Siswi di Solo Dikeluarkan karena Ucapan Ultah Hoaks

Kabar siswi yang dikeluarkan karena mengucapkan selamat ulang tahun dipastikan hoaks.

Rabu, 15/01/2020 00:37 0

Indonesia

Pelapor Gus Muwafiq Diperiksa Polisi

Pelapor Gus Muwafiq, Ustadz Salman Al-Farisi mendatangi Mabes Polri Jakarta

Selasa, 14/01/2020 14:54 0

Indonesia

Bamsoet: Uni Eropa dan Amerika Merusak Tatanan Perdagangan Global

Bamsoet menilai bahwa UE dan AS menjadi contoh tentang dua kekuatan ekonomi yang merusak tatanan atau kesepakatan tentang aturan main perdagangan global yang telah ditetapkan dan disepakati dalam Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO.

Selasa, 14/01/2020 14:49 0

Close