... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jelang Peringatan Revolusi 25 Januari, Al-Sisi Perpanjang Keadaan Darurat

Foto: Presiden Mesir, Abdul Fattah Al-Sisi.

KIBLAT.NET, Kairo – Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi memperpanjang keadaan darurat selama tiga bulan. Dengan demikian, keadaan darurat di Mesir pasca serangan bom di dua gereja koptik tiga tahun lalu genap berlangsung tiga tahun.

Keadaan darurat itu diterapkan di seluruh Mesir setelah dua serangan yang dilakukan oleh ekstremis pada 9 April 2017, menargetkan dua gereja Koptik di Tanta (Delta Nil) dan Alexandria (utara), yang mengakibatkan kematian 45 orang.

Perpanjangan keadaan darurat kali ini bertepatan dengan hari peringatan Revolusi 25 Januari 2011 yang menggulingkan Presiden Hosni Mubarak setelah 30 tahun menjabat. Saat itu, Mesir diberlakukan keadaan darurat namun kondisi itu berakhir seiring lengsernya Mubarak.

Undang-undang darurat di Mesir secara signifikan meningkatkan kekuatan otoritas keamanan untuk menangkap dan memantau serta memungkinkan pembatasan kebebasan bergerak di beberapa daerah.

“Mengingat kondisi keamanan yang serius, negara ini melalui dan setelah mengambil pendapat Dewan Menteri, (Presiden Republik …) memutuskan untuk menyatakan keadaan darurat di seluruh negara untuk jangka waktu tiga bulan, dimulai pada pukul satu pagi pada Ahad, 27 Januari 2020 ,” tulis teks keputusan Presiden Mesir yang dilansir surat kabar resmi pada Ahad (19/01/2020).

Keputusan itu menyatakan bahwa “angkatan bersenjata dan kepolisian harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi bahaya dan pendanaan terorisme, menjaga keamanan di semua bagian negara, melindungi properti publik dan pribadi, dan menyelamatkan nyawa warga negara.”

BACA JUGA  Mesir Kecualikan Media dalam Definisi Entitas Teror

September lalu, demonstrasi langka dan terbatas anti Al-Sisi pecah setelah seorang pengusaha Mesir yang berbasis di Spanyol memposting serangkaian video di media sosial, menuduh presiden dan beberapa pemimpin militer melakukan korupsi.

Keadaan darurat diberlakukan untuk pertama kalinya selama era Sisi pada Oktober 2014, tetapi pada awalnya terbatas pada Sinai Utara, dengan jam malam diberlakukan di beberapa daerah.

Organisasi hak asasi manusia setempat melaporkan bahwa sekitar 4.000 orang telah ditangkap beberapa pekan setelah demonstrasi September, termasuk pengacara, aktivis, profesor universitas dan jurnalis, setelah protes September di beberapa kota.

Sejak tentara Mesir menggulingkan mendiang Presiden Mohamed Morsi pada Juli 2013 setelah protes rakyat terhadapnya, konfrontasi dengan kekerasan telah terjadi antara pasukan keamanan dan gerilyawan Islam, termasuk cabang ISIS Mesir (di Provinsi Sinai) yang bertanggung jawab untuk melakukan sejumlah besar serangan berdarah di negara itu terhadap Polisi, tentara dan warga sipil, terutama di Sinai Utara dan Tengah.

Bentrokan ini telah menewaskan ratusan orang dari kedua belah pihak. Namun, frekuensi serangan jihadis menurun secara signifikan mengingat operasi militer komprehensif yang diluncurkan oleh tentara Mesir pada Februari 2018 untuk “memerangi terorisme”.

Korban tewas gerilyawan Islam, sebagaimana tentara Mesir menyebut mereka, telah mencapai lebih dari 830 orang sejauh ini.

Di sisi lain, hampir 60 tentara Mesir telah terbunuh sejak Februari 2018, menurut angka resmi.

BACA JUGA  Mesir Bangun Pagar Beton Setinggi Enam Meter di Perbatasan dengan Gaza

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kasus Sukmawati Berlanjut, Pelapor Diperiksa Polisi

Kasus dugaan tindak pidana penodaan agama yang dilakukan Soekmawati Sukarno Putri berlanjut.

Senin, 20/01/2020 21:43 0

Indonesia

Kerap Rekayasa Lapkeu, Komisi VI: BPK Harus Audit Semua BUMN

Anggota Komisi VI DPR RI Mohammad Toha geram dengan perilaku sejumlah BUMN yang kerap merekayasa laporan keuangannya

Rabu, 15/01/2020 16:44 0

Indonesia

MUI Tegaskan Yel-yel Islam Yes Kafir No Tak Perlu Dipermasalahkan

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menanggapi yel-yel "Islam yes Kafir no" yang dipermasalahkan beberapa pihak

Rabu, 15/01/2020 15:04 0

Indonesia

Kemendagri Layani Dokumen Adminduk Masyarakat Akibat Bencana Alam

Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) telah mengganti sebanyak 10.166 dokumen kependudukan warga

Rabu, 15/01/2020 07:30 0

Video News

Kabar Siswi di Solo Dikeluarkan karena Ucapan Ultah Hoaks

Kabar siswi yang dikeluarkan karena mengucapkan selamat ulang tahun dipastikan hoaks.

Rabu, 15/01/2020 00:37 0

Indonesia

Pelapor Gus Muwafiq Diperiksa Polisi

Pelapor Gus Muwafiq, Ustadz Salman Al-Farisi mendatangi Mabes Polri Jakarta

Selasa, 14/01/2020 14:54 0

Indonesia

Bamsoet: Uni Eropa dan Amerika Merusak Tatanan Perdagangan Global

Bamsoet menilai bahwa UE dan AS menjadi contoh tentang dua kekuatan ekonomi yang merusak tatanan atau kesepakatan tentang aturan main perdagangan global yang telah ditetapkan dan disepakati dalam Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO.

Selasa, 14/01/2020 14:49 0

Indonesia

Nelayan Cina Kembali Terlihat di Natuna, Komisi I Minta Perairan Dijaga 24 Jam

Setelah sempat menghilang, 6 kapal cost guard kembali terlihat memasuki ZEE Indonesia sembari mengawal 1 kapal pengawasan perikanan Cina dan 49 kapal nelayan pukat Cina.

Selasa, 14/01/2020 14:36 0

Indonesia

Kabar Siswi di Solo Dikeluarkan karena Ucapan Ultah Hoaks

Kabar siswa yang dikeluarkan karena mengucapkan selamat ulang tahun dipastikan hoaks.

Selasa, 14/01/2020 12:17 0

Close