... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Setelah Umumkan Gencatan Senjata, Rusia Kembali Gempur Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Setidaknya sembilan warga sipil tewas pada Rabu (15/01/2020) oleh serangan militer Suriah di kota Idlib, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR). Serangan ini terjadi di saat Idlib dalam masa gencatan senjata yang diumumkan oleh Moskow pada Kamis lalu berdasarkan perjanjian dengan Ankara.

“Sembilan warga sipil tewas dan lebih dari dua puluh lainnya terluka akibat serangan pasukan rezim di kota Al-Shona’iyah dan pasar Al-Hal di dekatnya di Idlib,” kata direktur SOHR, Rami Abdel Rahman.

Lembaga yang berbasis di Inggris itu menghitung, pesawat Suriah dan Rusia melancarkan sebanyak seratus serangan lebih ke wilayah Idlib sepanjang Rabu, meskipun gencatan senjata belum dinyatakan berakhir.

Seorang koresponden AFP di kota Al-Shona’iyah, kota yang menjadi pusat pebengkelan mobil, melihat mayat-mayat hangus di dalam sejumlah mobil yang terbakar, sementara relawan pertahanan sipil mengevakuasi para korban dari bawah reruntuhan.

“Saya meninggalkan empat pekerja muda di bengkel dan pergi membeli suku cadang, dan ketika tiba di rumah saya menemukan mereka tertimbun reruntuhan,” kata Mustafa, pria 50 tahunan pemilik sebuah bengkel mobil, dengan penuh kesedihan.

“Ini adalah jalan yang saya tinggalkan dua menit lalu, sekarang penuh dengan orang-orang,” lanjutnya.

Rusia dan Turki mengumumkan gencatan senjata di Idlib berdasarkan kesepakatan di antara mereka. Moskow mengatakan bahwa penerapannya dimulai Kamis, sementara Turki melaporkan bahwa mereka telah mulai berlaku pada Ahad.

BACA JUGA  Dua Tentara Turki Kembali Tewas oleh Serangan Udara di Idlib

Menurut SOHR, frekuensi serangan udara di Idlib sempat menurun pada Ahad sebelum kembali meningkat pada Selasa.

Pasukan rezim dan sekutu mereka Rusia telah mengintensifkan pemboman Idlib dalam beberapa pekan terakhir, meskipun ada pengumuman gencatan senjata pada Agustus. PBB menghitung perpindahan lebih dari 310.000 orang dari pedesaan selatan Idlib sejak awal Desember.

Konflik yang telah terjadi di Suriah sejak Maret 2011 telah menewaskan lebih dari 380.000 orang, mengakibatkan kerusakan infrastruktur, pemindahan lebih dari setengah populasi di dalam dan di luar negara.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kerap Rekayasa Lapkeu, Komisi VI: BPK Harus Audit Semua BUMN

Anggota Komisi VI DPR RI Mohammad Toha geram dengan perilaku sejumlah BUMN yang kerap merekayasa laporan keuangannya

Rabu, 15/01/2020 16:44 0

Indonesia

MUI Tegaskan Yel-yel Islam Yes Kafir No Tak Perlu Dipermasalahkan

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menanggapi yel-yel "Islam yes Kafir no" yang dipermasalahkan beberapa pihak

Rabu, 15/01/2020 15:04 0

Indonesia

Kemendagri Layani Dokumen Adminduk Masyarakat Akibat Bencana Alam

Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) telah mengganti sebanyak 10.166 dokumen kependudukan warga

Rabu, 15/01/2020 07:30 0

Video News

Kabar Siswi di Solo Dikeluarkan karena Ucapan Ultah Hoaks

Kabar siswi yang dikeluarkan karena mengucapkan selamat ulang tahun dipastikan hoaks.

Rabu, 15/01/2020 00:37 0

Indonesia

Pelapor Gus Muwafiq Diperiksa Polisi

Pelapor Gus Muwafiq, Ustadz Salman Al-Farisi mendatangi Mabes Polri Jakarta

Selasa, 14/01/2020 14:54 0

Indonesia

Bamsoet: Uni Eropa dan Amerika Merusak Tatanan Perdagangan Global

Bamsoet menilai bahwa UE dan AS menjadi contoh tentang dua kekuatan ekonomi yang merusak tatanan atau kesepakatan tentang aturan main perdagangan global yang telah ditetapkan dan disepakati dalam Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO.

Selasa, 14/01/2020 14:49 0

Indonesia

Nelayan Cina Kembali Terlihat di Natuna, Komisi I Minta Perairan Dijaga 24 Jam

Setelah sempat menghilang, 6 kapal cost guard kembali terlihat memasuki ZEE Indonesia sembari mengawal 1 kapal pengawasan perikanan Cina dan 49 kapal nelayan pukat Cina.

Selasa, 14/01/2020 14:36 0

Indonesia

Kabar Siswi di Solo Dikeluarkan karena Ucapan Ultah Hoaks

Kabar siswa yang dikeluarkan karena mengucapkan selamat ulang tahun dipastikan hoaks.

Selasa, 14/01/2020 12:17 0

Indonesia

Anies Resmi Digugat atas Banjir Awal Tahun di DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan resmi digugat atas banjir yang menimpa wilayah DKI Jakarta pada awal 2020.

Senin, 13/01/2020 18:28 2

Close