... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sepanjang 2019, Banyak WNA Dieksekusi oleh Kerajaan Arab Saudi

Foto: Penjara di Arab Saudi. (Foto: Reuters)

KIBLAT.NET, Riyadh – Sepanjang tahun 2019, Kerajaan Arab Saudi banyak melakukan eksekusi mati terhadap warga negara asing, bahkan jumlahnya melebihi warga negara Saudi yang dieksekusi.

Menurut laporan Reprieve, sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di London, berdasar laporan resmi Saudi setidaknya 90 warga negara asing telah dieksekusi tahun lalu, sementara 88 warga Saudi juga menghadapi eksekusi pada tahun yang sama.

Reprieve menyatakan bahwa jumlah total 178 merupakan angka tertinggi sejak organisasi tersebut memulai pendataannya enam tahun lalu. Bahkan organisasi tersebut mencatat pernah terjadi eksekusi terhadap 37 orang dalam waktu satu hari, dimana tiga diantaranya di bawah umur.

Menanggapi angka-angka tersebut, direktur Reprieve, Maya Foa meminta agar Arab Saudi diperlakukan sebagai negara pariah atau negara yang disingkirkan dari komunitas internasional di saat negara tersebut bersiap menjadi penyelenggara pertemuan G20 berikutnya.

“Ini adalah tonggak sejarah yang suram bagi Mohammed bin Salman. Penguasa kerajaan jelas percaya mereka memiliki impunitas total untuk melanggar hukum internasional ketika itu cocok untuk mereka,” ujar Maya.

“Negara yang menyiksa dan mengeksekusi anak-anak harus menjadi negara pariah, bukan malah bersiap menjadi pertemuan G20 berikutnya,” tuturnya.

Selain itu, angka-angka tersebut muncul setelah pada tahun 2018 putra mahkota Mohammed bin Salman menyatakan dirinya berencana membatasi pelaksanaan hukuman mati. Di depan layar televisi, MBS mengatakan bahwa kerajaan akan memperkenalkan hukuman alternatif seperti penjara seumur hidup, alih-alih eksekusi mati.

BACA JUGA  Al-Jubeir: Tak Ada Hubungan antara Saudi dan Israel

Mayoritas Warga Pakistan

Sementara itu, para pegiat hak asasi manusia melaporkan bahwa Kerajaan Arab Saudi telah mengeksekusi warga negara Pakistan lebih banyak ketimbang warga negara lain dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2018, Human Rights Watch mengatakan bahwa warga Pakistan adalah mayoritas warga negara asing yang ditahan dalam sistem peradilan pidana Saudi.

HRW mengatakan bahwa warga negara Pakistan yang dipenjara di Arab Saudi menjadi sasaran penahanan yang lama tanpa tuduhan atau pengadilan, kurangnya bantuan hukum, dan tekanan pada tahanan untuk menandatangani pengakuan dan menerima hukuman penjara yang telah ditentukan sebelumnya.

Sumber: MEE
Redaktur: Rusydan Abdul Hadi

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pelapor Gus Muwafiq Diperiksa Polisi

Pelapor Gus Muwafiq, Ustadz Salman Al-Farisi mendatangi Mabes Polri Jakarta

Selasa, 14/01/2020 14:54 0

Indonesia

Bamsoet: Uni Eropa dan Amerika Merusak Tatanan Perdagangan Global

Bamsoet menilai bahwa UE dan AS menjadi contoh tentang dua kekuatan ekonomi yang merusak tatanan atau kesepakatan tentang aturan main perdagangan global yang telah ditetapkan dan disepakati dalam Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO.

Selasa, 14/01/2020 14:49 0

Indonesia

Nelayan Cina Kembali Terlihat di Natuna, Komisi I Minta Perairan Dijaga 24 Jam

Setelah sempat menghilang, 6 kapal cost guard kembali terlihat memasuki ZEE Indonesia sembari mengawal 1 kapal pengawasan perikanan Cina dan 49 kapal nelayan pukat Cina.

Selasa, 14/01/2020 14:36 0

Indonesia

Kabar Siswi di Solo Dikeluarkan karena Ucapan Ultah Hoaks

Kabar siswa yang dikeluarkan karena mengucapkan selamat ulang tahun dipastikan hoaks.

Selasa, 14/01/2020 12:17 0

Indonesia

Anies Resmi Digugat atas Banjir Awal Tahun di DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan resmi digugat atas banjir yang menimpa wilayah DKI Jakarta pada awal 2020.

Senin, 13/01/2020 18:28 2

Indonesia

Belanda Kembalikan 1.500 Artefak Milik Indonesia

Puluhan ribu barang masih ada di galeri, perpustakaan, dan museum Belanda, negara yang pernah menjajah Indonesia itu.

Senin, 13/01/2020 14:11 0

Indonesia

Natuna Memanas, ACT Luncurkan Program “Aksi Bela Indonesia, Natuna Memanggil”

Kawasan perairan Natuna tengah menjadi buah bibir setelah kapal China menangkap ikan secara ilegal di perairan tersebut. Peristiwa ini memanaskan tensi hubungan Indonesia dan China mengingat tiap negara saling klaim dasar hukum laut Natuna yang juga berbatasan dengan Laut China Selatan.

Senin, 13/01/2020 11:19 0

Indonesia

Kitabisa.com Salurkan 1,8 Milyar untuk Korban Bencana Jabodetabek dan Banten

Lembaga Fundraising kitabisa.com menghimpun 1,8 Miliar donasi warganet untuk korban banjir.

Sabtu, 11/01/2020 20:24 0

Indonesia

Onecare Kirim 500 Paket Kebersihan ke Korban Banjir Jakarta

Onecare dan Kitabisa.com Kirim 500 Paket Kebersihan ke Korban Banjir Jakarta

Sabtu, 11/01/2020 19:58 0

Close