... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sentimen Anti-Prancis Merebak, Macron Tekan Para Pemimpin Afrika Barat

Foto: Presiden Perancis Emmanuel Macron saat mengunjungi pasukannya di Niger

KIBLAT.NET, Paris – Presiden Prancis Emmanuel Macron menekan para pemimpin lima negara di Afrika Barat mengecam gelombang sentimen anti-Prancis di negara masing-masing. Jika tidak, Prancis mengancam menarik pasukan dari wilayah tersebut.

Macron memanggil para pemimpin Mali, Burkina Faso, Chad, Niger, dan Mauritania ke kota Bou, di Prancis barat daya, pada Senin (13/01/2020). Mereka diajak berbicara perang melawan pemberontak di wilayah Sahara yang gersang.

Prancis, bekas kekuasaan kolonial, menempatkan sebanyak 4.500 tentara di Mali dan wilayah Sahel, yang lebih luas dengan kondisi keamanan terus memburuk.

Militan yang memiliki hubungan dengan Organisasi Al-Qaidah dan Daulah Islamiyah (ISIS) memperkuat pijakan mereka di wilayah tersebut. Hal itu menyebabkan sebagian besar wilayah di luar kendali pemerintah dan memicu kekerasan etnis, terutama di Mali dan Burkina Faso.

Macron dan pemerintahnya semakin kecewa setelah ramainya kritik di Perancis karena membiarkan pasukan Perancis tenggelam dalam rawa-rawa dan menghadapi meningkatnya permusuhan di Afrika Barat sebagai akibat dari kegagalan untuk menstabilkan.

“Dalam beberapa minggu terakhir, konteks tertentu telah berkembang yang menyatakan bahwa kehadiran Prancis tidak lagi diinginkan. Untuk ini kami ingin klarifikasi,” kata Menteri Pertahanan Prancis Florence Barley mengatakan kepada radio France Info pada Sabtu lalu.

Desember lalu, Macron mengatakan bahwa dia ingin para pemimpin Afrika menjelaskan jika mereka menginginkan “keberadaan kita” dan membutuhkan kami.

BACA JUGA  Guru di Prancis Dipenggal Karena Lecehkan Nabi Muhammad

“Saya tidak bisa menahan pasukan Prancis di darat di pantai sementara ada kebingungan (oleh pihak berwenang) tentang gerakan anti-Prancis dan pernyataan kadang-kadang dikeluarkan oleh politisi dan menteri,” kata Macron.

Pasukan Perancis dianggap sebagai pahlawan pada 2013, ketika intervensi mereka membantu membendung aliran militan ke ibukota Mali, Bamako. Namun kampanye brutal Prancis yang menimbulkan banyak korban sipil membuat warga marah.

Jumat lalu, massa yang berjumlah seribu lebih menggelar demontrasi di ibukota Mali mendesak pasukan Prancis dan asing keluar dari mereka.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Anies Resmi Digugat atas Banjir Awal Tahun di DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan resmi digugat atas banjir yang menimpa wilayah DKI Jakarta pada awal 2020.

Senin, 13/01/2020 18:28 2

Indonesia

Belanda Kembalikan 1.500 Artefak Milik Indonesia

Puluhan ribu barang masih ada di galeri, perpustakaan, dan museum Belanda, negara yang pernah menjajah Indonesia itu.

Senin, 13/01/2020 14:11 0

Indonesia

Natuna Memanas, ACT Luncurkan Program “Aksi Bela Indonesia, Natuna Memanggil”

Kawasan perairan Natuna tengah menjadi buah bibir setelah kapal China menangkap ikan secara ilegal di perairan tersebut. Peristiwa ini memanaskan tensi hubungan Indonesia dan China mengingat tiap negara saling klaim dasar hukum laut Natuna yang juga berbatasan dengan Laut China Selatan.

Senin, 13/01/2020 11:19 0

Indonesia

Kitabisa.com Salurkan 1,8 Milyar untuk Korban Bencana Jabodetabek dan Banten

Lembaga Fundraising kitabisa.com menghimpun 1,8 Miliar donasi warganet untuk korban banjir.

Sabtu, 11/01/2020 20:24 0

Indonesia

Onecare Kirim 500 Paket Kebersihan ke Korban Banjir Jakarta

Onecare dan Kitabisa.com Kirim 500 Paket Kebersihan ke Korban Banjir Jakarta

Sabtu, 11/01/2020 19:58 0

Indonesia

Ma’ruf Amin Janji Gratistan Sertifikasi Halal Bagi UMK

Wakil Presiden Ma'ruf Amin sepakat untuk tidak membebani usaha mikro dan kecil (UMK) dalam layanan sertifikasi jaminan produk halal (JPH).

Sabtu, 11/01/2020 19:45 0

Indonesia

Peneliti MAPPI UI: Definisi Terorisme Masih Bias

Peneliti Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MAPPI) FH UI, Adery Ardhan menganggap penanganan terorisme di Indonesia masih diskriminatif.

Sabtu, 11/01/2020 11:25 0

Indonesia

Ini Alasan MUI Pilih Bangka Belitung Jadi Tempat KUII IV

Kongres Umat Islam Indonesia ke VI akan dilakukan pada tanggal 26-29 Februari di Bangka Belitung.

Sabtu, 11/01/2020 09:50 0

Indonesia

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi Halal Untuk UMK

Ma'ruf mengatakan, saat ini Pemerintah masih terus membahas opsi anggaran untuk biaya sertifikasi halal jika UMK digratiskan

Jum'at, 10/01/2020 18:59 0

Close
CLOSE
CLOSE