... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Nelayan Cina Kembali Terlihat di Natuna, Komisi I Minta Perairan Dijaga 24 Jam

Foto: KRI Tjiptadi-381 saat menghalau kapal Coast Guard China di perairan Natuna Utara

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari menegaskan bahwa perairan Natuna Utara perlu dijaga setiap saat. Hal ini untuk menghindari pencurian ikan oleh pihak asing di zona ekonomi ekslusif tersebut.

Diketahui, setelah kunjungan Presiden Jokowi pada 7 Januari lalu, kapal nelayan dan cost guard Cina sempat menghilang. Namun tak lama, pada Sabtu (11/01/2020) 6 kapal cost guard kembali terlihat memasuki ZEE Indonesia sembari mengawal 1 kapal pengawasan perikanan Cina dan 49 kapal nelayan pukat Cina.

Abdul kharis mengatakan prinsip penjagaan di perairan Indonesia yang wajib menjaga adalah Bangsa Indonesia sendiri. Menurutnya, kapal nelayan asing akan masuk jika pemerintah lengah menjaga perairan tersebut.

“Kalau kita jaga terus, pasti mereka tidak masuk. Menurut saya yang paling penting dilakukan adalah bagaimana patroli setiap saat di wilayah perbatasan. Full 24 jam harus dijaga, kalau dijaga mereka enggak akan masuk,” kata Kharis sesaat sebelum rapat parupurna DPR di Gedung Nusantara II Senayan, Jakarta pada Senin (13/1/2019).

Kharis menuturkan bahwa hak berdaulat Indonesia atas perairan Natuna Utara memiliki landasan yang kuat, yaitu Konvensi Perserikatan Bangsa -Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) Tahun 1982. Karenanya, sebagai pimpinan Komisi yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan Informatika dan Intelijen ini mendukung usulan penambahan anggaran Badan Keamanan Laut (Bakamla). Adapun pagu anggaran Bakamla pada 2020 berkisar Rp 400 miliar.

BACA JUGA  Komisi VI: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang Dari Omnibus Law

Kendati belum menerima usulan tersebut dalam APBN-Perubahan 2020, menurutnya penambahan anggaran diperlukan untuk memperkuat armada Bakamla, khususnya penjaga pantai (coast guard).

“Jika penambahan anggaran diusulkan, kita akan dukung. Melihat risikonya, dampaknya seperti ini. Dulu-dulu mungkin tidak terlalu terasa bahwa coast guard kita belum sepadan dengan coast guard asing,” ujarnya.

Sementara itu anggota Komisi I DPR RI, Sukamta meminta Pemerintah Indonesia untuk tidak berkompromi dengan Cina terkait kedaulatan di perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Meskipun Cina telah menanamkan investasinya di Indonesia, Pemerintah tetap diminta tegas jika berurusan dengan kedaulatan wilayah Tanah Air.

“Seharusnya Cina itu menghargai kedaulatan wilayah kita. Menurut saya ini soal kedaulatan NKRI tidak bisa kita abaikan, tidak bisa dikompromikan,” ujar Sukamta saat interupsi Rapat Paripurna DPR pada Senin (13/1/2020).

Ia pun meminta Pimpinan DPR RI untuk berkomunikasi dengan Pemerintah dan mengingatkan agar Indonesia tidak berkompromi dengan Cina hanya karena Cina sudah berinvestasi di Indonesia.

“Saya harap Pimpinan mengkomunikasi hal ini ke Pemerintah. Jangan hanya karena investasi China kita berkompromi dengan urusan kedaulatan. Pertemanan kita junjung tinggi, tetapi kita tidak akan menghormati pihak yang melanggar kedaulatan,” pungkas Sukamta.

 

 

Reporter: Qoid

Editor: Guntur Aji

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Kematian Soleimani Justru Membuat Posisi Donald Trump Terpojok

Kematian Soleimani justru tak meningkatkan elektabilitas Trump pasca pemakzulannya oleh DPR AS.

Selasa, 14/01/2020 11:35 0

Prancis

Sentimen Anti-Prancis Merebak, Macron Tekan Para Pemimpin Afrika Barat

Macron mengatakan bahwa dia ingin para pemimpin Afrika menjelaskan jika mereka menginginkan "keberadaan kita" dan membutuhkan kami.

Selasa, 14/01/2020 09:52 0

Amerika

PBB: Laporan Kekerasan Terhadap Demonstran di Iran Mencemaskan

"Kami mengikuti dengan sangat jelas dan dekat demonstrasi yang terjadi hari ini di Iran dan Sekretaris Jenderal diingatkan tentang hak untuk kebebasan berekspresi dan hak untuk mengumpulkan orang secara damai," kata Dujarric kepada wartawan.

Selasa, 14/01/2020 07:38 0

Amerika

AS Ingin Kurangi Kekuatan Militer di Afrika

"Kami sedang berupaya merumuskan opsi untuk dipertimbangkan menteri, dan kami melakukan ini dalam koordinasi dengan sekutu dan mitra kami," tambahnya.

Selasa, 14/01/2020 07:08 0

Thailand

Respon Raja Thailand saat Iring-iringan Mobilnya Diprotes Keras Netizen

Perintah ini dikeluarkan setelah iring-iringan mobil kerajaan dianggap mengganggu warga di jalan.

Senin, 13/01/2020 14:28 0

Iran

Dubes Inggris untuk Iran Ditangkap Saat Hadiri Unjuk Rasa

Duta Besar Inggris untuk Iran, Robert Macaire ditangkap dan ditahan oleh pihak berwenang Iran ketika tengah mengikuti aksi unjuk rasa di depan sebuah universitas di Teheran. Berdasar laporan kantor berita Tasnim yang berbasis di Iran, Macaire ditahan selama satu jam lebih sebelum akhirnya dibebaskan.

Senin, 13/01/2020 13:15 0

Afrika

Peta Dukungan Negara Asing dalam Konflik Libya

Sejak Khalifa Haftar, jenderal pemberontak yang melancarkan serangan di ibukota Libya Tripoli pada bulan April, konflik di negara Afrika bagian utara itu terhenti.

Senin, 13/01/2020 11:48 0

Iran

Emir Qatar Kunjungi Teheran

"Kunjungan ini datang pada waktu yang sangat sensitif di kawasan," katanya di konferensi tersebut.

Senin, 13/01/2020 10:08 0

Afghanistan

Operasi Taliban Kembali Tewaskan Dua Tentara AS

Serangan itu terjadi di distrik Dand, dekat kota Kandahar, menurut juru bicara kepolisian provinsi Jamal Naseer Barzai.

Senin, 13/01/2020 08:47 0

Suriah

White Helmets Peringatkan Bencana Kemanusiaan Besar di Idlib

Saat ini sebanyak 1.182.000 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam berbagai periode.

Senin, 13/01/2020 07:55 0

Close