... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kematian Soleimani Justru Membuat Posisi Donald Trump Terpojok

Foto: Donald Trump dan Iran

KIBLAT.NET – “Saya yakin sudah waktunya bagi poros perlawanan mulai beraksi,” ujar Hassan Nasrallah, Sekjen Hizbullah Lebanon dalam sebuah pidato pada Ahad (12/02/2020), dikutip dari Reuters.

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas serangan roket Iran terhadap dua pangkalan AS di Irak yang merupakan respon balasan terhadap pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani. Nasrallah menegaskan bahwa sekutu Iran termasuk pemerintah Suriah serta sejumlah kelompok paramiliter yang dibentuk atas dukungan Iran harus membantu membalaskan dendam atas kematian Soleimani.

Nasrallah sepakat dengan pernyataan pemimpin spiritual Iran Ali Khamenei yang menyebut serangan terhadap pangkalan AS merupakan peringatan agar pasukan AS segera angkat kaki dari Irak.

“Pasukan perlawanan penting dan bertujuan pada tujuan besar yang saya usulkan,” kata Nasrallah, mengacu pada tujuan agar pasukan AS hengkang dari kawasan tersebut.

“Aksi balasan akan terjadi dalam beberapa hari, pekan, dan bulan ke depan, ini adalah sebuah jalan panjang,” pungkasnya.

Hizbullah merupakan kelompok bersenjata lengkap yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS, dibentuk pada 1982 oleh Pengawal Revolusi Iran dan menjadi bagian krusial dalam aliansi kawasan pimpinan Teheran, yang dikenal sebagai “the axis of resistance” atau poros perlawanan.

Trump Terpojok

Di saat Iran dan Hizbullah berniat menyingkirkan pasukan AS dari Irak. Dari dalam negeri, kematian Soleimani tidak membuat elektabilitas Donald Trump lantas naik. Kecaman dan kritikan justru semakin menghampiri Trump yang pada 19 Desember lalu resmi dimakzulkan oleh United States House of Representatives (DPR-nya AS).

BACA JUGA  Menlu AS Seru Negara-negara Tak Gampang Terima Dana China

Dilansir dari Reuters, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper, Ahad (12/01/2020), mengatakan dirinya tidak melihat bukti spesifik dari pejabat intelijen bahwa Iran akan menyerang empat kedutaan besar AS, sebagaimana pernyataan Presiden Donald Trump dalam membenarkan kematian jenderal besar Iran.

Saat Esper mengatakan dirinya sepakat dengan Trump bahwa ada potensi serangan susulan terhadap kedutaan besar AS, Esper menuturkan di “Face the Nation” CBS bahwa pernyataan Trump kepada Fox News tidak berdasarkan pada bukti spesifik tentang serangan empat kedubes.

“Apa yang telah disampaikan presiden adalah bahwa mungkin akan ada serangan susulan terhadap kedubes. Saya berbagi pandangan itu, Presiden tidak menyebutkan bukti spesifik,” ujarnya.

Ketika didesak apakah pejabat intelijen memberikan bukti konkret soal itu, ia menjawab: “Saya tidak melihatnya sehubungan dengan empat kedubes.”

Sejak mengkonfirmasi bahwa pemimpin militer Iran Qassem Soleimani tewas dalam serangan udara AS di Baghdad, pejabat pemerintah mengklaim mereka bertindak lantaran adanya potensi serangan dalam waktu dekat terhadap diplomat dan anggota dinas Amerika di Irak dan di seluruh kawasan tersebut.

Masih dari sumber yang sama, pejabat Partai Demokrat dan segelintir pejabat Partai Republik di Kongres mempertanyakan pembenaran serangan tersebut. Mereka juga mengaku tidak diberikan penjelasan memadai dan terperinci soal serangan tersebut.

Trump pada Jumat (10/01/2020) mengatakan bahwa Iran mungkin telah menargetkan kedutaan besar AS di Baghdad dan berniat menyerang empat kedubes AS sebelum Soleimani tewas dalam serangan pesawat tanpa awak AS pada 3 Januari 2020.

BACA JUGA  AS Ingin Kurangi Kekuatan Militer di Afrika

Penulis: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Anies Resmi Digugat atas Banjir Awal Tahun di DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan resmi digugat atas banjir yang menimpa wilayah DKI Jakarta pada awal 2020.

Senin, 13/01/2020 18:28 2

Indonesia

Belanda Kembalikan 1.500 Artefak Milik Indonesia

Puluhan ribu barang masih ada di galeri, perpustakaan, dan museum Belanda, negara yang pernah menjajah Indonesia itu.

Senin, 13/01/2020 14:11 0

Indonesia

Natuna Memanas, ACT Luncurkan Program “Aksi Bela Indonesia, Natuna Memanggil”

Kawasan perairan Natuna tengah menjadi buah bibir setelah kapal China menangkap ikan secara ilegal di perairan tersebut. Peristiwa ini memanaskan tensi hubungan Indonesia dan China mengingat tiap negara saling klaim dasar hukum laut Natuna yang juga berbatasan dengan Laut China Selatan.

Senin, 13/01/2020 11:19 0

Indonesia

Kitabisa.com Salurkan 1,8 Milyar untuk Korban Bencana Jabodetabek dan Banten

Lembaga Fundraising kitabisa.com menghimpun 1,8 Miliar donasi warganet untuk korban banjir.

Sabtu, 11/01/2020 20:24 0

Indonesia

Onecare Kirim 500 Paket Kebersihan ke Korban Banjir Jakarta

Onecare dan Kitabisa.com Kirim 500 Paket Kebersihan ke Korban Banjir Jakarta

Sabtu, 11/01/2020 19:58 0

Indonesia

Ma’ruf Amin Janji Gratistan Sertifikasi Halal Bagi UMK

Wakil Presiden Ma'ruf Amin sepakat untuk tidak membebani usaha mikro dan kecil (UMK) dalam layanan sertifikasi jaminan produk halal (JPH).

Sabtu, 11/01/2020 19:45 0

Indonesia

Peneliti MAPPI UI: Definisi Terorisme Masih Bias

Peneliti Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MAPPI) FH UI, Adery Ardhan menganggap penanganan terorisme di Indonesia masih diskriminatif.

Sabtu, 11/01/2020 11:25 0

Indonesia

Ini Alasan MUI Pilih Bangka Belitung Jadi Tempat KUII IV

Kongres Umat Islam Indonesia ke VI akan dilakukan pada tanggal 26-29 Februari di Bangka Belitung.

Sabtu, 11/01/2020 09:50 0

Indonesia

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi Halal Untuk UMK

Ma'ruf mengatakan, saat ini Pemerintah masih terus membahas opsi anggaran untuk biaya sertifikasi halal jika UMK digratiskan

Jum'at, 10/01/2020 18:59 0

Close