... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kabar Siswi di Solo Dikeluarkan karena Ucapan Ultah Hoaks

Foto: SMP IT Nur Hidayah Surakarta (Reno/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kabar siswi yang dikeluarkan karena mengucapkan selamat ulang tahun dipastikan hoaks. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Sekolah SMP IT Nur Hidayah Surakarta, Zuhdi Yusroni.

“Kalau kabar siswa dikeluarkan karena mengucapkan selamat ulang tahun itu tidak ada. Nggak ada masalah itu,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (14/01/2020).

“Memang ada ucapan selamat ulang tahun dalam surat, tapi di bawahnya ada indikasi tentang berhubungan dengan lawan jenis yang berlebihan. Dan yang permasalahkan adalah hubungan lawan jenis bukan selamat ulang tahun,” sambungnya.

Ia juga menyebutkan bahwa siswi yang bersangkutan sudah melakukan banyak pelanggaran. Karena poin pelanggaran sudah terlalu banyak, kata Zuhdi, akhirnya siswa dipulangkan kepada orang tua.

“Kita itu poin-poin, yang akhirnya poin ini akhirnya terakumulasi. Karena sudah banyak kita kembalikan kepada orang tua,” paparnya.

Terkait proses-proses ini, lanjutnya, sudah kita laporkan kepada pihak-pihak yang bersangkutan dengan sekolah. Misalnya Dinas Pendidikan, ke Walikota, Gubernur, PMK itu sudah kita temui.

“Kita beri laporannya termasuk bukti-buktinya kita tidak mengeluarkan anak karena masalah ucapan selamat ulang tahun. Siswi dan orang tua pun menandatangani semua proses yang kita lakukan. Jadi tidak tiba-tiba mengeluarkan,” paparnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Kematian Soleimani Justru Membuat Posisi Donald Trump Terpojok

Kematian Soleimani justru tak meningkatkan elektabilitas Trump pasca pemakzulannya oleh DPR AS.

Selasa, 14/01/2020 11:35 0

Prancis

Sentimen Anti-Prancis Merebak, Macron Tekan Para Pemimpin Afrika Barat

Macron mengatakan bahwa dia ingin para pemimpin Afrika menjelaskan jika mereka menginginkan "keberadaan kita" dan membutuhkan kami.

Selasa, 14/01/2020 09:52 0

Amerika

PBB: Laporan Kekerasan Terhadap Demonstran di Iran Mencemaskan

"Kami mengikuti dengan sangat jelas dan dekat demonstrasi yang terjadi hari ini di Iran dan Sekretaris Jenderal diingatkan tentang hak untuk kebebasan berekspresi dan hak untuk mengumpulkan orang secara damai," kata Dujarric kepada wartawan.

Selasa, 14/01/2020 07:38 0

Amerika

AS Ingin Kurangi Kekuatan Militer di Afrika

"Kami sedang berupaya merumuskan opsi untuk dipertimbangkan menteri, dan kami melakukan ini dalam koordinasi dengan sekutu dan mitra kami," tambahnya.

Selasa, 14/01/2020 07:08 0

Thailand

Respon Raja Thailand saat Iring-iringan Mobilnya Diprotes Keras Netizen

Perintah ini dikeluarkan setelah iring-iringan mobil kerajaan dianggap mengganggu warga di jalan.

Senin, 13/01/2020 14:28 0

Iran

Dubes Inggris untuk Iran Ditangkap Saat Hadiri Unjuk Rasa

Duta Besar Inggris untuk Iran, Robert Macaire ditangkap dan ditahan oleh pihak berwenang Iran ketika tengah mengikuti aksi unjuk rasa di depan sebuah universitas di Teheran. Berdasar laporan kantor berita Tasnim yang berbasis di Iran, Macaire ditahan selama satu jam lebih sebelum akhirnya dibebaskan.

Senin, 13/01/2020 13:15 0

Afrika

Peta Dukungan Negara Asing dalam Konflik Libya

Sejak Khalifa Haftar, jenderal pemberontak yang melancarkan serangan di ibukota Libya Tripoli pada bulan April, konflik di negara Afrika bagian utara itu terhenti.

Senin, 13/01/2020 11:48 0

Iran

Emir Qatar Kunjungi Teheran

"Kunjungan ini datang pada waktu yang sangat sensitif di kawasan," katanya di konferensi tersebut.

Senin, 13/01/2020 10:08 0

Afghanistan

Operasi Taliban Kembali Tewaskan Dua Tentara AS

Serangan itu terjadi di distrik Dand, dekat kota Kandahar, menurut juru bicara kepolisian provinsi Jamal Naseer Barzai.

Senin, 13/01/2020 08:47 0

Suriah

White Helmets Peringatkan Bencana Kemanusiaan Besar di Idlib

Saat ini sebanyak 1.182.000 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam berbagai periode.

Senin, 13/01/2020 07:55 0

Close