... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bamsoet: Uni Eropa dan Amerika Merusak Tatanan Perdagangan Global

Foto: Ketua MPR-RI, Bambang Soesatyo.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan bahwa setelah perang dagang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap China, diskriminasi atau penerapan hambatan non-tarif dalam perdagangan global mungkin tidak akan berhenti pada sikap Uni Eropa (UE) terhadap komoditi CPO.

Bamsoet menilai bahwa UE dan AS menjadi contoh tentang dua kekuatan ekonomi yang merusak tatanan atau kesepakatan tentang aturan main perdagangan global yang telah ditetapkan dan disepakati dalam Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO.

“Demi kepentingannya masing-masing, negara atau kawasan perekonomian berskala besar itu tidak lagi patuh pada aturan main yang ditetapkan WTO. Perilaku UE dan AS adalah contoh dari kekuatan perekonomian yang bertindak sesuka hati demi kepentingan kawasan masing-masing,” ungkap Bamsoet dalam rilisnya Senin (14/01/2019).

Bamsoet mengingatkan belajar dari perlakuan UE terhadap komoditi CPO bukan tidak mungkin di kemudian hari komoditi lainnya akan mendapatkan perlakuan serupa. Karena itu, negeri yang kaya akan sumber daya alam seperti Indonesia harus coba merumuskan caranya sendiri untuk memaksimalkan potensi itu demi kemakmuran masyarakatnya.

“Ekspor bahan mentah dengan nilai tambah yang rendah sudah harus dikurangi, dengan mengutamakan pengolahan menjadi barang jadi siap pakai di negeri sendiri. Tantangannya memang tidak mudah, karena angkatan kerja Indonesia mau tak mau harus menaikkan kapasitas dan keahlian. Namun, pilihan itu sulit dihindari dan harus dimulai dari sekarang,” jelasnya

BACA JUGA  Penusukan Syekh Jaber, Menag Minta Masyarakat Tetap Tenang

Maka, lanjut Bamsoet, gagasan dan ajakan Presiden untuk memaksimalkan potensi sawit sebagai bahan bakar alternatif relevan untuk dikaitkan dengan masa depan ketahanan energi. Indonesia mau tak mau harus lebih fokus dan bersungguh-sungguh dalam mewujudkan energi baru yang terbarukan.

“Jangan melihatnya untuk kepentingan jangka dekat, melainkan demi generasi anak cucu. Dengan fokus pada program energi baru terbarukan, generasi bangsa terkini menyiapkan landasan yang kuat bagi masa depan ketahanan energi nasional,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Kematian Soleimani Justru Membuat Posisi Donald Trump Terpojok

Kematian Soleimani justru tak meningkatkan elektabilitas Trump pasca pemakzulannya oleh DPR AS.

Selasa, 14/01/2020 11:35 0

Prancis

Sentimen Anti-Prancis Merebak, Macron Tekan Para Pemimpin Afrika Barat

Macron mengatakan bahwa dia ingin para pemimpin Afrika menjelaskan jika mereka menginginkan "keberadaan kita" dan membutuhkan kami.

Selasa, 14/01/2020 09:52 0

Amerika

PBB: Laporan Kekerasan Terhadap Demonstran di Iran Mencemaskan

"Kami mengikuti dengan sangat jelas dan dekat demonstrasi yang terjadi hari ini di Iran dan Sekretaris Jenderal diingatkan tentang hak untuk kebebasan berekspresi dan hak untuk mengumpulkan orang secara damai," kata Dujarric kepada wartawan.

Selasa, 14/01/2020 07:38 0

Amerika

AS Ingin Kurangi Kekuatan Militer di Afrika

"Kami sedang berupaya merumuskan opsi untuk dipertimbangkan menteri, dan kami melakukan ini dalam koordinasi dengan sekutu dan mitra kami," tambahnya.

Selasa, 14/01/2020 07:08 0

Thailand

Respon Raja Thailand saat Iring-iringan Mobilnya Diprotes Keras Netizen

Perintah ini dikeluarkan setelah iring-iringan mobil kerajaan dianggap mengganggu warga di jalan.

Senin, 13/01/2020 14:28 0

Iran

Dubes Inggris untuk Iran Ditangkap Saat Hadiri Unjuk Rasa

Duta Besar Inggris untuk Iran, Robert Macaire ditangkap dan ditahan oleh pihak berwenang Iran ketika tengah mengikuti aksi unjuk rasa di depan sebuah universitas di Teheran. Berdasar laporan kantor berita Tasnim yang berbasis di Iran, Macaire ditahan selama satu jam lebih sebelum akhirnya dibebaskan.

Senin, 13/01/2020 13:15 0

Afrika

Peta Dukungan Negara Asing dalam Konflik Libya

Sejak Khalifa Haftar, jenderal pemberontak yang melancarkan serangan di ibukota Libya Tripoli pada bulan April, konflik di negara Afrika bagian utara itu terhenti.

Senin, 13/01/2020 11:48 0

Iran

Emir Qatar Kunjungi Teheran

"Kunjungan ini datang pada waktu yang sangat sensitif di kawasan," katanya di konferensi tersebut.

Senin, 13/01/2020 10:08 0

Afghanistan

Operasi Taliban Kembali Tewaskan Dua Tentara AS

Serangan itu terjadi di distrik Dand, dekat kota Kandahar, menurut juru bicara kepolisian provinsi Jamal Naseer Barzai.

Senin, 13/01/2020 08:47 0

Suriah

White Helmets Peringatkan Bencana Kemanusiaan Besar di Idlib

Saat ini sebanyak 1.182.000 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam berbagai periode.

Senin, 13/01/2020 07:55 0

Close