... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

White Helmets Peringatkan Bencana Kemanusiaan Besar di Idlib

Foto: Warga di pedesaan Idlib menyelamatkan diri dari serangan udara [foto: AFP]

KIBLAT.NET, Idlib – Pertahanan Sipil Suriah (White Helmets), Ahad (12/01/2020), memperingatkan bencana kemanusiaan besar di Idlib di tengah tak ada komitemen dari pihak Rusia dan rezim dalam gencatan senjata.

Lembaga relawan itu menjelaskan, saat ini sebanyak 1.182.000 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam berbagai periode. Jutaan jiwa itu mengungsi untuk menyelamatkan diri akibat gempuran yang tak kunjung berhenti.

“Gelombang pengungsi dari Idlib menjadi arus pengungsi terbesar yang pernah terjadi di Suriah,” kata lembaga tersebut dalam pernyataannya seperti dilansir Al-Araby Al-Jadid.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Rusia, sekutu rezim Suriah, kerap mengklaim menerapkan perjanjian gencatan senjata. Ketika warga kembali ke kampung halaman untuk memulai hidup kembali, gempuran kembali diluncurkan sehingga membuat mereka ketakutan dan terteror.

Lembaga yang memiliki ribuan relawan itu menunjukkan bahwa rezim melanggar gencatan senjata yang disepakati Rusia dan Turki. Rezim pada Ahad menggempur kota-kota dan desa di pedesaan Idlib selatan dan timur. Serangan itu menyebabkan kerugian material. Tidak ada korban di kalangan warga sipil.

Rusia telah mengumumkan berlakunya perjanjian gencatan senjata sejak Kamis lalu, pukul dua siang. Tetapi pasukan rezim belum berkomitmen untuk mengimplementasikannya sampai sekarang.

Provinsi Idlib menjadi wilayah di Suriah yang paling banyak menampung warga sipil dari belahan wilayah lain. Warga yang terusir dari kampung halaman mereka yang direbut oleh militer rezim memilih mengungsi ke Idlib. Jumlah mereka beberapa hari terakhir semakin bertambah menyusul eskalasi terbaru rezim Assad di pedesaan Idlib. Diperkirakan jumlah mereka yang tinggal di Idlib mencapai satu juta lebih.

BACA JUGA  Setelah Umumkan Gencatan Senjata, Rusia Kembali Gempur Idlib

White Helmets pun meminta komunitas internasional mengambil tanggung jawab penuh untuk melindungi warga sipil di Idlib dari segala reaksi atau tindakan Rusia dan rezim Suriah, dan untuk menghentikan pemboman dan kejahatan perang sistematis terhadap rakyat Suriah.
Sumber: Al-Araby Al-Jadid
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kitabisa.com Salurkan 1,8 Milyar untuk Korban Bencana Jabodetabek dan Banten

Lembaga Fundraising kitabisa.com menghimpun 1,8 Miliar donasi warganet untuk korban banjir.

Sabtu, 11/01/2020 20:24 0

Indonesia

Onecare Kirim 500 Paket Kebersihan ke Korban Banjir Jakarta

Onecare dan Kitabisa.com Kirim 500 Paket Kebersihan ke Korban Banjir Jakarta

Sabtu, 11/01/2020 19:58 0

Indonesia

Ma’ruf Amin Janji Gratistan Sertifikasi Halal Bagi UMK

Wakil Presiden Ma'ruf Amin sepakat untuk tidak membebani usaha mikro dan kecil (UMK) dalam layanan sertifikasi jaminan produk halal (JPH).

Sabtu, 11/01/2020 19:45 0

Indonesia

Peneliti MAPPI UI: Definisi Terorisme Masih Bias

Peneliti Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MAPPI) FH UI, Adery Ardhan menganggap penanganan terorisme di Indonesia masih diskriminatif.

Sabtu, 11/01/2020 11:25 0

Indonesia

Ini Alasan MUI Pilih Bangka Belitung Jadi Tempat KUII IV

Kongres Umat Islam Indonesia ke VI akan dilakukan pada tanggal 26-29 Februari di Bangka Belitung.

Sabtu, 11/01/2020 09:50 0

Indonesia

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi Halal Untuk UMK

Ma'ruf mengatakan, saat ini Pemerintah masih terus membahas opsi anggaran untuk biaya sertifikasi halal jika UMK digratiskan

Jum'at, 10/01/2020 18:59 0

Indonesia

Ditangkap KPK, Komisioner KPU Wahyu Setiawan Minta Didoakan Sabar

Komisioner KPU yang ditangkap KPK, Wahyu Setiawan menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya.

Jum'at, 10/01/2020 09:24 0

Indonesia

Aceh Tak Ada Bioskop, Menag Anggap Islam di Indonesia Ada yang Salah

Menteri Agama Fachrul Rozi menyebut ada kemungkinan bahwa Islam Rahmatan Lil Alamin yang diterapkan di Indonesia ada yang salah.

Kamis, 09/01/2020 14:51 1

Indonesia

Paskas Bekasi Beri Bantuan Alat Tulis dan Al-Quran ke Korban Banjir

Pasukan Amal Soleh (Paskas) Bekasi salurkan bantuan berupa Qur'an dan peralatan sekolah untuk Pondok Karya Yatim Indonesia di Tambun, Bekasi Timur

Kamis, 09/01/2020 13:42 0

Indonesia

KAMMI: Jangan Sampai Perairan Natuna Hilang karena Pemerintah Tak Tegas

Pemerintah Cina tetap bersikeras mengklaim perairan sekitar Natuna, Kepulauan Riau masuk kedalam wilayah kedaulatannya.

Kamis, 09/01/2020 11:30 0

Close