... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Natuna Memanas, ACT Luncurkan Program “Aksi Bela Indonesia, Natuna Memanggil”

KIBLAT.NET, Jakarta – Kawasan perairan Natuna tengah menjadi buah bibir setelah kapal China menangkap ikan secara ilegal di perairan tersebut. Peristiwa ini memanaskan tensi hubungan Indonesia dan China mengingat tiap negara saling klaim dasar hukum laut Natuna yang juga berbatasan dengan Laut China Selatan.

Berdasarkan kondisi tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyatakan sikap dalam sebuah program “Aksi Bela Indonesia, Natuna Memanggil” yang diselenggarakan pada Jumat (10/01/2020) di Jakarta. Adapun program ini diadakan sebagai bentuk konkret patriotisme dan nasionalisme yang dimiliki ACT.

Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin memaparkan bahwa saat ini Natuna menyandang predikat yang sangat berat, yaitu sebagai pulau terdepan Indonesia akan tetapi rakyatnya memiliki penghasilan yang minim dan tak menentu.

“Bahkan sebagian penduduk di Natuna hidup di garis kemiskinan. Padahal pulau ini memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah dari laut,” ungkap Ahyudin.

Ahyudin mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin di Kabupaten Natuna, mengalami fluktuasi namun cenderung mengalami peningkatan.

“Angka tertinggi terjadi pada 2018 dengan jumlah penduduk miskin sebesar 3,6 ribu dari sekitar 77 ribu jiwa. Jumlahnya mengalami peningkatan sejak 2015. Pada tahun tersebut, jumlah penduduk miskin sebesar 3,2 ribu orang. Kemudian, bertambah menjadi 3,3 ribu jiwa pada 2016 dan 3,5 ribu jiwa pada 2017,” jelasnya.

BACA JUGA  Sudah Sepekan Api Abadi Mrapen Padam

Sementara Presiden ACT, Ibnu Khajar mengatakan bahwa menyikapi situasi di Natuna. ACT mengajak semua elemen bangsa untuk bergerak bersama-sama. Selain itu, ACT juga telah mengirimkan sebanyak 1.000 ton logistik kepada semua masyarakat dan pihak TNI beserta aparat yang bertugas di Natuna.

“Saat ini, kami sudah menyiapkan bantuan untuk semua aparat melalui bantuan 1000 ton pangan. Saatnya seluruh elemen bangsa, harus ikut Aksi Bela Indonesia. Lupakan perbedaan, satukan gerak kita, supaya bangsa dan aparat kita kuat dan tegar dalam menjaga kondisi negara saat ini. Hari ini kita ajak semua profesi dan semua kelas untuk tunjukkan rasa nasionalisme melalui gerakan Aksi Bela Indonesia,” ajaknya.

Sementara itu, Dwiko Hari Dastiriyadi selaku Direktur Disaster Emergency Response Management (DERM) juga menambahkan bahwa selama seminggu ini timnya sudah berada di Natuna. Hal ini merupakan agenda tindak lanjut.

“Sebelum ada masalah ini, kami sudah membersamai masyarakat nelayan dan aparat-aparat yang menjadi penjaga utama di daerah sana. Pada kesempatan ini, hampir satu bulan lebih nelayan sedang tidak melakukan pekerjaannya karena cuaca ekstrem yang ada. Kami ingin masyarakat, saat ini terbantu melalui program ini. Mudah-mudahan atas bantuan logistik ini bisa didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia dan dapat menjadi program yang dapat berkelanjutan,” tutupnya.

Reporter: Fanny Alif Saputra
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Emir Qatar Kunjungi Teheran

"Kunjungan ini datang pada waktu yang sangat sensitif di kawasan," katanya di konferensi tersebut.

Senin, 13/01/2020 10:08 0

Afghanistan

Operasi Taliban Kembali Tewaskan Dua Tentara AS

Serangan itu terjadi di distrik Dand, dekat kota Kandahar, menurut juru bicara kepolisian provinsi Jamal Naseer Barzai.

Senin, 13/01/2020 08:47 0

Suriah

White Helmets Peringatkan Bencana Kemanusiaan Besar di Idlib

Saat ini sebanyak 1.182.000 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam berbagai periode.

Senin, 13/01/2020 07:55 0

Palestina

Laporan: Peras Politisi di Dunia, Agen Israel Pakai Teknik “Honey Trap”

Jika terbukti benar, klaimnya akan memberikan bukti signifikan bahwa Israel terlibat dalam pemerasan politisi dan tokoh senior dan terkemuka di AS.

Sabtu, 11/01/2020 12:20 0

Timur Tengah

Sultan Qaboos, Penguasa Terlama di Oman Meninggal Dunia

Masa berkabung selama tiga hari telah diumumkan di Oman.

Sabtu, 11/01/2020 11:21 0

Irak

Ribuan Warga Irak Kembali Turun ke Jalan Kecam AS dan Iran

Para demonstran kembali menghidupkan slogan-slogan anti-pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejak 1 Oktober tahun kemarin, Irak dilanda demonstrasi karena krisis ekonomi.

Sabtu, 11/01/2020 10:35 0

Afrika

Konflik Libya, Haftar Tolak Gencatan Senjata

Faksi-faksi yang bertikai terus bentrok dan melakukan serangan udara sehingga mengundang perhatian asing.

Jum'at, 10/01/2020 16:41 0

Australia

Kebakaran Hutan Meningkat, Warga Australia Diperintah Tinggalkan Rumah

Suhu diperkirakan akan melonjak jauh di atas 40 derajat Celcius di beberapa bagian negara itu pada hari Jumat, disertai angin kencang, yang mengancam akan mengobarkan api.

Jum'at, 10/01/2020 15:21 0

Afrika

Sudan Hapus Studi Al-Quran untuk TK, Digantikan Lagu Nasional

Sementara itu, pemerintah telah menghentikan Radio Al-Furqan, yang menyiarkan Al-Quran.

Jum'at, 10/01/2020 14:41 0

Irak

Dua Negara Sekutu Penting Berperang, Irak Hadapi Posisi Sulit

Abdul Mahdi menolak segala pelanggaran kedaulatan Irak atau serangan-serangan di dalam wilayah negaranya dan mengatakan dia berusaha menenangkan situasi.

Kamis, 09/01/2020 10:53 0

Close
CLOSE
CLOSE