... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Laporan: Peras Politisi di Dunia, Agen Israel Pakai Teknik “Honey Trap”

Foto: Honey Trap

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Pemodal Amerika yang telah meninggal dan terpidana pelaku seks Jeffrey Epstein dan pacarnya Ghislaine Maxwell adalah mata-mata Israel yang menggunakan gadis di bawah umur untuk memeras politisi agar memberi informasi kepada Israel. Demikian diungkap mantan agen Mossad.

Pasangan itu dilaporkan menjalankan operasi “Honey Trap”, di mana mereka memberikan gadis-gadis muda kepada para politisi terkemuka dari seluruh dunia untuk berhubungan seks. Setelah itu, mereka diperas agar memberikan informasi untuk disampaikan ke intelijen Israel.

Klaim tersebut diajukan oleh mantan mata-mata Israel Ari Ben-Menashe dalam sebuah buku yang akan segera dirilis “Epstein: Dead Men Tell No Tales”. Dia mengaku sebagai atasan ayah Ghislaine, Robert Maxwell, yang juga seorang agen spionase Israel dan orang yang memperkenalkan putrinya dan Epstein ke Mossad.

“Lihatlah, di sekitarnya (dianggap) bukan sebuah kejahatan. Padahal memalukan, tapi itu bukan kejahatan,” tulis Menashe dalam buku itu. “Tapi, menggunakan seorang gadis berusia empat belas tahun adalah kejahatan. Dan dia mengambil foto politisi dengan anak perempuan empat belas tahun. Mereka [Epstein dan Maxwell] hanya akan memeras orang seperti itu.”

Ben-Menashe, seorang pengusaha Israel kelahiran Iran mengaku bekerja untuk Mossad dari 1977 hingga 1987, Dia seorang tokoh misterius yang ditangkap pada tahun 1989 di AS dengan tuduhan transaksi senjata. Namun dia dibebaskan pada 1990, hanya setelah juri menerima bahwa dia bertindak atas nama negara Israel.

BACA JUGA  Satu Jutaan Warga Palestina di Gaza Kekurangan Pangan

Israel kemudian membantah bahwa Menashe memiliki hubungan dengan dinas intelijennya dan berusaha menjauhkan diri darinya, terlepas dari kenyataan bahwa laporan berita lain baik di AS maupun Israel membenarkannya bertindak atas nama negara tersebut.

Buku baru, yang juga berspekulasi bahwa Maxwell mungkin telah bekerja untuk pemerintah lain sebagai agen ganda atau lebih, mengatakan bahwa meskipun ada laporan yang Epstein dan Ghislaine temui di awal 1990-an di New York, mereka sebenarnya bertemu sebelumnya melalui ayahnya yang memperkenalkan Epstein ke Mossad sebelum Ghislaine bergabung dalam kegiatan nanti.

Jeffrey Epstein, yang menghadapi dakwaan untuk anak di bawah umur dalam kasus perdagangan seks, ditemukan tewas di sel penjara New York pada 10 Agustus. Menurut laporan resmi dia melakukan bunuh diri, tetapi ada banyak spekulasi dan bukti bahwa dia sebenarnya dibunuh. Banyak yang menyatakan dia mungkin dibunuh karena mengetahui informasi tentang angka yang dia peras dan tindakan yang mereka lakukan.

Pernyataan yang dibuat oleh Ben-Menashe sejauh ini tidak berdasar. Tetapi jika terbukti benar, klaimnya akan memberikan bukti signifikan bahwa Israel terlibat dalam pemerasan politisi dan tokoh senior dan terkemuka di AS.

Ini hanya akan menambah rekam jejak negara yang sudah terungkap memanipulasi sistem politik negara-negara Barat, seperti yang terlihat dalam upaya lobi Israel untuk “menjatuhkan” politisi Inggris dan AS yang diungkapkan dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA  Satu Jutaan Warga Palestina di Gaza Kekurangan Pangan

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Peneliti MAPPI UI: Definisi Terorisme Masih Bias

Peneliti Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MAPPI) FH UI, Adery Ardhan menganggap penanganan terorisme di Indonesia masih diskriminatif.

Sabtu, 11/01/2020 11:25 0

Indonesia

Ini Alasan MUI Pilih Bangka Belitung Jadi Tempat KUII IV

Kongres Umat Islam Indonesia ke VI akan dilakukan pada tanggal 26-29 Februari di Bangka Belitung.

Sabtu, 11/01/2020 09:50 0

Indonesia

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi Halal Untuk UMK

Ma'ruf mengatakan, saat ini Pemerintah masih terus membahas opsi anggaran untuk biaya sertifikasi halal jika UMK digratiskan

Jum'at, 10/01/2020 18:59 0

Indonesia

Ditangkap KPK, Komisioner KPU Wahyu Setiawan Minta Didoakan Sabar

Komisioner KPU yang ditangkap KPK, Wahyu Setiawan menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya.

Jum'at, 10/01/2020 09:24 0

Indonesia

Aceh Tak Ada Bioskop, Menag Anggap Islam di Indonesia Ada yang Salah

Menteri Agama Fachrul Rozi menyebut ada kemungkinan bahwa Islam Rahmatan Lil Alamin yang diterapkan di Indonesia ada yang salah.

Kamis, 09/01/2020 14:51 1

Indonesia

Paskas Bekasi Beri Bantuan Alat Tulis dan Al-Quran ke Korban Banjir

Pasukan Amal Soleh (Paskas) Bekasi salurkan bantuan berupa Qur'an dan peralatan sekolah untuk Pondok Karya Yatim Indonesia di Tambun, Bekasi Timur

Kamis, 09/01/2020 13:42 0

Indonesia

KAMMI: Jangan Sampai Perairan Natuna Hilang karena Pemerintah Tak Tegas

Pemerintah Cina tetap bersikeras mengklaim perairan sekitar Natuna, Kepulauan Riau masuk kedalam wilayah kedaulatannya.

Kamis, 09/01/2020 11:30 0

Indonesia

Kasus Reynard Sinaga Coreng Nama Indonesia di Internasional

Menurut ketua AILA, Rita Soebagyo , kasus tersebut mencoreng nama baik Indonesia di dunia Internasional

Kamis, 09/01/2020 11:11 0

Indonesia

Menag: Ilmu Agama Tinggi Tapi Tak Bisa Bersaing, Buat Apa?

Menteri Agama Fachrul Rozi menyebut kedepannya materi pelajaran di Madrasah Aliyah akan ditambah dengan pelajaran bahasa Mandarin.

Kamis, 09/01/2020 10:54 10

Indonesia

Tingkatkan Daya Saing, Menag Ingin Lulusan Madrasah Kuasai Bahasa Mandarin

Menag Facrul Razi ingin anak Madrasah ketika lulus menguasai bahasa Mandarin.

Rabu, 08/01/2020 12:50 0

Close