Sudan Hapus Studi Al-Quran untuk TK, Digantikan Lagu Nasional

KIBLAT.NET, Khartoum – Sudan akan menghentikan kelas pembelajaran Al-Quran untuk murid taman kanak-kanak. Demikian ungkap Direktur Pusat Kurikulum dan Penelitian Pendidikan Nasional, Dr. Omar al-Qairi.

“Perubahan skala besar sebagian besar akan dipantau dalam sistem pendidikan taman kanak-kanak,” menurut rekaman audio dari al-Qairi.

Al-Qairi menjelaskan bahwa restrukturisasi akan membagi taman kanak-kanak menjadi dua fase; yang pertama terdiri dari anak-anak berusia antara tiga hingga empat tahun. Fase ini hanya menonjolkan aspek “permainan saja”.

Fase kedua, para murid akan diajarkan alfabet dalam bahasa Arab dan Inggris.

“Pembelajaran Al-Quran akan dihilangkan dari taman kanak-kanak secara keseluruhan,” kata Al-Qairi mengatakan. Pembelajaran Al-Quran dimasukkan dalam kurikulum sekolah dasar.

Murid-murid prasekolah dan TK sebaliknya akan berlatih dan menghafal lagu-lagu nasionalis yang menanamkan dalam diri mereka cinta untuk negara mereka. Para penyair telah diberi tugas untuk menciptakan lagu-lagu baru.

Sementara itu, pemerintah telah menghentikan Radio Al-Furqan, yang menyiarkan Al-Quran.

“Menghilangkan jutaan pendengar yang telah terbiasa mendengarkan program radio yang sekarang menjadi bagian dari kehidupan mereka adalah ketidakadilan yang hebat, karena bertentangan dengan prinsip kebebasan yang menimbulkan kekhawatiran tentang pemerintahan ini,” bunyi sebuah pernyataan yang diungkap seorang pembawa acara radio.

“Membungkam suara Al-Quran merampas kebaikan orang-orang, dan di dalamnya juga menantang kitab Allah SWT dan merupakan penghinaan bagi mereka yang meyakininya, dan mereka yang mendengarnya sepanjang hari dan malam melalui Radio Al-Furqan.”

BACA JUGA  Kiblatorial: Minta Maaf dan Revolusi Akhlak HRS

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat