“Masjid Peradaban” Menjadi Fokus Utama Barisan Bangun Negeri

KIBLAT.NET, Bekasi – Barisan Bangun Negeri (BBN) merupakan sebuah gerakan umat Islam yang diinisiasi oleh delapan ustadz nasional, mereka adalah Ustadz Abdul Somad, Ustadz Hanan Attaki, Ustadz Oemar Mita, Habib Anies, Ustadz Salim A Fillah, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Luqmanul Hakim, dan Ustadz Felix Siauw.

Salah satu inisiator,Ustadz Luqmanul Hakim menjelaskan kepada Kiblatnet bahwa fokus utama BBN adalah “Masjid Peradaban”, yaitu dengan memberdayakan umat Islam untuk kembali ke masjid, dan menjadikan masjid sebagai pusat pergerakan dan peradaban, sebagaimana zaman Nabi Muhammad SAW dulu.

“BBN itu perkumpulan para asatidz yang diinisiasi oleh 8 ustadz yang berbeda latar belakang tapi kita sama dalam satu tujuan, mudah-mudahan bisa mengajak para muslimin muslimat, juga semuanya untuk sama-sama fokus pada membangun negeri,” ujar Luqman ditemui di Masjid Nurul Islam Kemang IFI Graha, Bekasi pada Selasa (07/01/2020).

Luqman yang sedang menunggu keberangkatan umroh pada Selasa malam itu menyempatkan diri untuk ikut turun bersama santri BBN dan tim ijo untuk kembali membersihkan dan memulihkan masjid Nurul Islam Kemang IFI.

Ia menjelaskan fokus BBN adalah mewujudkan masjid peradaban, masjid sebagai pusat keilmuan, basis sosial, dan pusat pergerakan.

Salah satu program BBN adalah “Masjid Less Waste”. Gerakan ini memberikan contoh kecil namun berefek luas, dimana jamaah diajak untuk meminimalisir penggunaan barang ataupun kemasan berbahan plastik. Penggunaan tumbler minuman pribadi sangat dianjurkan sekali, oleh karena itu muncullah tagar #lesswaste dimana semua jamaah dan peserta kajian diharuskan membawa tumbler minuman sendiri dan tidak diperkenankan untuk menggunakan botol minum sekali pakai. Hal ini didasari dari membludaknya sampah plastik pasca setiap kali diselenggarakannya acara kajian akbar

BACA JUGA  Pemerintah Sweeping Poster HRS di Medsos, Pakar: Dasarnya Harus Jelas

“Ada less waste, program yang pertama kita launching. setelah itu ada health care, baitul maal, ada ahlussuffah, baitussuffah, baitul hikmah, banyak lagi program lainnya. itu bagian kecil dari narasi besar yang sedang dibawa, yaitu ummat bangkit dari masjid,” ujarnya.

Menurut Luqman, Indonesia yang memiliki satu juta masjid lebih harus diberdayakan oleh umat Islam.

“Tidak hanya anak muda. jadi kita mengajak orang, untuk berbuat bergerak dari hal yang sederhana dan yang di depan mata, yamg harus kita berdayakan ada satu juta masjid seluruh Indonesia, yaudah yuk kita mulai dari masjid dulu,” ujarnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat