Barisan Bangun Negeri Bantu Recovery Masjid Terdampak Banjir

KIBLAT.NET, Bekasi – Gerakan Barisan Bangun Negeri turut membantu warga dalam membersihkan masjid terdampak banjir. Mereka menargetkan pada hari Jum’at (10/01/2020), masyarakat sudah bisa menggunakan masjid untuk melaksanakan sholat Jum’at berjamaah.

Weemar Aditia, koordinator BBN Jakarta menjelaskan saat ini ada 16 titik masjid yang dibantu BBN. Tersebar di empat kota: Bekasi Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Tangerang Selatan.

“Insya Allah jika masjidnya sehat, bersih, rapi, walaupun rumah warga masih tertumpuk lumpur tapi warga punya tempat untuk bernaung di masjid. Semoga dari sana ukhuwah muncul, masjid makmur, keberkahan datang. Ketika masjid selesai, baru meluas ke warga sekitar,” ujar Weemar saat ditemui di Masjid Nurul Islam Kemang IFI Graha, Bekasi pada Selasa (07/01/2020).

Recovery masjid oleh BBN, sebut Weemar, dilakukan setelah mengevakuasi warga korban banjir pada saat banjir tiba. Evakuasi atas arahan asatidz pembina BBN untuk menyelamatkan warga dari level darurat evakuasi menjadi level aman. Setelah memberikan bantuan konsumsi, relawan BBN mulai melakukan recovery masjid.

Weemar menjelaskan program BBN ini bukan hanya memulihkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah, namun juga berusaha untuk memakmurkan masjid.

“Intinya adalah menormalisasikan masjid sesuai fungsinya semula, syukur lebih baik dari yang sebelumnya. Bukan sekedar bisa sholat saja, karena kita punya visi ‘Masjid Peradaban’,” ujarnya.

Karenanya, hal pertama yang dilakukan BBN adalah membersihkan sajadah, mengaktifkan lagi speaker yang rusak, bahkan mengganti komputer dan proyektor yang rusak.

BACA JUGA  Tolak Ajakan Dialog, Istana Anggap Habib Rizieq Bukan Level Jokowi

“Mulai dari yang paling dasar dulu, sajadah, speaker toa, kemudian mikirin bagaimana Al-Qur’an mushaf bisa diselamatkan atau tidak, baru kemudian yang sifatnya kosmetik sekunder seperti ngecat ulang, kemudian bangun tanggul untuk mitigasi bencana,” jelasnya.

Ia pun berharap banyak relawan dan masyarakat yang peduli untuk memakmurkan masjid, kembali ke masjid.

“Karena tidak ada kemuliaan Islam kecuali itu bermula dari masjid,” tegasnya.

Weemar menuturkan, dari 1500 relawan yang terjaring di grup-grup WhatsApp BBN, hanya sekitar 200 relawan yang aktif turun untuk recovery masjid. Pasalnya, dari ribuan relawan itu memiliki kesibukan yang belum bisa ditinggalkan.

Di Masjid Nurul Islam Kemang IFI sendiri hanya ada 20 hingga 30 relawan saja. Salah satunya adalah Munawaroh, mahasiswi asal Cijantung, Jakarta Timur. Ia beserta kakaknya, Zakira ikut program recovery masjid lantaran ketika bencana banjir melanda sebagian kota Jabodetabek, keduanya belum sempat turun langsung menjadi relawan.

“Sekarang baru sempat, dan ternyata pembukaan relawan di beberapa posko sudah tutup, tinggal BBN ini, kami ikut,” ujarnya.

Sama halnya dengan Munawaroh dan Zakira, Angga, warga Bekasi Utara mengaku ikut program ini lantaran tergerak hatinya untuk ikut memakmurkan masjid.

“Ikut arahan para asatidz ingin memakmurkan masjid. Sebagai pemuda muslim harus peduli terhadap umat,” ujarnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat