Jangan Panik, Ijazah Rusak Akibat Banjir Ternyata Bisa Diperbaiki

KIBLAT.NET – Banjir yang melanda wilayah Jabodetabek sejak hari pertama tahun 2020 tentu menimbulkan banyak kerugian bagi warga terdampak. Harta benda yang hanyut terbawa air, kendaraan yang rusak terendam, dan yang mungkin paling membuat pusing adalah dokumen-dokumen penting seperti ijazah, surat nikah, dan akte kelahiran yang terendam banjir.

Adi, warga Kebalen, Kabupaten Bekasi, mengaku khawatir ijazah dan dokumen penting lainnya rusak karena kebanjiran. Kisah bermula ketika Adi meninggalkan rumah sejak sehari sebelum hari Natal dan dirinya masih di luar kota ketika banjir menerjang kediamannya pada Rabu (01/01/2020).

“Meskipun sudah ditaruh di lemari paling atas, tetap saja waswas, apalagi dikabarin tetangga air pada Rabu malam semakin naik, hingga selutut,” ujar Adi saat dihubungi pada Senin (06/01/2020).

Meskipun keesokan harinya air telah surut dan dokumen aman, Adi tetap melakukan tindak preventif dengan memindahkan ke tempat yang lebih aman. Mengingat informasi dari BMKG bahwa puncak musim hujan akan terjadi di bulan Februari dan Maret.

Alhamdulillah ternyata selamat, tapi mau dipindah ke tempat lebih tinggi sama dibungkus di map yang lebih tahan air, katanya kan sekarang belum puncaknya, puncaknya nanti bulan Februari dan Maret,” tuturnya.

Ijazah Bisa Diperbaiki

Warga terdampak banjir seperti Adi sejatinya tak perlu terlalu khawatir, karena dokumen-dokumen penting yang rusak ternyata bisa diperbaiki. Salah satu lembaga negara yang melayani perbaikan arsip milik masyarakat adalah Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang beralamat di Jalan Ampera Raya Nomor 7, Cilandak, Jakarta Selatan.

BACA JUGA  Din Syamsuddin Nilai Pemanggilan Anies Oleh Polisi Tak Wajar

ANRI sendiri sejak hari Kamis (02/01/2020) telah membuka layanan restorasi dokumen warga terdampak banjir secara gratis.

Adapun syarat-syarat yang perlu dipersiapkan adalah: arsip dalam bentuk asli bukan fotocopy dan belum di-laminating, tiap keluarga maksimal 10 lembar dokumen, dan arsip dibawa pada hari kerja mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB.

Dan terkait mekanisme pengurusannya, pertama warga mendatangi bagian humas ANRI, lalu warga akan diantar ke Subdit Restorasi Arsip, dan petugas Subdit akan mengecek tingkat kerusakan arsip. Jika hasil pemeriksaan mengkategorikan arsip tidak bisa direstorasi, maka arsip akan dikembalikan ke pemilik.

Namun jika arsip dinyatakan bisa direstorasi, maka pemilik arsip diminta mengisi form 01. Setelah itu proses restorasi pun dimulai.

Setelah proses restorasi selesai, pemilik dapat mengambil arsip dengan menunjukkan form 01. Setelah arsip diterima oleh pemilik, petugas Subdit Restorasi Arsip akan mengisi form 02 dan buku catatan pembukuan arsip.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat