... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Arab Saudi Kutuk Langkah Turki Tempatkan Tentara di Libya

Foto: King Salman (foto: REUTERS/Faisal Al Nasser)

KIBLAT.NET, Riyadh – Arab Saudi, Ahad (05/01/2020), mengutuk persetujuan parlemen Turki terhadap memo Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk mengirim pasukan militer ke Libya. Riyadh mengatakan, persetujuan itu merupakan eskalasi yang mengancam keamanan regional dan Arab.

Parlemen Turki pada Kamis lalu menyetujui memo presiden yang memungkinkan pengiriman pasukan militer untuk mendukung pemerintah Fayez Al-Sarraj di Tripoli, yang diserang oleh pasukan yang setia kepada Field Marshal Khalifa Haftar.

“Kerajaan mengutuk persetujuan parlemen Turki untuk mengirim pasukan militer ke Libya,” kata kementerian luar negeri Saudi dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita pemerintah.

Menurut pernyataan itu, “eskalasi Turki ini merupakan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas di Libya dan ancaman terhadap keamanan Arab dan regional. Kangkah Ankara ini merupakan gangguan dalam urusan internal negara Arab dalam pelanggaran mencolok prinsip-prinsip dan perjanjian internasional.

Sementara itu, pihak berwenang Turki mengatakan mereka bergerak berdasarkan permintaan dukungan yang telah mereka terima dari pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang dipimpin oleh Fayez Al-Sarraj. Pemerintah Sarraj sedang menghadapi serangan yang dipimpin oleh Field Marshal Khalifa Haftar yang ingin mengendalikan ibukota, Tripoli.

Libya menjadi medan perebutan kekuasaan antara dua kubu regional. Yang pertama pendukung pemerintah rekonsiliasi yang diakui oleh PBB, dan termasuk Turki dan Qatar, sedangkan yang kedua pendukung pasukan Haftar dan termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir.

BACA JUGA  Kawanan Belalang Serang Tanaman di Seluruh Wilayah Saudi

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jazuli Juwaini: Klaim Cina Atas Natuna Langgar Hukum Internasional

Anggota Komisi I DPR Jazuli Juwaini menegaskan Indonesia memiliki hak berdaulat atas Wilayah Natuna berdasarkan Hukum Laut Internasional (UNCLOS) yang diakui dunia.

Sabtu, 04/01/2020 16:44 0

Indonesia

Update Korban Bencana di Jabodetabek dan Banten: 53 Orang Meninggal, 1 Hilang

- Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo mengungkapkan bahwa korban banjir Jakarta dan sekitarnya bertambah.

Sabtu, 04/01/2020 14:25 0

Indonesia

Pengamat: Slogan NKRI Harga Mati Seperti Tak Bermakna Dalam Persoalan Natuna

Ujang Komarudin menilai slogan "NKRI Harga Mati" tak bermakna dalam persoalan Natuna.

Sabtu, 04/01/2020 13:41 2

Indonesia

Komisi I DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Kapal Cina di Natuna

Menurutnya, kapal-kapal tersebut harus diberi tindakan tegas, terarah dan terukur.

Sabtu, 04/01/2020 12:38 0

Indonesia

Jabodetabek Dilanda Banjir, ACT Terapkan Total Disaster Management

Aksi Cepat Tanggap (ACT) menerapkan Total Disaster Management (TDM) untuk menyikapi banjir di Jabodetabek.

Jum'at, 03/01/2020 08:42 0

Indonesia

Jenazah Prof Yunahar Dimakamkan di Yogyakarta

Jenazah Prof. Yunahar Ilyas saat ini sedang disemayamkan di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta.

Jum'at, 03/01/2020 08:20 0

Indonesia

Ini Hasil Pertemuan Dai se-Solo Raya

Ustadz Tengku Azhar membacakan hasil pertemuan yang diadakan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) dengan 300 -an aktivis dakwah se- Solo raya di akhir acara.

Jum'at, 03/01/2020 08:04 0

Indonesia

Puluhan Warga Meninggal Akibat Banjir Jabodetabek

Sampai dengan 2 Januari pukul 21.00 WIB jumlah korban meninggal akibat banjir adalah 30 orang.

Jum'at, 03/01/2020 07:46 0

Indonesia

Anwar Abbas: Prof Yunahar Sosok Rendah Hati

Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas menilai bahwa Prof. Yunahar Ilyas adalah sosok yang rendah hati.

Jum'at, 03/01/2020 07:34 0

Indonesia

Innalilahi, Ketua PP Muhammadiyah Prof Yunahar Ilyas Wafat

Kabar duka datang dari keluarga Muhammadiyah

Jum'at, 03/01/2020 05:06 0

Close