... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengadilan Syiah Hutsi Vonis Mati Presiden dan PM Yaman

Foto: Pemberontak Syiah Hutsi Yaman

KIBLAT.NET, Sanaa – Pengadilan di bawah kendali pemberontak Syiah Hutsi di Sanaa, Selasa (31/12/2019), memvonis mati para petinggi pemerintahan Yaman yang berpusat di provinsi Aden. Mereka dituduh melakukan pengkhianatan besar.

Para tervonis mati itu adalah Presiden Abduh Robbah Manshur Hadi, Perdana Menteri Moeen Abdul Malik dan mantan Menteri Luar Negeri Yaman, Khaled Al Yamani. Vonis itu dijatuhkan dalam sidang in absentia atau sidang tanpa menghadirkan terdakwa.

“Pengadilan Kriminal Khusus di Sana’a (Keamanan Negara) menjatuhkan hukuman mati sebagai ta’zir terhadap Presiden Hadi, Perdana Menteri Moeen Abdul Malik, dan mantan Menteri Luar Negeri, Khaled Al Yamani, dan menyita semua aset dan harta mereka yang bergerak di dalam dan di luar Republik Yaman untuk diberikan kepada negara,” lapor kantor berita Yaman Saba’, yang kini dikendalikan pemberontak Syiah Hutsi.

Menurut Saba’, vonis mati ini dijatuhkan atas kejahatan menjalin kontak dengan musuh Republik Yaman. Para petinggi pemerintah sah itu dituduh menjalin hubungan dengan Israel.

Khaled Al Yamani (59), tulis Saba’, saat menjabat menteri luar negeri Yaman telah menjalin kontak dengan entitas asing dalam perang dengan pemerintah (Hutsi). Ia bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di konferensi “Warsawa”.

“Al Yamani tampil bersama Netanyahu di media dengan penampilan yang bersahabat dengan maksud mengakui entitas Israel. Ini akan merusak status politik dan diplomatik Republik Yaman,” lapor Saba’.

Surat kabar itu menyebut bahwa Al Yamani telah melakukan perbuatan yang merusak integritas teritorial Republik Yaman dengan hadir dalam konferensi yang sama bersama para menteri luar negeri dari koalisi Saudi di Yaman.

Pada pertengahan Februari 2019, Khaled Al Yamani muncul di sebelah Netanyahu di Konferensi Warsawa, yang memicu kontroversi luas dan gelombang kemarahan di negara itu. Konferensi itu digelar untuk melawan Iran, yang menjadi pendukung utama Hutsi.

Sementara itu, Presiden Hadi dan perdana menterinya, Moeen Abdel Malek, divonis atas tuduhan kejahatan berpartisipasi dalam perjanjian kriminal bersama Al Yamani. Di samping kejahatan lainnya yang dituduhan atas mereka.

Saba’ menambahkan bahwa pengadilan pidana juga mewajibkan terpidana menyerahkan uang dengan jumlah satu juta lima ratus ribu riyal untuk membiayanyi persidangan.

Ini adalah kedua kalinya Presiden Yaman dijatuhi hukuman mati oleh Hutsi. Pada bulan Maret 2017, pengadilan yang sama memutuskan bahwa ia dan enam pembantu seniornya divonis mati karena pengkhianatan dan menjadi pemimpin tandingan di Republik Yaman.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Walikota Tangsel Larang Warga Hura-hura Saat Pergantian Tahun

Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengeluarkan surat edaran nomor 003.5/3457/Pem tentang himbauan menyambut tahun baru 2020

Selasa, 31/12/2019 12:12 0

Artikel

Refleksi Akhir Tahun: Umat Islam Belum Berakhir

Sebuah renungan tentang kondisi umat Islam baik di Indonesia maupun dunia di penghujung tahun 2019.

Senin, 30/12/2019 16:25 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Tujuh Makna Islam Washatiyah Ala Muhammadiyah

Din Syamsuddin menyampaikan tujuh pesan Islam washatiyah yang harus dipegang teguh oleh warga Muhammadiyah dan umat Islam.

Senin, 30/12/2019 10:40 0

Indonesia

Warga Aceh Tertawa Sinis Lihat Indeks Kerukunan Umat Beragama Kemenag

Kementerian Agama merilis Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) untuk tahun 2019. Hasilnya nilai rata-rata nasional di angka 73,83 untuk rentang 1 sampai 100.

Senin, 30/12/2019 10:28 0

Indonesia

Soal Izin FPI, Pemerintah Diminta Tak Gunakan Security Approach

Majelis Ulama Indonesia menyarankan pemerintah untuk segera menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) terhadap Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam.

Senin, 30/12/2019 10:03 0

Indonesia

MUI Berharap Pergantian Tahun Diisi Kegiatan Keagamaan

Majelis Ulama Indonesia mengharapkan masyarakat dalam pergantian tahun 2019 ke 2020 ini dengan kegiatan yang berarti dan bermakna.

Senin, 30/12/2019 09:48 0

Indonesia

MUI Akan Gelar KUII Ketujuh, Ini Temanya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyelenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) yang ketujuh.

Senin, 30/12/2019 09:34 0

Indonesia

Habib Hanif Alatas: Satu Ikatan Terkuat dengan Muslim Uighur, Kalimat Tauhid

Hujan mengguyur deras peserta Aksi Bela Uighur di depan gedung Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina (RRC) di Kuningan, Jakarta pada Jum'at (27/12/2019).. Meski begitu, orasi menggetarkan jiwa dari Habib Hanif Alatas, menantu Habib Rizieq Shihab malah semakin membakar semangat peserta aksi.

Sabtu, 28/12/2019 16:36 0

Indonesia

Soal Uighur, Slamet Maarif: Diamnya Pemerintah Berarti Menentang Pancasila dan UUD 1945

Delegasi peserta Aksi Bela Uighur Jum'at (27/12/2019) sempat diagendakan bertemu dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC) di dalam Gedung Kedubes RRC. Namun, di tengah perjalanan menuju tempat pertemuan, delegasi mengaku akan ditemui perwakilan RRC di gedung lain, tidak di dalam Gedung Kedubes China.

Sabtu, 28/12/2019 16:26 0

Indonesia

Doa untuk Uighur Ditolak, Tiga Pihak Akan Tempuh Jalur Hukum

Sebab, massa memberikan tuduhan tak mendasar atas acara tersebut.

Jum'at, 27/12/2019 21:00 0

Close