... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

MUI Yakin Ekonomi Syariah Bisa Atasi Kesenjangan Antar Masyarakat

Foto: Najamuddin Ramli

KIBLAT.NET, Jakarta – Memasuki awal tahun 2020, Majelis Ulama Indonesia mendorong Pemerintah untuk membuat kebijakan, regulasi dan melaksanakan program kerja yang lebih konkret untuk mengatasi kesenjangan ekonomi.

Salah satu regulasi yang ditawarkan untuk mengatasi ketimpangan pendapatan antar penduduk, kesenjangan antar daerah/wilayah saat ini di antaranya adalah dengan menerapkan sistem ekonomi Syariah.

“MUI meyakini salah satu cara mengatasi kesenjangan ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi syariah. MUI mendorong Pemerintah untuk terus meningkatkan peran dan kontribusi ekonomi syariah dalam perekonomian nasional,” ujar Wasekjen MUI, Najamuddin Ramly dalam tausiyah akhir tahun MU yang dibacakan di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Selasa (31/12/2019).

Najamuddin menjelaskan bahwa masalah kesenjangan ekonomi menjadi salah satu permasalahan besar di Indonesia yang harus segera diatasi. MUI meyakini berbagai terobosan baru dalam bentuk kebijakan, regulasi dan program kerja yang memuat aspirasi dan kebutuhan rakyat dan daerah secara optimal diharapkan akan mengurangi kesenjangan secara signifikan dan bertahap.

“Dengan demikian, pada satu titik tertentu perjalanan negara kita, permasalahan kesenjangan akan hilang dan semua rakyat tanpa kecuali dapat menikmati kemerdekaan. Dan hidup dalam kesejahteraan dan kemakmuran,” ujarnya.

Karenanya, MUI pun menyarankan pemerintah membuat berbagai kebijakan, regulasi dan program kerja baru di bidang ekonomi syariah. Seperti di bidang industri halal, keuangan syariah, bisnis halal pariwisata, fashion, kuliner, dan lain lain.
Tak luput juga tentang social fund seperti zakat, infaq, dan sadaqah untuk penerapan ekonomi syariah secara lebih luas.

BACA JUGA  Sekjen MUI: Pemberian BLT ke 29 Juta Masyarakat Harus Benar-benar Terealisasi

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Pengadilan Syiah Hutsi Vonis Mati Presiden dan PM Yaman

vonis mati ini dijatuhkan atas kejahatan menjalin kontak dengan musuh Republik Yaman. Para petinggi pemerintah sah itu dituduh menjalin hubungan dengan Israel.

Rabu, 01/01/2020 11:12 0

Suriah

Rusia Gempur Idlib di Malam Tahun Baru

Suara sirene peringatan serangan udara dari berbagai penjuru pun bersahut-sahutan di malam tersebut.

Rabu, 01/01/2020 09:57 0

Mesir

Adang Turki, Liga Arab Tolak Pengerahan Pasukan Asing ke Libya

Pertemuan darurat Liga Arab itu digelar atas permintaan Mesir. Mesir merupakan salah satu pendukung Haftar, sementara Turki mendukung pemerintah yang diakui secara internasional di Tripoli.

Rabu, 01/01/2020 08:54 0

News

2019, Tahun Protes dan Reformasi di Berbagai Penjuru Dunia

Korupsi, ekonomi yang buruk, politik dan kebebasan menjadi motif adanya tuntutan demonstran untuk melakukan reformasi di seluruh dunia.

Selasa, 31/12/2019 12:38 0

News

31 Desember 2019, Whatsapp Hentikan Layanan di Ponsel Ini

WhatsApp menghentikan layanan untuk ponsel yang menggunakan Android dan iOS versi lama karena OS tersebut tidak menawarkan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan untuk memperluas fitur aplikasi di masa depan.

Selasa, 31/12/2019 11:29 0

Suriah

Rezim Assad Siapkan Serangan Besar di Suriah Utara

"Sekitar 1.000 tentara yang dilengkapi dengan senapan mesin dan meriam, bersama ratusan milisi Irak dan Iran telah tiba di Aleppo dalam 72 jam terakhir," kata seorang sumber kepada Zaman el-Wasl, Senin (30/12/2019).

Selasa, 31/12/2019 11:03 0

Suriah

Teken Perjanjian dengan HTS, Jaisyul Wathany Diizinkan Masuk Idlib

Al-Shami mempertanyakan kenapa JW ingin menyentuh front yang dikendalikan oleh HTS.

Selasa, 31/12/2019 09:35 0

Turki

Parlemen Turki Akan Bahas Pengiriman Tentara ke Libya

Pemerintah membuat nota itu setelah perjanjian kerja sama militer dan keamanan antara Erdogan dan Perdana Menteri GNA, Al-Wefaq, Fayez al-Sarraj, pada akhir November.

Selasa, 31/12/2019 08:37 0

Afghanistan

Taliban Bantah Kesepakatan Gencatan Senjata Sementara dengan AS

Pernyataan itu meluruskan bahwa yang sedang dibicarakan adalah permintaan pihak AS untuk pengurangan eskalasi dan hal itu sedang dikaji oleh Imarah Islam Afghanistan. Berita tentang tercapainya kesepakatan itu kebohongan.

Selasa, 31/12/2019 07:51 0

Artikel

Refleksi Akhir Tahun: Umat Islam Belum Berakhir

Sebuah renungan tentang kondisi umat Islam baik di Indonesia maupun dunia di penghujung tahun 2019.

Senin, 30/12/2019 16:25 0

Close