... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Bantah Kesepakatan Gencatan Senjata Sementara dengan AS

KIBLAT.NET, Kabul – Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Senin (30/12/2019), membantah tercapainya gencatan sementara antara pihaknya dan Amerika Serikat dalam negoisasi di Doha. Bantahan resmi ini dikeluarkan setelah beredarnya informasi yang menyebutkan kemungkinan disepakatinya gencatan sementara di Afghanistan.

Pernyataan Taliban muncul ketika pasukan lokal dan internasional sedang mempersiapkan menghadapi musim dingin panjang. Di saat yang sama, negosiasi antara Taliban dan AS dimulai kembali setelah Presiden Donald Trump menangguhkannya awal tahun ini.

“Dalam beberapa hari terakhir, media telah menerbitkan laporan yang salah tentang gencatan senjata. Emirat Islam Afghanistan tidak memiliki rencana untuk gencatan senjata,” kata pernyataan Taliban seperti dilansir AFP.

Pernyataan itu meluruskan bahwa yang sedang dibicarakan adalah permintaan pihak AS untuk pengurangan eskalasi dan hal itu sedang dikaji oleh Imarah Islam Afghanistan. Berita tentang tercapainya kesepakatan itu kebohongan.

Selama lebih dari setahun, Amerika Serikat dan Taliban membahas perjanjian yang akan memungkinkan penarikan pasukan AS dari Afghanistan. AS bersedia menarik pasukan dengan imbalan Taliban berkomitmen pada langkah-langkah keamanan dalam persiapan untuk pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan dan berjanji untuk mengurangi kekerasan.

Akan tetapi, Taliban dengan tegas menolak segala bentuk gencatan senjata selama pasukan asing belum keluar dari Afghanistan.

Hingga saat ini, kedua pihak sepakat pada penarikan pasukang asing dari Afghanistan dan jaminan Taliban negara itu tidak jadi basis “teroris” selepas kepergian AS. Akan tetapi, keduanya belum mencapai kesepakatan mengenai mekanisme untuk melaksanakan dua perjanjian itu.

BACA JUGA  AS Umumkan Gencatan Senjata Sepekan dengan Taliban

Sumber: AFP
Redaktur; Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Refleksi Akhir Tahun: Umat Islam Belum Berakhir

Sebuah renungan tentang kondisi umat Islam baik di Indonesia maupun dunia di penghujung tahun 2019.

Senin, 30/12/2019 16:25 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Tujuh Makna Islam Washatiyah Ala Muhammadiyah

Din Syamsuddin menyampaikan tujuh pesan Islam washatiyah yang harus dipegang teguh oleh warga Muhammadiyah dan umat Islam.

Senin, 30/12/2019 10:40 0

Indonesia

Warga Aceh Tertawa Sinis Lihat Indeks Kerukunan Umat Beragama Kemenag

Kementerian Agama merilis Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) untuk tahun 2019. Hasilnya nilai rata-rata nasional di angka 73,83 untuk rentang 1 sampai 100.

Senin, 30/12/2019 10:28 0

Indonesia

Soal Izin FPI, Pemerintah Diminta Tak Gunakan Security Approach

Majelis Ulama Indonesia menyarankan pemerintah untuk segera menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) terhadap Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam.

Senin, 30/12/2019 10:03 0

Indonesia

MUI Berharap Pergantian Tahun Diisi Kegiatan Keagamaan

Majelis Ulama Indonesia mengharapkan masyarakat dalam pergantian tahun 2019 ke 2020 ini dengan kegiatan yang berarti dan bermakna.

Senin, 30/12/2019 09:48 0

Indonesia

MUI Akan Gelar KUII Ketujuh, Ini Temanya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyelenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) yang ketujuh.

Senin, 30/12/2019 09:34 0

Indonesia

Habib Hanif Alatas: Satu Ikatan Terkuat dengan Muslim Uighur, Kalimat Tauhid

Hujan mengguyur deras peserta Aksi Bela Uighur di depan gedung Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina (RRC) di Kuningan, Jakarta pada Jum'at (27/12/2019).. Meski begitu, orasi menggetarkan jiwa dari Habib Hanif Alatas, menantu Habib Rizieq Shihab malah semakin membakar semangat peserta aksi.

Sabtu, 28/12/2019 16:36 0

Indonesia

Soal Uighur, Slamet Maarif: Diamnya Pemerintah Berarti Menentang Pancasila dan UUD 1945

Delegasi peserta Aksi Bela Uighur Jum'at (27/12/2019) sempat diagendakan bertemu dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC) di dalam Gedung Kedubes RRC. Namun, di tengah perjalanan menuju tempat pertemuan, delegasi mengaku akan ditemui perwakilan RRC di gedung lain, tidak di dalam Gedung Kedubes China.

Sabtu, 28/12/2019 16:26 0

Indonesia

Doa untuk Uighur Ditolak, Tiga Pihak Akan Tempuh Jalur Hukum

Sebab, massa memberikan tuduhan tak mendasar atas acara tersebut.

Jum'at, 27/12/2019 21:00 0

Indonesia

Gus Nuril Sebut Doa untuk Uighur di Bali Nodai Hari Natal

Pembina Ormas Patriot Garda NKRI (PGN), Gus Nuril Arifin menilai tindakan anggotanya menolak acara "Untukmu Palestina & Uighur Tercinta" di Bali sudah benar.

Jum'at, 27/12/2019 20:37 2

Close