Rezim Assad Siapkan Serangan Besar di Suriah Utara

KIBLAT.NET, Aleppo – Tentara rezim Suriah telah mengirim bala bantuan besar ke provinsi Aleppo utara, termasuk pasukan elit Divisi Lapis Baja ke-4. Sementara rezim yang didukung oleh Rusia ini berusaha untuk mengambil benteng-benteng oposisi terakhir di Suriah utara.

“Sekitar 1.000 tentara yang dilengkapi dengan senapan mesin dan meriam, bersama ratusan milisi Irak dan Iran telah tiba di Aleppo dalam 72 jam terakhir,” kata seorang sumber kepada Zaman el-Wasl, Senin (30/12/2019).

Kendaraan Lapis Baja dan personel militer dari Divisi ke-6 juga menuju ke arah selatan dan barat desa Aleppo, yang berasal dari provinsi pesisir Latakia.

Para aktivis memperingatkan akan terjadi serangan di daerah Aleppo yang dikuasai opoisi, seperti Idlib, ketika pesawat tempur rezim melakukan 12 serangan pada hari Senin yang menyebabkan 5 warga sipil terluka.

Pasukan rezim telah membombardir provinsi Idlib selatan dan timur sejak akhir November. Serangan darat yang dimulai pada pertengahan Desember telah menewaskan lebih dari 100 orang dan membuat 280.000 orang terlantar.

Rezim Assad, yang sekarang mengendalikan 70 persen dari Suriah, telah berulang kali bersumpah untuk mengambil kembali wilayah Idlib. Lebih dari 51.260 keluarga telah mengungsi sejak rezim memulai serangan besar-besaran di desa Idlib di selatan dan timur.

Sementara sekitar 500 pejuang yang didukung Turki telah memasuki provinsi Idlib utara, berusaha untuk menghentikan serangan.

BACA JUGA  Banjir Terjang Ratusan Tenda Pengungsi Suriah di Idlib

Abdullah Halawa, komandan militer Brigade Hamza, mengatakan Tentara Nasional Suriah telah mengirim personil militer ke pedesaan selatan Idlib, untuk memperkuat unit-unitnya di sana dan mendukung sesama kelompok bersenjata.

“Sejauh ini, Tentara Nasional telah memperkuat medan perang Idlib dengan 1500 pejuang sejak akhir November,” kata Halawa.

Tentara Nasional Suriah adalah kelompok payung di Suriah utara yang terdiri dari bermacam-macam pasukan oposisi.

Perang delapan tahun telah merenggut nyawa ratusan ribu dan memaksa 13 juta orang dari rumah mereka. Setengah dari mereka telah meninggalkan tanah air mereka yang hancur.

Sumber: Zaman el-Wasl
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat