... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Parlemen Turki Akan Bahas Pengiriman Tentara ke Libya

Foto: Militer Turki

KIBLAT.NET, Ankara – Kepresidenan Turki, Senin (30/12/2019), mengirim nota ke parlemen yang memungkinakan Ankara mengirim personil militer ke Libya untuk mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA). Parlemen akan mengambil suara untuk menentukan persetujuan atau penolakan nota yang diajukan tersebut.

Nota yang ditandatangani oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan ini merupakan langkah pertama yang mendahului rapat luar biasa Dewan Perwakilan Rakyat. Parlemen akan membahas nota itu pada Kamis mendatang, menurut kantor berita resmi Anatolia.

Pemerintah membuat nota itu setelah perjanjian kerja sama militer dan keamanan antara Erdogan dan Perdana Menteri GNA, Al-Wefaq, Fayez al-Sarraj, pada akhir November.

Perjanjian ini memungkinkan kedua pihak bertukar personel militer atau polisi untuk misi pelatihan dan keahlian personil.

Juru bicara Erdogan mengkonfirmasi pada Jumat lalu bahwa pemerintah GNA telah meminta bantuan militer dari Turki.

Pemerintah Turki harus mendapatkan persetujuan parlemen atas nota yang dikirimkannya untuk dapat mengerahkan pasukan ke Libya, seperti yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya ketika mengerahkan tentara ke Suriah dan Irak

Pemerintah GNA yang berbasis di Tripoli dan diakui internasional menghadapi operasi militer yang dipimpin oleh Field Marshal Khalifa Haftar. Secara politik, Haftar sendiri didukung oleh beberapa negara, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir, kekuatan regional yang bersaing dengan Ankara.

Libya jatuh dalam kekacauan pasca lengsernya Muammar Gaddafi. Terjadi dual pemerintahan dengan masing-masing mendapat dukungan dari luar.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Refleksi Akhir Tahun: Umat Islam Belum Berakhir

Sebuah renungan tentang kondisi umat Islam baik di Indonesia maupun dunia di penghujung tahun 2019.

Senin, 30/12/2019 16:25 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Tujuh Makna Islam Washatiyah Ala Muhammadiyah

Din Syamsuddin menyampaikan tujuh pesan Islam washatiyah yang harus dipegang teguh oleh warga Muhammadiyah dan umat Islam.

Senin, 30/12/2019 10:40 0

Indonesia

Warga Aceh Tertawa Sinis Lihat Indeks Kerukunan Umat Beragama Kemenag

Kementerian Agama merilis Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) untuk tahun 2019. Hasilnya nilai rata-rata nasional di angka 73,83 untuk rentang 1 sampai 100.

Senin, 30/12/2019 10:28 0

Indonesia

Soal Izin FPI, Pemerintah Diminta Tak Gunakan Security Approach

Majelis Ulama Indonesia menyarankan pemerintah untuk segera menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) terhadap Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam.

Senin, 30/12/2019 10:03 0

Indonesia

MUI Berharap Pergantian Tahun Diisi Kegiatan Keagamaan

Majelis Ulama Indonesia mengharapkan masyarakat dalam pergantian tahun 2019 ke 2020 ini dengan kegiatan yang berarti dan bermakna.

Senin, 30/12/2019 09:48 0

Indonesia

MUI Akan Gelar KUII Ketujuh, Ini Temanya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyelenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) yang ketujuh.

Senin, 30/12/2019 09:34 0

Indonesia

Habib Hanif Alatas: Satu Ikatan Terkuat dengan Muslim Uighur, Kalimat Tauhid

Hujan mengguyur deras peserta Aksi Bela Uighur di depan gedung Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina (RRC) di Kuningan, Jakarta pada Jum'at (27/12/2019).. Meski begitu, orasi menggetarkan jiwa dari Habib Hanif Alatas, menantu Habib Rizieq Shihab malah semakin membakar semangat peserta aksi.

Sabtu, 28/12/2019 16:36 0

Indonesia

Soal Uighur, Slamet Maarif: Diamnya Pemerintah Berarti Menentang Pancasila dan UUD 1945

Delegasi peserta Aksi Bela Uighur Jum'at (27/12/2019) sempat diagendakan bertemu dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC) di dalam Gedung Kedubes RRC. Namun, di tengah perjalanan menuju tempat pertemuan, delegasi mengaku akan ditemui perwakilan RRC di gedung lain, tidak di dalam Gedung Kedubes China.

Sabtu, 28/12/2019 16:26 0

Indonesia

Doa untuk Uighur Ditolak, Tiga Pihak Akan Tempuh Jalur Hukum

Sebab, massa memberikan tuduhan tak mendasar atas acara tersebut.

Jum'at, 27/12/2019 21:00 0

Indonesia

Gus Nuril Sebut Doa untuk Uighur di Bali Nodai Hari Natal

Pembina Ormas Patriot Garda NKRI (PGN), Gus Nuril Arifin menilai tindakan anggotanya menolak acara "Untukmu Palestina & Uighur Tercinta" di Bali sudah benar.

Jum'at, 27/12/2019 20:37 2

Close
CLOSE
CLOSE