... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

31 Desember 2019, Whatsapp Hentikan Layanan di Ponsel Ini

Foto: Whatsapp

KIBLAT.NET, Jakarta – WhatsApp telah mengakhiri layanan untuk beberapa ponsel Blackberry dan Nokia pada tahun 2016. Setahun kemudian, pada tahun 2017, platform perpesanan ini menghentikan layanan untuk Android, Windows, dan iPhone tertentu yang berjalan pada sistem operasi versi lama.

Ketika tahun 2019 hampir berakhir, WhatsApp mengakhiri layanan untuk semua ponsel yang menjalankan OS Windows dan juga beberapa iPhone dan ponsel Android yang berjalan pada versi OS lama.

Menurut blog resmi yang diposting oleh WhatsApp, platform perpesanan ini akan berhenti berfungsi untuk semua sistem operasi ponsel Windows setelah 31 Desember 2019. Artinya para pengguna ponsel Nokia Lumia dan perangkat lain yang berjalan pada OS Windows tidak akan dapat menggunakan WhatsApp setelah tanggal itu.

Blog itu juga menyebutkan bahwa WhatsApp akan berhenti bekerja pada semua ponsel Android versi 2.3.7 dan versi yang lebih lama, juga iPhone yang berjalan di iOS 7 dan versi yang lebih lama setelah 1 Februari 2020.

Mengapa WhatsApp hentikan layanan pada ponsel ini?

WhatsApp menghentikan layanan untuk ponsel yang menggunakan Android dan iOS versi lama karena OS tersebut tidak menawarkan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan untuk memperluas fitur aplikasi di masa depan.

“Jika Anda menggunakan salah satu perangkat seluler yang terpengaruh ini, kami sarankan untuk meningkatkan ke Android, iPhone, atau Windows Phone yang lebih baru sebelum akhir 2016 untuk terus menggunakan WhatsApp,” kata platform perpesanan milik Facebook dalam posting blog.

BACA JUGA  Sebuah Ponsel Tertanam di Perut Pria Ini Selama 7 Bulan

Apakah secara otomatis Whatsapp langsung tidak berfungsi?

Tidak, WhatsApp tidak akan berhenti bekerja secara langsung. Tetapi aplikasi ini tidak akan menerima pembaruan lebih lanjut yang pada akhirnya akan mengakhiri layanan.

“Kami tidak akan lagi aktif mengembangkan platform ini, beberapa fitur mungkin berhenti berfungsi kapan saja,” kata WhatsApp.

“Ketika kami memulai WhatsApp pada 2009, penggunaan perangkat seluler oleh orang-orang terlihat sangat berbeda dari hari ini. The Apel App Store hanya berumur beberapa bulan. Sekitar 70 persen smartphone yang dijual pada saat itu memiliki sistem operasi yang ditawarkan oleh BlackBerry dan Nokia. Sistem operasi seluler yang ditawarkan oleh Google, Apple, dan Microsoft – yang menyumbang 99,5 persen dari penjualan saat ini – berada pada kurang dari 25 persen perangkat seluler yang dijual pada saat itu.”

Saat ini, skenario ini benar-benar berbeda dengan kebanyakan orang pengguna Android atau iPhone yang berjalan pada OS terbaru. Untuk memberikan pengalaman yang jauh lebih baik kepada pengguna, WhatsApp ingin fokus pada platform seluler yang kebanyakan orang gunakan saat ini.

Sumber: The Indian Express
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Refleksi Akhir Tahun: Umat Islam Belum Berakhir

Sebuah renungan tentang kondisi umat Islam baik di Indonesia maupun dunia di penghujung tahun 2019.

Senin, 30/12/2019 16:25 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Tujuh Makna Islam Washatiyah Ala Muhammadiyah

Din Syamsuddin menyampaikan tujuh pesan Islam washatiyah yang harus dipegang teguh oleh warga Muhammadiyah dan umat Islam.

Senin, 30/12/2019 10:40 0

Indonesia

Warga Aceh Tertawa Sinis Lihat Indeks Kerukunan Umat Beragama Kemenag

Kementerian Agama merilis Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) untuk tahun 2019. Hasilnya nilai rata-rata nasional di angka 73,83 untuk rentang 1 sampai 100.

Senin, 30/12/2019 10:28 0

Indonesia

Soal Izin FPI, Pemerintah Diminta Tak Gunakan Security Approach

Majelis Ulama Indonesia menyarankan pemerintah untuk segera menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) terhadap Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam.

Senin, 30/12/2019 10:03 0

Indonesia

MUI Berharap Pergantian Tahun Diisi Kegiatan Keagamaan

Majelis Ulama Indonesia mengharapkan masyarakat dalam pergantian tahun 2019 ke 2020 ini dengan kegiatan yang berarti dan bermakna.

Senin, 30/12/2019 09:48 0

Indonesia

MUI Akan Gelar KUII Ketujuh, Ini Temanya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyelenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) yang ketujuh.

Senin, 30/12/2019 09:34 0

Indonesia

Habib Hanif Alatas: Satu Ikatan Terkuat dengan Muslim Uighur, Kalimat Tauhid

Hujan mengguyur deras peserta Aksi Bela Uighur di depan gedung Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina (RRC) di Kuningan, Jakarta pada Jum'at (27/12/2019).. Meski begitu, orasi menggetarkan jiwa dari Habib Hanif Alatas, menantu Habib Rizieq Shihab malah semakin membakar semangat peserta aksi.

Sabtu, 28/12/2019 16:36 0

Indonesia

Soal Uighur, Slamet Maarif: Diamnya Pemerintah Berarti Menentang Pancasila dan UUD 1945

Delegasi peserta Aksi Bela Uighur Jum'at (27/12/2019) sempat diagendakan bertemu dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC) di dalam Gedung Kedubes RRC. Namun, di tengah perjalanan menuju tempat pertemuan, delegasi mengaku akan ditemui perwakilan RRC di gedung lain, tidak di dalam Gedung Kedubes China.

Sabtu, 28/12/2019 16:26 0

Indonesia

Doa untuk Uighur Ditolak, Tiga Pihak Akan Tempuh Jalur Hukum

Sebab, massa memberikan tuduhan tak mendasar atas acara tersebut.

Jum'at, 27/12/2019 21:00 0

Indonesia

Gus Nuril Sebut Doa untuk Uighur di Bali Nodai Hari Natal

Pembina Ormas Patriot Garda NKRI (PGN), Gus Nuril Arifin menilai tindakan anggotanya menolak acara "Untukmu Palestina & Uighur Tercinta" di Bali sudah benar.

Jum'at, 27/12/2019 20:37 2

Close
CLOSE
CLOSE