... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

2019, Tahun Protes dan Reformasi di Berbagai Penjuru Dunia

Foto: Demo menolak RUU Ekstradisi di Hong Kong

KIBLAT.NET – Korupsi, ekonomi yang buruk, politik dan kebebasan menjadi motif adanya tuntutan demonstran untuk melakukan reformasi di seluruh dunia. Berikut ini sejumlah protes yang terjadi di berbagai benua:

1. Aljazair. Pada bulan Februari, setelah Presiden Abdelaziz Bouteflika mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan kelima, diperkirakan 3 juta pemrotes di Aljazair menuntut perombakan penuh atas rezim Bouteflika. Bouteflika mengundurkan diri pada bulan April. Pemilihan dijadwalkan bulan Desember.

2. Bolivia. Setelah pemilihan umum pada bulan Oktober, rakyat Bolivia di La Paz memprotes kecurangan pemilu terhadap Presiden Evo Morales. Pada bulan November, Morales mengumumkan pengunduran dirinya dan melarikan diri ke Meksiko. Para pendukungnya menuntut kepulangannya. Setidaknya 31 orang telah terbunuh.

3. Chili. Protes dimulai pada Oktober di ibukota, Santiago, karena wacana kenaikan tarif kereta bawah tanah. Protes segera menyebar ke seluruh negeri, dengan warga Chili menuntut kesetaraan penghasilan, perawatan kesehatan yang lebih baik, dan lebih banyak uang untuk pendidikan. Setidaknya 22 orang telah terbunuh.

4. Kolombia. Protes dimulai pada November karena berbagai masalah, termasuk kurangnya rencana ekonomi nasional, korupsi dan pembunuhan aktivis hak asasi manusia. Protes telah menarik lebih dari 250.000 orang. Setidaknya tiga orang telah terbunuh.

5. Republik Ceko. Pada November, lebih dari 200.000 orang di Praha menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Andrej Babis karena dugaan penipuan.

BACA JUGA  Ujaran Kebencian Macron Berbalas Seruan Boikot, Relevankah?

6. Ekuador. Protes dan kerusuhan meletus pada Oktober atas langkah-langkah penghematan Presiden Lenin Moreno yang mengusulkan penghentian subsidi bahan bakar dan pemotongan tunjangan dan gaji pegawai negeri. Protes berakhir setelah kelompok masyarakat adat dan pemerintah Ekuador mencapai kesepakatan.

7. Mesir. Protes langka dilakukan di Kairo, Alexandria dan beberapa kota lain pada 20 dan 27 September. Massa menyebut pejabat tinggi menggunakan dana publik untuk kekayaan pribadi. Lebih dari 4.000 orang – termasuk 11 jurnalis dan lebih dari 100 anak-anak dan orang asing – ditangkap.

8. Prancis. Pada bulan November, ribuan orang memprotes, menuntut perubahan upah yang stagnan, kenaikan harga, dan ketimpangan pendapatan. Lebih dari 145 orang ditangkap.

9. Haiti. Pada bulan Februari, pengunjuk rasa di Port-au-Prince menuntut pengunduran diri Presiden Jovenel Moïse. Mereka juga menuntut pemerintah transisi dan penuntutan pejabat yang korup. Setidaknya 40 orang telah tewas sejak September.

10. Hong Kong. Protes dimulai pada bulan Maret menentang usulan RUU yang akan memungkinkan warga Hong Kong diekstradisi ke daratan China. Protes dengan cepat berubah menjadi seruan yang lebih luas untuk demokrasi. Sekitar 2 juta orang berpartisipasi dalam rapat umum 16 Juni. Dua orang telah tewas sejak Maret.

11. Indonesia. Pada bulan September, para siswa di kota-kota besar memprotes pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Paling tidak dua orang terbunuh. Para pengunjuk rasa juga menuntut pemerintah membatalkan undang-undang baru yang menghukum orang karena menghina presiden.

BACA JUGA  Fraksi PKS Nilai Keputusan Politik Pemerintah Oligarkis dan Minim Diskusi

12. Iran. Pada bulan November, protes meletus di seluruh Iran setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga bensin 50%. Lebih dari 140 pemrotes tewas di 22 kota. Lebih dari 1.000 telah ditangkap dalam penumpasan nasional.

13. Irak. Sejak Oktober, protes anti-korupsi telah diadakan di Baghdad dan bagian selatan negara itu. Menurut perhitungan pemerintah sendiri, lebih dari 350 orang telah meninggal dan hampir 1.000 orang terluka.

14. Lebanon. Sejak Oktober, pengunjuk rasa di seluruh negeri telah menuntut diakhirinya korupsi, menyerukan pemerintah baru yang seluruhnya terdiri dari “teknokrat,” atau non-politisi. Para pengunjuk rasa juga menuntut lebih banyak pekerjaan dan peningkatan layanan seperti listrik, air dan perawatan kesehatan.

15. Rusia. Sejak musim panas, protes yang disetujui dan tidak disetujui telah terjadi di Moskow, dipicu oleh pemilihan dewan kota di mana kandidat oposisi dilarang. Lebih dari 1.500 pengunjuk rasa telah ditangkap, beberapa dijatuhi hukuman penjara yang lama. Demonstran sekarang menuntut pembebasan para pemrotes yang dipenjara.

16. Spanyol. Para demonstran pro-kemerdekaan di wilayah Catalonia membanjiri jalan-jalan pada Oktober setelah sembilan pemimpin separatis dijatuhi hukuman penjara yang lama karena mengadakan referendum ilegal pada 2017.

Sumber: Voa News
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Walikota Tangsel Larang Warga Hura-hura Saat Pergantian Tahun

Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengeluarkan surat edaran nomor 003.5/3457/Pem tentang himbauan menyambut tahun baru 2020

Selasa, 31/12/2019 12:12 0

Artikel

Refleksi Akhir Tahun: Umat Islam Belum Berakhir

Sebuah renungan tentang kondisi umat Islam baik di Indonesia maupun dunia di penghujung tahun 2019.

Senin, 30/12/2019 16:25 0

Indonesia

Din Syamsuddin: Tujuh Makna Islam Washatiyah Ala Muhammadiyah

Din Syamsuddin menyampaikan tujuh pesan Islam washatiyah yang harus dipegang teguh oleh warga Muhammadiyah dan umat Islam.

Senin, 30/12/2019 10:40 0

Indonesia

Warga Aceh Tertawa Sinis Lihat Indeks Kerukunan Umat Beragama Kemenag

Kementerian Agama merilis Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) untuk tahun 2019. Hasilnya nilai rata-rata nasional di angka 73,83 untuk rentang 1 sampai 100.

Senin, 30/12/2019 10:28 0

Indonesia

Soal Izin FPI, Pemerintah Diminta Tak Gunakan Security Approach

Majelis Ulama Indonesia menyarankan pemerintah untuk segera menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) terhadap Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam.

Senin, 30/12/2019 10:03 0

Indonesia

MUI Berharap Pergantian Tahun Diisi Kegiatan Keagamaan

Majelis Ulama Indonesia mengharapkan masyarakat dalam pergantian tahun 2019 ke 2020 ini dengan kegiatan yang berarti dan bermakna.

Senin, 30/12/2019 09:48 0

Indonesia

MUI Akan Gelar KUII Ketujuh, Ini Temanya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyelenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) yang ketujuh.

Senin, 30/12/2019 09:34 0

Indonesia

Habib Hanif Alatas: Satu Ikatan Terkuat dengan Muslim Uighur, Kalimat Tauhid

Hujan mengguyur deras peserta Aksi Bela Uighur di depan gedung Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina (RRC) di Kuningan, Jakarta pada Jum'at (27/12/2019).. Meski begitu, orasi menggetarkan jiwa dari Habib Hanif Alatas, menantu Habib Rizieq Shihab malah semakin membakar semangat peserta aksi.

Sabtu, 28/12/2019 16:36 0

Indonesia

Soal Uighur, Slamet Maarif: Diamnya Pemerintah Berarti Menentang Pancasila dan UUD 1945

Delegasi peserta Aksi Bela Uighur Jum'at (27/12/2019) sempat diagendakan bertemu dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC) di dalam Gedung Kedubes RRC. Namun, di tengah perjalanan menuju tempat pertemuan, delegasi mengaku akan ditemui perwakilan RRC di gedung lain, tidak di dalam Gedung Kedubes China.

Sabtu, 28/12/2019 16:26 0

Indonesia

Doa untuk Uighur Ditolak, Tiga Pihak Akan Tempuh Jalur Hukum

Sebab, massa memberikan tuduhan tak mendasar atas acara tersebut.

Jum'at, 27/12/2019 21:00 0

Close