... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban-AS Dilaporkan Sepakati Gencatan Senjata Sementara

Foto: Negosiasi Taliban-AS

KIBLAT.NET, Kabul – Imarah Islam Afghanistan (Taliban), Ahad (29/12/2019), dikabarkan menyetujui gencatan senjata sementara. Gencatan ini memberikan jendela melalui mana perjanjian damai dengan Amerika Serikat dapat ditandatangani.

Kantor berita AS Associated Press (AP) menyebut, seperti dilansir Anadolu Agency (AA), para petinggi Taliban yang tidak diungkap nama mereka mengatakan bahwa Dewan Taliban menyetujui gencatan senjata sementara di Afghanistan, tanpa menyebutkan tanggal dimulainya.

Washington meminta gencatan senjata sebelum menandatangani perjanjian perdamaian yang akan memungkinkan Amerika Serikat memulangkan tentaranya dari Afghanistan. AS ingin mengakhiri keterlibatan militernya di Afghanistan yang sudah berlangsung selama 18 tahun, dan menjadi perang terpanjang dalam sejarah Amerika.

Sementara itu, belum dapat dikonfirmasi dari pihak AS terkait hal ini begitu juga pernyataan resmi dari Taliban. Kesepakatan-kesepakatan antara AS-Taliban kerap tidak diungkap secara resmi ke media.

Amerika Serikat mensyaratkan bahwa perjanjian apa pun harus termasuk jaminan Taliban wilayah Afghanistan steril dari kelompok-kelompok “teroris”. Amerika Serikat sendiri saat ini menempatkan pasukan sebanyak 12.000 tentara di Afghanistan.

Menurut AP, keseapakatan gencatan sementara itu harus disetujui oleh pemimpin utama Taliban namun mungkin disetujui.

Durasi gencatan senjata tidak ditentukan, atau kapan akan dimulai, tetapi diusulkan untuk berlanjut selama 10 hari.

AP mencatat bahwa 4 anggota tim negosiasi Taliban telah bertemu selama sepekan dengan Dewan Taliban tak lama sebelum menyetujui gencatan senjata.

BACA JUGA  Tentara AS Tewas di Pangkalan Bagram, Pentagon Gelar Penyelidikan

Pada Ahad, tim perunding kembali ke Qatar, tempat Taliban mempertahankan kantor politik mereka. Qatar juga menjadi tempat berunding dengan utusan khusus AS Zalmay Khalilzad.

Negosiasi AS-Taliban sempat terhenti menyusul pengumuman pembatalan sepihak oleh AS. Namun negoisasi kembali digelar sementara Taliban terus menggelar operasi militer menargetkan pasukan asing.

Sumber: AA
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Izin FPI, Pemerintah Diminta Tak Gunakan Security Approach

Majelis Ulama Indonesia menyarankan pemerintah untuk segera menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) terhadap Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam.

Senin, 30/12/2019 10:03 0

Indonesia

MUI Berharap Pergantian Tahun Diisi Kegiatan Keagamaan

Majelis Ulama Indonesia mengharapkan masyarakat dalam pergantian tahun 2019 ke 2020 ini dengan kegiatan yang berarti dan bermakna.

Senin, 30/12/2019 09:48 0

Indonesia

MUI Akan Gelar KUII Ketujuh, Ini Temanya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menyelenggarakan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) yang ketujuh.

Senin, 30/12/2019 09:34 0

Indonesia

Habib Hanif Alatas: Satu Ikatan Terkuat dengan Muslim Uighur, Kalimat Tauhid

Hujan mengguyur deras peserta Aksi Bela Uighur di depan gedung Kedutaan Besar Republik Rakyat Cina (RRC) di Kuningan, Jakarta pada Jum'at (27/12/2019).. Meski begitu, orasi menggetarkan jiwa dari Habib Hanif Alatas, menantu Habib Rizieq Shihab malah semakin membakar semangat peserta aksi.

Sabtu, 28/12/2019 16:36 0

Indonesia

Soal Uighur, Slamet Maarif: Diamnya Pemerintah Berarti Menentang Pancasila dan UUD 1945

Delegasi peserta Aksi Bela Uighur Jum'at (27/12/2019) sempat diagendakan bertemu dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC) di dalam Gedung Kedubes RRC. Namun, di tengah perjalanan menuju tempat pertemuan, delegasi mengaku akan ditemui perwakilan RRC di gedung lain, tidak di dalam Gedung Kedubes China.

Sabtu, 28/12/2019 16:26 0

Indonesia

Doa untuk Uighur Ditolak, Tiga Pihak Akan Tempuh Jalur Hukum

Sebab, massa memberikan tuduhan tak mendasar atas acara tersebut.

Jum'at, 27/12/2019 21:00 0

Indonesia

Gus Nuril Sebut Doa untuk Uighur di Bali Nodai Hari Natal

Pembina Ormas Patriot Garda NKRI (PGN), Gus Nuril Arifin menilai tindakan anggotanya menolak acara "Untukmu Palestina & Uighur Tercinta" di Bali sudah benar.

Jum'at, 27/12/2019 20:37 2

Indonesia

Ormas Binaan Gus Nuril Tolak Acara Doa untuk Uighur dan Palestina

Massa yang dipimpin oleh Panglima Komando PGN, Gus Yadi ini memadati area luar Hotel Princess Keisha Teuku Umar Barat, tempat acara berlangsung.

Jum'at, 27/12/2019 19:43 2

Indonesia

Diguyur Hujan Deras, Peserta Aksi Bela Uighur Shalat Ashar Berjamaah Depan Kedubes China

Aksi bela muslim Uighur di depan Gedung Kedutaan Besar Republik Rakyat China digelar pada hari Jum'at (27/12/2019), dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Salah satu tuntutan peserta aksi adalah ingin bertemu dengan Dubes Cina untuk menyampaikan aspirasinya.

Jum'at, 27/12/2019 16:51 0

Foto

Bikin Merinding, Penampakan Gerhana Matahari 2019 di Berbagai Negara

Ketika kita merujuk kepada sejarah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, rasa takut dan khawatir juga pernah dialami oleh kaum Muslimin ketika terjadi gerhana. T

Jum'at, 27/12/2019 16:46 0

Close