... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Izin FPI, Pemerintah Diminta Tak Gunakan Security Approach

Foto: Logo FPI

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia menyarankan pemerintah untuk segera menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) terhadap Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam (FPI). Setelah dikeluarkannya SKT nanti, diharapkan pemerintah dan pimpinan FPI bisa duduk satu meja, membicarakan kemajuan bangsa.

“Karena untuk memajukan bangsa ini tidak hanya tugas pemerintah, tapi juga tugas masyarakat,” ujar Sekjen MUI, Dr Anwar Abbas, ditemui di Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Meskipun pemerintah memiliki kekuasaan, lanjut Anwar, ia menyarankan pemerintah tidak terlalu mengedepankan Security Approach, pendekatan keamanan dalam membangun dan mengembangkan bangsa.

“Silahkan mempergunakan Security Approach, tapi jangan terlalu mengedepankannya. Karena persoalan bangsa ini sangat banyak, dan tidak akan terselesaikan oleh pemerintah. Tanpa partisipasi rakyat, pemerintah tidak bisa mengurus bangsa Ini,” ujarnya.

Anwar pun menegaskan, sebaiknya pemerintah menerbitkan SKT FPI. Pimpinan FPI dan Pemerintah, diharapkan berdiskusi dan dialog, untuk memajukan bangsa.

“Sekian dialog yang kita lakukan harus ada titik temunya, harus ada kesepakatan-kesepakatan, itu adalah kita sama-sama untuk memajukan bangsa, dan tidak untuk membuat gaduh,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rusia

Putin Berterima Kasih kepada Trump Atas Informasi Intelijen “Serangan Teroris”

Pernyataan itu menambahkan bahwa Putin berterima kasih kepada Trump atas informasi intelijen yang diberikan ke Moskow.

Senin, 30/12/2019 09:51 0

Arab Saudi

Saudi Vonis Mati Penyerang Aktor Teater Spanyol Saat Tampil di Riyadh

"Pengadilan kriminal mengeluarkan putusan awal untuk membunuh pelaku serangan teroris terhadap kelompok teater di Riyadh," kata Al-Akhbariya seperti dilansir AFP.

Senin, 30/12/2019 08:58 0

Amerika

Militer AS Targetkan Lima Pangkalan Milisi Hizbullah Irak

Hoffman menuduh faksi tersebut menargetkan pangkalan militer Kirkuk dengan 30 peluru mortir pada Jumat lalu. Akibatnya, seorang kontraktor Amerika tewas dan empat tentara Amerika serta dua tentara Irak terluka.

Senin, 30/12/2019 08:24 0

Afghanistan

Istri Syaikh Abdullah Azzam Sayangkan Media Islam Gagal Klarifikasi Pikiran Jihadis

"Sejarah tidak akan pernah melupakan para mujahidin," katanya. Ia seraya menambahkan bahwa Abdullah Azzam dan mujahidin di dunia kerap menjadi sasaran "ketidakadilan total karena kami gagal mengklarifikasi ide-ide mujahidin - yang karenanya saya menyalahkan media-media di dunia Muslim."

Ahad, 29/12/2019 13:01 0

Suriah

Oposisi Suriah Seru Dunia Bantu Jutaan Warga Idlib

Idlib merupakan rumah bagi 3 juta warga sipil. PBB telah memperingatkan akan meningkatnya risiko bencana kemanusiaan di sepanjang perbatasan Turki.

Sabtu, 28/12/2019 10:14 0

Mesir

Youtuber Mesir Ditangkap Usai Kritik Presiden

Al-Masry Al-Youm melaporkan bahwa ia akan diadili bersama sejumlah terdakwa lainnya.

Sabtu, 28/12/2019 09:48 0

Arab Saudi

Indonesia Urutan Kedua Penyumbang Jamaah Umrah Terbanyak

Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan 2.371.441 visa Umrah antara 31 Agustus dan 20 Desember 2019.

Sabtu, 28/12/2019 09:38 0

Foto

Bikin Merinding, Penampakan Gerhana Matahari 2019 di Berbagai Negara

Ketika kita merujuk kepada sejarah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, rasa takut dan khawatir juga pernah dialami oleh kaum Muslimin ketika terjadi gerhana. T

Jum'at, 27/12/2019 16:46 0

India

Demonstran UU Anti-Muslim India Terancam Dituntut Ganti Rugi

Para demonstran di India diancam akan dituntut ganti rugi atas kerusakan yang diperbuat selama protes. Para aktivis menyebut langkah ini sebagai upaya membungkam kebebasan berpendapat.

Jum'at, 27/12/2019 16:14 0

Afrika

Turki Akan Kirim Militer ke Libya untuk Dukung GNA Hadapi Haftar

"Karena ada undangan (dari Libya) saat ini, kami akan menerimanya," kata Erdogan dalam pidatonya kepada anggota AKP.

Jum'at, 27/12/2019 09:17 0

Close