... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Uighur, Slamet Maarif: Diamnya Pemerintah Berarti Menentang Pancasila dan UUD 1945

Foto: Ketua PA 212, Slamet Maarif berorasi di depan Kedubes China. (Jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Delegasi peserta Aksi Bela Uighur Jum’at (27/12/2019) sempat diagendakan bertemu dengan perwakilan Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC) di dalam Gedung Kedubes RRC. Namun, di tengah perjalanan menuju tempat pertemuan, delegasi mengaku akan ditemui perwakilan RRC di gedung lain, tidak di dalam Gedung Kedubes China.

Hal itu diungkapkan Slamet Ma’arif, ketua Persaudaraan Alumni 212 sesaat sebelum menyampaikan pernyataan sikap peserta aksi dalam orasinya. Slamet mengungkapkan bahwa tidak sopan menerima tamu di “emperan tetangga”, sehingga delegasi pun menolak pertemuan untuk negosiasi jika tidak di dalam Gedung Kedubes RRC.

Slamet pun menyampaikan bulir-bulir pernyataan sikap terhadap penindasan muslim Uighur di Xinjiang, China, yang nantinya akan disampaikan di lain kesempatan jika bertemu dengan perwakilan RRC.

“Menuntut pemerintah China untuk menghentikan pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur, menuntut pemerintah komunis China untuk tidak melarang peribadatan umat Islam Uighur, serta tidak melarang Al-Qur’an untuk dibaca dan disebarluaskan,” ujar Slamet.

Kemudian, peserta aksi juga menuntut Pemerintah China untuk membuka akses kepada penyelidik independen internasional untuk melakukan investigasi pelanggaran HAM. Organisasi Konferensi Islam juga diminta untuk membentuk tim Investigasi dan membawa hasil investigasi pelanggaran HAM tersebut ke International Criminal Court atau pengadilan kriminal internasional.

“Mengecam pemerintah indonesia yang berpangku tangan terhadap permasalahan bangsa Uighur dan mengutuk keras apabila tidak menjalankan sila kemanusiaan yang adil dan beradab, serta menghapus penjajahan dan penindasan di muka bumi. Karena diamnya pemerintah berarti menentang pancasila dan pembukaan UUD 1945,” lanjutnya.

BACA JUGA  Kemensos Klaim Siapkan Cadangan Beras Bagi Daerah Terdampak Covid-19

Selanjutnya, Slamet dalam orasinya menyerukan kepada rakyat Indonesia umumnya dan umat Islam khususnya untuk memboikot pembelian atau konsumsi dari produsen maupun distributor China. Tidak hanya itu, peserta aksi meminta segenap bangsa Indonesia menarik seluruh simpanan dari sistem perbankan milik China.

“Meminta pemerintah dan rakyat Indonesia untuk menghentikan seluruh proyek kerjasama dengan China dalam segala bentuknya,” ujarnya.

Aksi Bela Uighur di Kedutaan Besar RRC di Kuningan, Jakarta Selatan digelar sejak pukul 13.00 WIB. Meskipun sempat diguyur hujan deras, peserta aksi tetap bergeming menyampaikan aspirasi pembelaan terhadap muslim Uighur di Xinjiang, China. Hingga akhirnya, rangkaian aksi ditutup orasi dari Ketua Umum FPI, KH Shobri Lubis. Peserta aksi pun mulai membubarkan diri pukul 17.00 WIB.

Reporter : Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Oposisi Suriah Seru Dunia Bantu Jutaan Warga Idlib

Idlib merupakan rumah bagi 3 juta warga sipil. PBB telah memperingatkan akan meningkatnya risiko bencana kemanusiaan di sepanjang perbatasan Turki.

Sabtu, 28/12/2019 10:14 0

Mesir

Youtuber Mesir Ditangkap Usai Kritik Presiden

Al-Masry Al-Youm melaporkan bahwa ia akan diadili bersama sejumlah terdakwa lainnya.

Sabtu, 28/12/2019 09:48 0

Arab Saudi

Indonesia Urutan Kedua Penyumbang Jamaah Umrah Terbanyak

Kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan 2.371.441 visa Umrah antara 31 Agustus dan 20 Desember 2019.

Sabtu, 28/12/2019 09:38 0

Foto

Bikin Merinding, Penampakan Gerhana Matahari 2019 di Berbagai Negara

Ketika kita merujuk kepada sejarah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, rasa takut dan khawatir juga pernah dialami oleh kaum Muslimin ketika terjadi gerhana. T

Jum'at, 27/12/2019 16:46 0

India

Demonstran UU Anti-Muslim India Terancam Dituntut Ganti Rugi

Para demonstran di India diancam akan dituntut ganti rugi atas kerusakan yang diperbuat selama protes. Para aktivis menyebut langkah ini sebagai upaya membungkam kebebasan berpendapat.

Jum'at, 27/12/2019 16:14 0

Afrika

Turki Akan Kirim Militer ke Libya untuk Dukung GNA Hadapi Haftar

"Karena ada undangan (dari Libya) saat ini, kami akan menerimanya," kata Erdogan dalam pidatonya kepada anggota AKP.

Jum'at, 27/12/2019 09:17 0

Palestina

Persatuan Ulama dan Pemerintah Gaza Gelar Aksi Solidaritas Muslim Uighur

Pemerintah China harus menghentikan semua bentuk penganiayaan, pengekangan kebebasan, genosida etnis dan penahanan zalim terhadap sekitar satu juta Muslim di kamp-kamp konsentrasi.

Jum'at, 27/12/2019 08:35 0

Timur Tengah

Latihan Gabungan Angkatan Laut China, Rusia dan Iran Digelar di Teluk Oman

kepala juru bicara angkatan bersenjata Iran, Brigadir Abu Al-Fadl Shukarji, menekankan bahwa bagi Iran, latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan "keamanan perdagangan internasional di kawasan" dan "memerangi terorisme dan pembajakan".

Jum'at, 27/12/2019 07:22 0

Timur Tengah

Parlemen Dorong Pemerintah Kuwait Bantu Muslim Uighur dan India

Anggota parlemen Kuwait telah meminta pemerintah mereka untuk turun tangan menghentikan penganiayaan terhadap Muslim di Turkistan Timur dan India.

Kamis, 26/12/2019 11:37 0

Suriah

Hampir 1.000 Aktivis Kemanusiaan Tewas di Tangan Rezim Suriah dan Rusia

"Sebanyak 979 pekerja kemanusiaan, 882 di antaranya dibunuh oleh rezim Assad dan 97 oleh Rusia pada Maret 2011-Desember 2019," kata lembaga itu.

Kamis, 26/12/2019 11:00 0

Close