... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Turki Akan Kirim Militer ke Libya untuk Dukung GNA Hadapi Haftar

Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara pada Selasa (19/09) di hadapan Majelis Umum di New York.

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Kamis (26/12/2019) bahwa Turki akan mengirim pasukan ke Libya atas permintaan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) di Tripoli pada awal bulan depan.

GNA yang diakui oleh internasional dalam beberapa bulan terakhir berupaya keras menghadang agresi militer Pasukan Libya Timur atau lebih dikenal Tentara Nasional Libya pimpinan Khalifa Haftar. Haftar ingin berkuasa di Libya dan didukung oleh Rusia, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA) dan Yordania.

Sumber pejabat di Tripoli mengonfirmasi, seperti dilansir Reuters, bahwa GNA secara resmi telah mengirim permintaan untuk dukungan militer darat, udara dan laut ke Turki.

“Karena ada undangan (dari Libya) saat ini, kami akan menerimanya,” kata Erdogan dalam pidatonya kepada anggota AKP.

Dia menambahkan, “Kami akan menempatkan rancangan undang-undang untuk mengirim pasukan ke Libya dalam agenda segera setelah sidang parlemen dimulai.”

Dia menambahkan bahwa Parlemen dapat mengesahkan undang-undang itu pada 8 atau 9 Januari, membuka pintu bagi penempatan pasukan

Sementara itu pasukan Haftar tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Para diplomat mengatakan pasukan Haftar gagal mencapai jantung Tripoli, tetapi telah membuat beberapa keuntungan kecil di penguasaan wilayah dalam beberapa pekan terakhir di pinggiran Tripoli. Haftar mendapat dukungan milisi bayaran dari Rusia dan Sudan serta drone yang dikirim oleh UEA selama operasi itu.

BACA JUGA  Menista Rasulullah Lewat Lagu, Pria Nigeria Dijatuhi Hukuman Mati

Sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan November mengatakan pesawat tak berawak buatan China memberi Haftar “keuntungan udara pada skala lokal” karena mereka dapat membawa bahan peledak berbobot delapan kali lipat dari berat drone.

Ankara menandatangani dua perjanjian terpisah bulan lalu dengan GNA, yang dipimpin oleh Faiz al-Sarraj. Satu tentang kerja sama keamanan dan militer dan yang lainnya tentang perbatasan laut di Mediterania timur.

Kesepakatan mengenai perbatasan laut mengakhiri isolasi Turki di Mediterania timur, bersamaan dengan intensifikasi kegiatan eksplorasi minyak dan gas, yang memicu kemarahan Yunani dan beberapa negara tetangga lainnya. Perjanjian militer mempertahankan satu-satunya sekutu di wilayah ini, Tripoli, yang dikelilingi oleh pasukan Haftar.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

MUI Dukung Aksi Bela Uighur

Menurut Abbas, Umat Islam seperti satu tubuh. Jika ada muslim yang didiskriminasi, ditindas, dan dikurangi haknya, maka sudah sewajarnya umat islam di tempat lain bersuara.

Kamis, 26/12/2019 19:35 0

Indonesia

Fahira Idris: Warga Dunia Harus Terus Kecam Cina Soal Uighur

Anggota DPD RI, Fahira Idris mengatakan bahwa walau gelombang protes terhadap perlakuan represif dan kebijakan tidak manusiawi

Kamis, 26/12/2019 13:55 0

Indonesia

Ustadz Abu Fatiah Al-Adnani Jelaskan Tantangan Pendidik di Akhir Zaman

Dai nasional, Ustadz Abu Fatiah Al-adnani memaparkan tantangan pendidik di akhir zaman.

Rabu, 25/12/2019 22:12 0

Indonesia

Ustadz Farid Okbah: Tujuan Pendidikan adalah Melahirkan Generasi Rabbani

Ketua Yayasan Pesantren Tinggi Al-Islam, Ustadz Farid Ahmad Okbah menegaskan bahwa tugas para pendidik adalah menciptakan generasi rabbani.

Rabu, 25/12/2019 21:36 0

Fikih

Hukum Mengucapkan Selamat Natal dalam Mazhab Syafi’i

Di penghujung bulan Desember hal yang selalu menjadi polemik adalah hukum seorang muslim mengucapkan selamat natal yang notabene hari raya umat kristiani.

Selasa, 24/12/2019 16:35 0

Indonesia

Umat Islam Bandung Gelar Aksi Bela Uighur

Sejumlah ormas Islam di Bandung, Jawa Barat yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (AKAB) menggelar aksi solidaritas untuk Muslim Uighur

Selasa, 24/12/2019 14:31 0

Indonesia

Tak Indahkan Sanksi Administratif, Warga Desak PT RUM Diberi Tindakan Tegas

Forum Warga Terdampak PT. RUM (RATA PT. RUM) kembali mengadakan aksi di depan kantor Bupati Sukoharjo pada Senin (23/12/19).

Senin, 23/12/2019 16:45 0

Indonesia

PT RUM Kembali Didemo, Warga Minta Izin Lingkungan Dicabut

Ratusan warga terdampak bau busuk limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) Nguter, Sukoharjo, kembali mengadakan aksi di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo

Senin, 23/12/2019 16:16 0

Indonesia

Pemerintah Beda Pendapat Terkait Uighur, Pengamat: Ada yang Salah

Pemerintah dalam hal ini Mekopolhukam, Mahfud MD dan Kepala KSP Moeldoko berpeda pendapat soal Uighur.

Senin, 23/12/2019 15:30 1

Indonesia

Fraksi PKS DPRD Sulteng Ajak Masyarakat Membela Muslim Uighur

Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan sejumlah sikap terkait masalah yang terjadi di Uighur.

Senin, 23/12/2019 15:13 0

Close