... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Diguyur Hujan Deras, Peserta Aksi Bela Uighur Shalat Ashar Berjamaah Depan Kedubes China

Foto: Peserta Aksi Bela Uighur shalat Ashar berjamaah di depan Kedubes China. (Jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Aksi bela muslim Uighur di depan Gedung Kedutaan Besar Republik Rakyat China digelar pada hari Jum’at (27/12/2019), dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Salah satu tuntutan peserta aksi adalah ingin bertemu dengan Dubes Cina untuk menyampaikan aspirasinya.

Hanya saja, sampai memasuki waktu sholat Ashar sekitar pukul 15.20 WIB, pihak Kedubes China belum bersedia menemui delegasi demonstran di Gedung Kedubes China.

Tepat pukul 15.25 WIB, hujan deras mengguyur Jakarta Selatan. Ratusan peserta aksi tetap bergeming menunggu pihak Dubes Cina berkenan menemui delegasi aksi.

Sholat Ashar pun digelar di depan pagar berduri yang dipasang Polisi. Menggunakan air hujan sebagai air wudhu, sholat pun dipimpin oleh salah satu Ustadz yang juga peserta aksi.

Karena tempat yang terbatas dan peserta aksi yang banyak, sholat Ashar pun digelar dua kloter.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Foto

Bikin Merinding, Penampakan Gerhana Matahari 2019 di Berbagai Negara

Ketika kita merujuk kepada sejarah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, rasa takut dan khawatir juga pernah dialami oleh kaum Muslimin ketika terjadi gerhana. T

Jum'at, 27/12/2019 16:46 0

India

Demonstran UU Anti-Muslim India Terancam Dituntut Ganti Rugi

Para demonstran di India diancam akan dituntut ganti rugi atas kerusakan yang diperbuat selama protes. Para aktivis menyebut langkah ini sebagai upaya membungkam kebebasan berpendapat.

Jum'at, 27/12/2019 16:14 0

Afrika

Turki Akan Kirim Militer ke Libya untuk Dukung GNA Hadapi Haftar

"Karena ada undangan (dari Libya) saat ini, kami akan menerimanya," kata Erdogan dalam pidatonya kepada anggota AKP.

Jum'at, 27/12/2019 09:17 0

Palestina

Persatuan Ulama dan Pemerintah Gaza Gelar Aksi Solidaritas Muslim Uighur

Pemerintah China harus menghentikan semua bentuk penganiayaan, pengekangan kebebasan, genosida etnis dan penahanan zalim terhadap sekitar satu juta Muslim di kamp-kamp konsentrasi.

Jum'at, 27/12/2019 08:35 0

Timur Tengah

Latihan Gabungan Angkatan Laut China, Rusia dan Iran Digelar di Teluk Oman

kepala juru bicara angkatan bersenjata Iran, Brigadir Abu Al-Fadl Shukarji, menekankan bahwa bagi Iran, latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan "keamanan perdagangan internasional di kawasan" dan "memerangi terorisme dan pembajakan".

Jum'at, 27/12/2019 07:22 0

Timur Tengah

Parlemen Dorong Pemerintah Kuwait Bantu Muslim Uighur dan India

Anggota parlemen Kuwait telah meminta pemerintah mereka untuk turun tangan menghentikan penganiayaan terhadap Muslim di Turkistan Timur dan India.

Kamis, 26/12/2019 11:37 0

Suriah

Hampir 1.000 Aktivis Kemanusiaan Tewas di Tangan Rezim Suriah dan Rusia

"Sebanyak 979 pekerja kemanusiaan, 882 di antaranya dibunuh oleh rezim Assad dan 97 oleh Rusia pada Maret 2011-Desember 2019," kata lembaga itu.

Kamis, 26/12/2019 11:00 0

Iran

Iran Gelar Latihan Angkatan Laut Gabungan Bersama Rusia dan China

Iran Gelar Latihan Angkatan Laut Gabungan Bersama Rusia dan China

Kamis, 26/12/2019 10:11 0

Suriah

Dua Ratus Ribu Lebih Warga Idlib Mengungsi Akibat Eskalasi Terbaru Militer Suriah

ratusan ribu pengungsi itu berasal sekitar 250 desa dan kota. Seentara sebanyak 252 warga sipil, termasuk 79 anak-anak, tewas akibat eskalasi militer Suriah terbaru itu.

Kamis, 26/12/2019 09:01 0

China

China Akan Ubah Penafsiran Buku-buku Keagamaan Sesuai Ideologi Komunis

Wang menekankan bahwa otoritas agama harus mengikuti arahan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan menjelaskan berbagai ideologi agama yang sejalan dengan "nilai-nilai fundamental partai" dan "persyaratan zaman".

Kamis, 26/12/2019 08:25 0

Close