Demonstran UU Anti-Muslim India Terancam Dituntut Ganti Rugi

KIBLAT.NET, Uttar Pradesh – Para demonstran di India diancam akan dituntut ganti rugi atas kerusakan yang diperbuat selama protes. Para aktivis menyebut langkah ini sebagai upaya membungkam kebebasan berpendapat.

Negara bagian utara Uttar Pradesh telah menuntut jutaan rupee dari lebih dari 200 orang, selain mengancam akan menyita properti mereka sebagai hukuman atas kerusakan properti publik selama protes atas UU Kewarganegaraan yang dianggap anti-Muslim.

Negara bagian terpadat di India pimpinan Yogi Adityanath, seorang pemimpin Hindu garis keras ini bersumpah untuk membalas dendam kepada para demonstran. Yogi berasal dari Partai Bharatiya Janata yang dikepalai Narendra Modi.

Ratusan ribu orang di seluruh India, termasuk mahasiswa, telah bergabung dalam protes menentang UU tersebut, yang merupakan tantangan terbesar bagi Perdana Menteri Narendra Modi sejak ia menjabat pada tahun 2014.

Paling tidak 18 dari 25 orang yang tewas dalam protes di Uttar Pradesh, sebuah negara yang telah menjadi kotak obat untuk ketegangan antara komunitas Hindu dan Muslim.

“Hampir 230 pemberitahuan (baca: ancaman) semacam itu telah dikeluarkan, dan sebagian besar dari orang-orang yang telah dikeluarkan untuk mereka adalah Muslim,” kata pejabat pemerintah negara bagian, Kamis (26/12/2019).

“Klaim itu kemungkinan akan mencapai puluhan juta rupee,” kata mereka.

Tidak jelas berapa banyak orang yang didakwa melakukan kerusuhan atau kejahatan lainnya.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat