... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Seruan Aksi Turun ke Jalan Kembali Menggema di Iran, Jaringan Internet Dibatasi

KIBLAT.NET, Teheran – Pihak berwenang Iran memutus jaringan Internet di beberapa provinsi pada Rabu (25/12/2019), menurut laporan kantor berita Iran “Ilna”. Pemblokiran internet bersamaan menggemanya seruan turun ke jalan di media sosial pada Kamis (26/12/2019) untuk memperingati para korban tewas dalam aksi demontrasi anti kenaikan bahan bakar minyak (BBM) beberapa pekan lalu.

Sumber Ilna menyebutkan, seperti dinukil AFP, sumber di Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi Iran mengatakan bahwa internet terputus atas perintah layanan keamanan.

“Pembatasan internet untuk mengakses aktivitas internasional ini hanya untuk saluran telepon seluler,” kata sumber tersebut.

Ilna mencatat bahwa situs-situs yang dapat diakses hanya halam-halaman lokal.

Sementara website internasional dapat diakses hanya terbatas pada provinsi Albers, Persia, Kurdistan dan Zanjan, dan mungkin diperluas untuk mencakup provinsi lain.

Ilna dalam pembaruan berita selanjutnya menghapus bagian yang menyatakan bahwa dinas keamanan memerintahkan untuk memutus Internet dan nama-nama provinsi yang terkena dampak pembatasan.

Koresponden AFP di Teheran mencatat gangguan di Internet dan layanan terkait lainnya.

“Ada bukti gangguan di Internet melalui telepon seluler di beberapa bagian Iran sejak 06:30 (03:00 GMT),” kata situs web Netblocks, yang memantau lalu lintas internet di seluruh dunia.

“Data jaringan real-time menunjukkan dua tetes nyata dalam komunikasi pagi ini, di tengah laporan gangguan berdasarkan daerah. Masalah ini terus berlanjut,” tambahnya.

Gangguan datang sehari sebelum aksi peringatan untuk para korban tewas dalam kekerasan yang terjadi selama demonstrasi bulan lalu terhadap kenaikan harga bensin.

Pihak berwenang memutus Internet selama seminggu pada saat itu, sementara kantor polisi diserang, toko-toko dijarah dan bank serta pompa bensin dibakar.

Iran belum merilis angka resmi untuk jumlah total korban protes, tetapi Amnesty International menyatakan lebih dari 300 orang tewas.

Di antara mereka adalah Boya Bakhtiari (27) yang dilaporkan tewas di kota Karaj, ibu kota provinsi Alborz.

Kantor Berita Mehr melaporkan pada Selasa bahwa pihak berwenang telah menangkap keluarganya, menuduh mereka “melaksanakan proyek anti-revolusi”.

Dan itu muncul di akunnya di “Instagram”, yang saat ini diyakini dijalankan oleh keluarganya, bahwa upacara memperingati ulang tahun keempat puluh dari kematiannya akan berlangsung di pemakaman Karaj Kamis.

Akun ini masih aktif pada hari Rabu, dengan lebih dari 19.000 pengikut.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ustadz Abu Fatiah Al-Adnani Jelaskan Tantangan Pendidik di Akhir Zaman

Dai nasional, Ustadz Abu Fatiah Al-adnani memaparkan tantangan pendidik di akhir zaman.

Rabu, 25/12/2019 22:12 0

Indonesia

Ustadz Farid Okbah: Tujuan Pendidikan adalah Melahirkan Generasi Rabbani

Ketua Yayasan Pesantren Tinggi Al-Islam, Ustadz Farid Ahmad Okbah menegaskan bahwa tugas para pendidik adalah menciptakan generasi rabbani.

Rabu, 25/12/2019 21:36 0

Fikih

Hukum Mengucapkan Selamat Natal dalam Mazhab Syafi’i

Di penghujung bulan Desember hal yang selalu menjadi polemik adalah hukum seorang muslim mengucapkan selamat natal yang notabene hari raya umat kristiani.

Selasa, 24/12/2019 16:35 0

Indonesia

Umat Islam Bandung Gelar Aksi Bela Uighur

Sejumlah ormas Islam di Bandung, Jawa Barat yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (AKAB) menggelar aksi solidaritas untuk Muslim Uighur

Selasa, 24/12/2019 14:31 0

Indonesia

Tak Indahkan Sanksi Administratif, Warga Desak PT RUM Diberi Tindakan Tegas

Forum Warga Terdampak PT. RUM (RATA PT. RUM) kembali mengadakan aksi di depan kantor Bupati Sukoharjo pada Senin (23/12/19).

Senin, 23/12/2019 16:45 0

Indonesia

PT RUM Kembali Didemo, Warga Minta Izin Lingkungan Dicabut

Ratusan warga terdampak bau busuk limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) Nguter, Sukoharjo, kembali mengadakan aksi di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo

Senin, 23/12/2019 16:16 0

Indonesia

Pemerintah Beda Pendapat Terkait Uighur, Pengamat: Ada yang Salah

Pemerintah dalam hal ini Mekopolhukam, Mahfud MD dan Kepala KSP Moeldoko berpeda pendapat soal Uighur.

Senin, 23/12/2019 15:30 1

Indonesia

Fraksi PKS DPRD Sulteng Ajak Masyarakat Membela Muslim Uighur

Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan sejumlah sikap terkait masalah yang terjadi di Uighur.

Senin, 23/12/2019 15:13 0

Indonesia

Soal Konflik Uighur, Moeldoko Tegaskan Pemerintah RI Tak Akan Ikut Campur

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyatakan pemerintah Indonesia tak akan ikut campur terkait masalah muslim Uighur di Xinjiang, China. Ia menyebut hal tersebut merupakan urusan dalam negeri China dan masing-masing negara punya caranya sendiri dalam mengatur urusan dalam negeri.

Senin, 23/12/2019 15:00 0

Indonesia

Soal Uighur, Mahfud MD Sebut Pemerintah Akan Tempuh Diplomasi Lunak

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara soal penindasan terhadap muslim Uighur di Xinjiang, China. Ia menegaskan bahwa sejak dulu Pemerintah Indonesia berusaha menjadi penengah dan mencari jalan terbaik terkait persoalan tersebut.

Senin, 23/12/2019 14:07 0

Close