... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fahira Idris: Warga Dunia Harus Terus Kecam Cina Soal Uighur

Foto: Fahira Idris

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota DPD RI, Fahira Idris mengatakan bahwa walau gelombang protes terhadap perlakuan represif dan kebijakan tidak manusiawi yang dialami etnis Uighur semakin besar, pemeritah Cina terus menutup telinganya. Menurutnya, hal ini dilakukan Cina karena merasa adidaya dan banyak negara dunia sudah “tunduk” baik karena hutang maupun investasi.

“Perlakuan represif dan kebijakan tidak manusiawi yang dialami etnis Uighur dan minoritas muslim lainnya di wilayah Xinjiang mereka anggap urusan domestik dan kebijakan yang wajar sehingga negara lain tidak boleh ikut campur,” katnya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Kamis (26/12/2019).

Bahkan, ia menilai mereka menyebar ancaman balik ke banyak negara dan warga dunia yang berani protes. Fahira menekankan bahwa ini bentuk arogansi yang luar biasa dan arogansi seperti itu harus dihentikan.

“Warga dunia harus terus bersuara, harus terus protes dan harus terus mengecam. Kekuatan bersuara ini lebih dahsyat dari kekuatan ekonomi yang dimiliki Cina,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa banyak kajian ilmiah dari berbagai lembaga dunia yang menyatakan tidak lama lagi ekonomi Cina akan menyalip Amerika. Salah satu bukti nyata kekuatan ekonomi Cina adalah negara berpenduduk 1,3 miliar ini menjadi kreditor resmi terbesar melampaui IMF atau Bank Dunia karena mampu memberi pinjaman (hutang) ke ratusan negara.

“Sementara dari sisi investasi, bank-bank Cina mendanai proyek-proyek infrastruktur besar di 78 negara di seluruh dunia. Tidak heran banyak negara yang juga menutup mata dan telinganya atas apa yang terjadi di Xinjiang termasuk negara-negara berpenduduk muslim,” paparnya.

BACA JUGA  Muhammadiyah: Sejak Awal Kita Minta Omnibus Law Ciptaker Dibatalkan

Tujuan penguasaan ekonomi dunia ini, lanjut Fahira, adalah agar banyak negara berpihak kepada Cina saat mereka memutuskan kepentingan nasionalnya terkait dengan isu-isu kebijakan salah satunya soalnya Uighur.

“Jika institusi negara sudah tidak bisa diharapkan, maka warga dunia lah yang harus mengambil peran untuk terus mengecam sembari mendesak PBB dan negara-negara yang sudah punya sikap tegas terkait Uighur untuk memberi sanksi kepada Cina,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Timur Tengah

Parlemen Dorong Pemerintah Kuwait Bantu Muslim Uighur dan India

Anggota parlemen Kuwait telah meminta pemerintah mereka untuk turun tangan menghentikan penganiayaan terhadap Muslim di Turkistan Timur dan India.

Kamis, 26/12/2019 11:37 0

Suriah

Hampir 1.000 Aktivis Kemanusiaan Tewas di Tangan Rezim Suriah dan Rusia

"Sebanyak 979 pekerja kemanusiaan, 882 di antaranya dibunuh oleh rezim Assad dan 97 oleh Rusia pada Maret 2011-Desember 2019," kata lembaga itu.

Kamis, 26/12/2019 11:00 0

Iran

Iran Gelar Latihan Angkatan Laut Gabungan Bersama Rusia dan China

Iran Gelar Latihan Angkatan Laut Gabungan Bersama Rusia dan China

Kamis, 26/12/2019 10:11 0

Suriah

Dua Ratus Ribu Lebih Warga Idlib Mengungsi Akibat Eskalasi Terbaru Militer Suriah

ratusan ribu pengungsi itu berasal sekitar 250 desa dan kota. Seentara sebanyak 252 warga sipil, termasuk 79 anak-anak, tewas akibat eskalasi militer Suriah terbaru itu.

Kamis, 26/12/2019 09:01 0

China

China Akan Ubah Penafsiran Buku-buku Keagamaan Sesuai Ideologi Komunis

Wang menekankan bahwa otoritas agama harus mengikuti arahan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan menjelaskan berbagai ideologi agama yang sejalan dengan "nilai-nilai fundamental partai" dan "persyaratan zaman".

Kamis, 26/12/2019 08:25 0

Iran

Seruan Aksi Turun ke Jalan Kembali Menggema di Iran, Jaringan Internet Dibatasi

"Pembatasan internet untuk mengakses aktivitas internasional ini hanya untuk saluran telepon seluler," kata sumber tersebut.

Kamis, 26/12/2019 07:41 0

Suriah

Rezim Assad dan Serangan Rusia Tewaskan Hampir 1.000 Relawan Kemanusiaan

Rezim Assad juga diketahui menargetkan fasilitas dan kendaraan para relawan kemanusiaan sebanyak 1.044 kali, sedangkan pasukan Rusia sebanyak 403 kali.

Rabu, 25/12/2019 19:08 0

Mesir

Persatuan Ulama Al-Azhar Serukan “Jumat Kemarahan dan Dukungan” untuk Uighur

Para Ulama juga mengecam diamnya dunia global atas kejahatan yang menimpa orang-orang Muslim Uighur yang tidak berdaya menghadapi pemerintah China.

Rabu, 25/12/2019 16:17 0

China

Cina Berencana Revisi Quran dan Bible Agar Sesuai Dengan Ideologi Komunis

Nantinya, edisi baru tidak boleh mengandung konten apapun yang bertentangan dengan ideologi Partai Komunis. Teks yang dianggap bermasalah akan diganti atau diterjemahkan ulang.

Rabu, 25/12/2019 13:54 0

Malaysia

Ditangkap, Pria Malaysia Campur Narkoba dalam Es Kristal

Pria ini menyewa rumah untuk dijadikan pabrik pembuatan narkoba dicampur es kristal.

Rabu, 25/12/2019 13:08 0

Close
CLOSE
CLOSE