Trump Tak Yakin Dirinya Benar-benar Dimakzulkan

KIBLAT.NET, Washington – Ketika persidangan Senat akan berlangsung, Presiden Trump mengatakan dirinya tidak yakin pernah benar-benar dimakzulkan.

“Faktanya, tidak ada pemakzulan. Pengacara mereka sendiri mengatakan, tidak ada pemakzulan,” kata Trump, Sabtu (21/12/2019), merujuk pada profesor hukum Harvard Noah Feldman, yang baru-baru ini menjabat sebagai saksi pro-pemakzulan untuk Demokrat House.

Pada hari Jumat, Feldman mengklaim bahwa pemakzulan tidak berlaku sampai pasal pemakzulan benar-benar diterima oleh Senat.

Pembicara Nancy Pelosi, menolak untuk mengirim berkas pemakzulan dengan harapan Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell akan menerapkan aturan sidang yang lebih baik.

“Gila Nancy, dia gila,” kata Trump tentang Pelosi, yang memicu gelak tawa dari kerumunan 5.000 aktivis mahasiswa konservatif di West Palm Beach, Florida.

“Jadi sekarang dia berkata, dia tidak punya kasing, jadi jangan kirimkan. Itu bagus, bukan?” katanya dengan sinis. “Sangat tidak adil.”

Dalam sebuah kolom untuk Bloomberg, Noah Feldman mengatakan pembicara pada akhirnya harus meneruskan surat pemakzulan kepada Senat agar prosesnya sah.

“Jika DPR tidak mengkomunikasikan pemakzulannya kepada Senat, itu sebenarnya belum memakzulkan presiden,” tulisnya.

“Jika surat tersebut tidak dikirim, Trump dapat secara sah mengatakan dia tidak benar-benar dimakzulkan sama sekali.”

DPR AS, yang didominasi Demokrat, memberikan suara hampir seluruhnya untuk memakzulkan Trump. Hal ini menjadikannya presiden ketiga dalam sejarah AS yang menderita kemarahan kongres.

Trump dianggap menyalahgunakan jabatannya untuk keuntungan pribadi, serta menolak bekerja sama dalam dengar pendapat pemakzulan.

Partai Republik Kuasai Senat AS

Meskipun Partai Demokrat mendominasi DPR, Partai Republik memiliki 53 dari 100 kursi di Senat. Partai Demokrat memiliki 45 kursi dan juga mengandalkan dua suara independen, yaitu Angus King dari Maine dan Bernie Sanders dari Vermont.

Untuk mencopot Trump dari jabatannya, Senat yang akan menjadi juri, menurut Konstitusi AS harus menyatakan Trump bersalah atas satu atau lebih pasal pemakzulan dengan suara mayoritas dua pertiga, atau 67 dari 100 senator.

Demokrat perlu mencari cara untuk mendapatkan 20 suara Senat Partai Republik untuk mendukung vonis tersebut. Mengingat jajak pendapat menunjukkan dukungan pemilih Partai Republik masih kuat terhadap presiden, para ahli menganggap pencopotan Trump sangat kecil kemungkinannya.

Sumber: NY Post, Voa
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat