... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PT RUM Kembali Didemo, Warga Minta Izin Lingkungan Dicabut

Foto: Aksi warga minta PT RUM dicabut izinnya

KIBLAT.NET, Solo – Ratusan warga terdampak bau busuk limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) Nguter, Sukoharjo, kembali mengadakan aksi di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo pada Senin (23/12/2019).

Hirman, Ketua Koordinator Lapangan mengatakan bahwa sejak awal beroperasi, sekitar akhir Oktober 2017 PT. Rayon Utama Makmur (RUM) yang memproduksi serat rayon terus mengeluarkan bau yang menyengat. Bau tak sedap itu membuat warga di sekitar pabrik merasakan pusing karena setiap hari harus menghirup bau seperti septic tank dan bahan kimia yang sangat menyengat.

Dalam aksi ini, massa menuntut Bupati Sukoharjo dan PT. RUM harus mematuhi dan menjalankan SK Nomor 660.1/207 tahun 2018. Terlebih, massa juga meminta untuk menaikkan sanksi administrasi bagi PT. RUM dan mencabut Izin Lingkungan PT. RUM

“Fakta bahwa PT. RUM telah melakukan pencemaran udara maupun cair dan akibat yang ditimbulkan begitu merugikan warga di sekitar PT. RUM maupun masyarakat luas tidak dapat diabaikan begitu saja meski,” ungkapnya melalui rilis yang diterima kiblat.net pada Senin (23/12/19).

“Naikkan sanksi administrasi dan cabut izin lingkungan bagi PT. RUM,” tegasnya.

Menurut Hirman, berbagai upaya telah dilakukan warga agar PT. RUM menghentikan pencemaran lingkungan. Di antanya aksi-aksi demonstrasi di depan PT. RUM, DPRD Sukoharjo dan Kantor Bupati Sukoharjo.

Lalu mengungsi ke Rumah Dinas Bupati Sukoharjo, melapor ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Bupati Sukoharjo, Polres Sukoharjo, Gubernur Jawa Tengah, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Komnas HAM hingga Presiden sudah pernah dilakukan.

BACA JUGA  Kemenag: Harus Ada Standar Imam Masjid

“Karena hak warga adalah memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat,” katanya.

Terbaru, kata dia, warga bahkan kembali melakukan aksi selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 10, 11 dan 12 Desember 2019. Namun tiga hari warga melakukan aksi, tidak ada satupun pimpinan PT. RUM yang datang menemui massa.

Dalam aksi hari ini, massa mulai melakukan aksi pukul 08.30 WIB dengan konvoi menggunakan kendaraan sepeda motor, mobil hingga ada yang mengenakan bus dengan jumlah massa yang banyak. Massa mulai kumpul di Kecamatan Nguter menuju kantor Sekretariat Daerah Sukoharjo.

Reporter: Reno
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Lagi, Militer AS Tewas dalam Serangan Taliban

Dengan ini, jumlah kematian militer AS di Afghanistan bertambah tahun ini menjadi 20 orang.

Senin, 23/12/2019 14:55 0

Amerika

Trump Tak Yakin Dirinya Benar-benar Dimakzulkan

“Faktanya, tidak ada pemakzulan. Pengacara mereka sendiri mengatakan, tidak ada pemakzulan,” kata Trump.

Senin, 23/12/2019 14:00 0

Philipina

Dua WNI yang Disandera ISIS di Filipina Berhasil Dibebaskan

Kontak senjata terjadi pada Minggu pagi. Dalam operasi tersebut, 2 WNI atas nama SM dan ML berhasil dibebaskan.

Senin, 23/12/2019 13:18 0

China

China Anggap Uighur Hambat Mega Proyek Ekonomi di Xinjiang

Rencana pembangunan ekonomi China di kawasan strategis Xinjiang menjadi salah satu alasan kunci perlakuan keras terhadap etnis Muslim Uighur.

Senin, 23/12/2019 13:13 0

Turki

Erdogan: Turki Tak Mampu Lagi Tampung Gelombang Baru Pengungsi Suriah

sekitar 80 ribu orangsaat ini mulai bergerak dari Idlib menuju Turki akibat pemboman Rusia dan Suriah di wilayah tersebut.

Senin, 23/12/2019 09:46 0

Timur Tengah

Tokoh Liberal Timur Tengah M. Syahrur Meninggal Dunia

Kabar kematian Syahrur disampaikan melalui akun resminya di media sosial, seperti dilansir Arabi21.com.

Senin, 23/12/2019 09:25 0

News

Jadi Trending Topic, Tagar China is Terrorist Tembus Satu Juta Tweet

Tagar mengecam tindakan Cina kepada muslim Uighur terus bergulir di media sosial twitter

Ahad, 22/12/2019 20:35 1

Artikel

Benang Kusut Label ‘Radikal’ dan Pembelahan Masyarakat

Apakah selama ini, puluhan tahun Indonesia berdiri, telah terjadi kesalahan penyampaian ajaran agama Islam yang justru dibuat sendiri oleh pemerintah? Apakah berderet Menteri Agama yang telah menjabat selama ini, telah lengah mengawasi bahkan menyetujui konten yang ternyata bermasalah?

Ahad, 22/12/2019 13:19 0

Suriah

Pasukan Suriah-Rusia Gencar Bombardir Idlib, Warga Sipil Menjerit

Pengamat PBB mengatakan, setidaknya 18.000 orang telah mengungsi di Idlib hanya dalam 24 jam, ketika pemboman mematikan berlanjut.

Sabtu, 21/12/2019 15:10 0

Malaysia

Aturan Merokok di Malaysia Berlaku 2020, Dendanya hingga 30 Juta Rupiah

Kementerian kesehatan Malaysia sebelumnya mengumumkan bahwa merokok dan vape akan dilarang keras di semua restoran di Malaysia mulai Januari tahun depan.

Sabtu, 21/12/2019 11:26 0

Close
CLOSE
CLOSE