Tokoh Liberal Timur Tengah M. Syahrur Meninggal Dunia

KIBLAT.NET, Abu Dhabi – Pemikir kontroversial asal Suriah Muhammad Syahrur, Sabtu (21/12/2019) malam, meninggal dunia di tempat tinggalnya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Ia menghembuskan nafas terakhir di usia 81 tahun.

Kabar kematian Syahrur disampaikan melalui akun resminya di media sosial, seperti dilansir Arabi21.com.

Sesuai wasiatnya, mayat Syahrur akan dipulangkan ke Damaskus untuk dikuburkan di pemakaman keluarga.

Nama Muhammad Syahrur beberapa waktu lalu sempat membuat gaduh umat Islam Indonesia. Pemikirannya dijadikan obyek penilitan disertasi seorang dosen perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah.

Disertasi itu berjudul “Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrour Sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital”. Umat Islam marah karena disertasi itu melegalkan perzinaan.

Di Timur Tengah, Syahrur sendiri dikenal seorang pemikir Islam yang nyleneh. Ia disejajarkan dengan para tokoh Islam liberal seperti Nasr Hamid Abu Zaid asal Mesir, Mohamed Arkoun dari Aljazair, Abid Al-Jabiri, dari Maroko, Abdullahi Ahmed an-Naim dari Sudan, Khaled M. Abu El-Fadhl dari Kuwait, dan lain-lain.

Berikut di antara pemikiran nyleneh Syahrur:

1. Rasullah SAW adalah laki-laki shalih biasa, kita tidak wajib mengikutinya
2. Boleh mengganti Syariat Islam setiap lima puluh tahun
3. Para imam dan orang-orang bertakwa yang dipuji oleh Allah dalam Al-Quran adalah ilmuwan fisika, dokter dan ahli filsafat.
4. Nabi tidak berhak berbicara pada hal-hal yang ghaib karena dia tidak diberi wahyu sedikitpun selain Al-Quran.
5. Zina halal dengan syarat keduanya ikhlas saat melakukannya. Ini solusi yang bagus untuk pernikahan.
6. Nizamul hukmi, hukum hudud dan ta’zir bukan dari Islam
7. Minum khamr tidak haram selama tidak memabukkan
8. Sholat bukan ibadah
9. DLL

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat