Pasukan Suriah-Rusia Gencar Bombardir Idlib, Warga Sipil Menjerit

KIBLAT.NET, Idlib – Puluhan ribu warga sipil melarikan diri dari Provinsi Idlib Suriah ke perbatasan Turki pada hari Juma akibat meningkatnya pemboman oleh pasukan pemerintah Suriah yang didukung Rusia. Hal ini menciptakan tantangan kemanusiaan baru ketika musim dingin tiba.

Pengamat PBB mengatakan, setidaknya 18.000 orang telah mengungsi di Idlib hanya dalam 24 jam, ketika pemboman mematikan berlanjut.

Pada Jumat pagi, setidaknya tujuh orang lagi dilaporkan tewas, setelah setidaknya 19 warga sipil tewas pada hari Kamis.

Dalam lima hari terakhir, setidaknya 80.000 warga Suriah telah melarikan diri di dekat perbatasan Turki, menurut laporan yang mengutip Kelompok Koordinasi Respons Suriah.

Sudah ada sekitar satu juta pengungsi Suriah yang tinggal di dekat perbatasan dengan Turki. Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia telah sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi.

Sejak itu, lebih dari 1.300 warga sipil tewas dalam serangan oleh pasukan pemerintah Suriah di zona de-eskalasi.

Reporter Al Jazeera, melaporkan dari Istanbul, mengatakan bahwa pemboman dilakukan dari darat maupun udara oleh pemerintah Suriah yang didukung Rusia termasuk serangan bom birmil di kota Maarat el-Numan di Idlib selatan.

Warga Suriah yang tinggal di daerah itu mengatakan serangan juga menargetkan rumah sakit, pasar, dan rumah warga.

Pada hari Jumat, kemarahan publik terhadap serangan tumpah ke jalan-jalan. Ratusan orang di Idlib turun ke jalan, menuntut dunia internasional memperhatikan nasib mereka.

Saksi mata mengatakan bahwa para pengungsi menjadi sasaran ketika mereka berusaha untuk melarikan diri dari rumah mereka.

Idlib adalah rumah bagi sekitar 2,4 juta orang, lebih dari setengahnya mengungsi secara internal dan tinggal di luar dekat perbatasan Turki.

Dengan kampanye pengeboman intensif yang memaksa ribuan orang melarikan diri, banyak yang menghadapi musim dingin yang dingin dan lapar.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat