... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kritisi PMA Majelis Taklim, DDII: Pemerintah Sama Umat Islam Kok Begitu?

Foto: Ketua DDII, Muhammad Sidddik saat ditemui di Hotel Ibis Tamaris. (Foto: Qoid/Kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menyayangkan terbitnya PMA Nomor 29 tahun 2019 tentang Majelis Taklim. Ketua DDII Muhammad Siddik mengatakan, sangatlah tidak wajar apabila majelis taklim diwajibkan untuk mendaftar.

Siddik mengaku kaget dengan keputusan Menteri Agama tersebut. Hal ini karena majelis taklim sudah eksis di Indonesia sejak puluhan tahun lalu sehingga menurutnya, peraturan tersebut hanya akan menimbulkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.

“Orang pasti bertanya, ini pemerintah motifnya apa? Pemerintah sama umat Islam kok begitu? Belom apa-apa, jadi Menteri Agama sudah punya program deradikalisasi. Seperti ada pesan yang dia bawa,” tutur Muhammad Siddik kepada kiblat.net saat ditemui di Hotel Ibis Tamarin pada Jumat sore (12/21/2019).

Terkait pernyataan Kementerian Agama yang mengatakan bahwa hadirnya PMA Majelis Taklim murni untuk pendataan dan pembinaan, Siddik menegaskan bahwa majelis taklim di Indonesia sudah cukup terbina. Menurutnya, kalaupun nanti ada majelis taklim yang bermasalah, masyarakat sendiri yang akan melaporkan kepada pihak yang berwenang.

“Tidak tepat jika orang Islam harus mendaftar. Buat apa pendataan? Memang kita ini negara polisi? Walaupun dia bilang ini pembinaan, tapi ini kan menimbulkan kesan yang mencurigakan di masyarakat. Pemerintah ini apa apaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Siddik menuturkan bahwa dalam sejarah Indonesia tidak pernah ada Menteri Agama yang mengambil kebijakan yang dinilai merugikan umat Islam. Hal ini karena awalnya, Kementerian Agama didirikan oleh pemerintah sebagai kompensasi dibatalkannya Piagam Jakarta.

BACA JUGA  Momen Hari Bhayangkara, KontraS: 287 Warga Tewas Ditembak Dalam Setahun

“Itu ucapan Menteri Agama pertama, Dr. Rasyidi. Dan tidak ada Kementerian Agama di dunia ini sebelumya, kita yang pertama. Itu dibuat Januari tahun 1946. Apa urgensinya? Yaitu untuk memberikan ketenangan bagi umat Islam karena Piagam Jakarta dibatalkan,” pungkas Siddik.

 

Reporter: Qoid                                                                                                                                                                                 Editor: Guntur Aji


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Soal Xinjiang, Amnesty Sebut Ada Kamp yang Tidak Bisa Diakses

Berdasarkan dokumen Amnesty, terdapat satu juta orang dari kelompok minoritas yang ditahan. Tak hanya etnis Uighur, minoritas lain seperti etnis Kazakh dan Tajik juga ikut ditahan oleh pemerintah.

Jum'at, 20/12/2019 20:13 0

Rusia

Dinas Intelijen FSB Rusia Ditembaki, Tiga Orang Tewas

"FSB mengatakan bahwa pihaknya telah "menetralisir" seorang penembak di markas besarnya di pusat kota Moskow," lapor kantor berita Interfax.

Jum'at, 20/12/2019 15:09 0

India

Demonstran UU Anti-Muslim di India Ditembaki, Dua Orang Tewas

Kematian itu menambah delapan korban jiwa dari lebih dari seminggu kerusuhan, ketika pihak berwenang menutup akses internet di negara bagian India yang berpenduduk paling padat.

Jum'at, 20/12/2019 13:52 0

Malaysia

Mahathir: Negara-negara Muslim Harus Kuat untuk Melawan Campur Tangan Asing

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Negara-negara Muslim harus kuat dan mandiri sehingga mereka dapat melawan campur...

Jum'at, 20/12/2019 11:09 0

Suriah

Lagi, Israel Kurangi Area Penangkapan Ikan Nelayan Gaza

Israel telah mengurangi jarak penangkapan dari pelabuhan Gaza dan bahkan pantai selatan Gaza dari 15 mil laut menjadi 10 mil.

Jum'at, 20/12/2019 09:49 0

Afghanistan

Utusan AS: Negosiasi dengan Taliban Hampir Sampai “Tahap Penting”

"Kami sedang mendekati tahap penting dalam proses perdamaian Afghanistan."

Jum'at, 20/12/2019 08:37 0

Artikel

Uyghur dan Gurita Propaganda Pemerintah Cina

"Apakah dengan mengundang tokoh-tokoh dari ketiga ormas ke Uighur China lalu ketiga ormas itu akan melemah kepada pemerintah China? Tidak," kata Anwar.

Kamis, 19/12/2019 21:27 0

Malaysia

Lima Topik Utama dalam KTT Muslim Malaysia

Mereka akan membahas masalah-masalah seperti Islamofobia dan kemiskinan.

Kamis, 19/12/2019 15:58 0

News

Facebook Tahu Posisi Nyata Pengguna Meski Palsukan Data Lokasi

Facebook dapat menentukan di mana pengguna berada, sekalipun mereka memilih untuk tidak dilacak keberadaannya.

Kamis, 19/12/2019 14:25 0

Eropa

Quebec Larang Pegawai Negeri Kenakan Jilbab, Umat Muslim Protes

Beberapa Muslim mengatakan mereka telah ditolak ketika mengajar karena tidak melepas jilbab mereka.

Kamis, 19/12/2019 14:11 0

Close