... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Didukung China, Rusia Gunakan Hak Veto ke-14 untuk Gagalkan Resolusi Soal Suriah

Foto: Forum DK PBB/Ilustrasi

KIBLAT.NET, New York – Rusia kembali menggunakan hak veto untuk membatalkan resolusi anggota Dewan Keamanan (DK) PBB yang membahas mekanisme baru pengiriman bantuan internasional ke Suriah. Ini merupakan veto ke-14 yang digunakan Rusia soal Suriah sejak negara itu dilanda konflik pada 2011 silam.

Veto tersebut digunakan dalam sidang DK PBB pada Jumat (20/12/2019). China mendukung sikap Rusia itu.

Selain Rusia dan China, seluruh negara anggota DK PBB yang berjumlah 13 menyatakan mendukung resolusi tersebut.

Resolusi itu diajukan oleh Jerman, Belgia dan Kuwait. Draft proposal mendorong perpanjangan kerja mekanisme bantuan internasional selama satu tahun di Suriah. Mekanisme disahkan pada 2014 itu akan habis masa berlakunya pada 10 Januari 2020.

Dalam resolusi 2014 itu disebutkan, pengiriman bantuan melalui titik-titik yang tidak dikendalikan oleh rezim Suriah dan garis front. Bantuan itu masuk ke wilayah Suriah melalui empat pintu perbatasan.

Tetapi Rusia menentang untuk memperpanjangnya, karena berupaya memperkuat kontrol sekutunya, rezim Suriah, atas negara itu. Dua melalui Turki, satu melalui Yordania, dan satu melalui Irak.

Draft Jerman, Belgia dan Kuwait mengusulkan memperpanjang mekanisme itu dan penambahan titik pintuk masuk bantuan kelima.

Sebelumnya, para diplomat melaporkan bahwa Rusia menyampaikan kepada sekutunya di DK PBB akan membuat resolusi tandingan.

Rusia, yang menganggap bahwa situasi di lapangan telah berubah karena rezim mengontrol kembali wilayah yang lebih luas, mengusulkan dalam rancangan resolusi tandingan penghapusan dua dari empat titik persimpangan saat ini, bukannya menambahkan poin kelima.

BACA JUGA  Kematian Pria Kulit Hitam oleh Polisi AS Picu Kemarahan Publik

Dua penyeberangan yang ingin ditutup oleh Rusia adalah penyeberangan Yarubiya, di perbatasan antara Suriah dan Irak, dan penyeberangan Ramtha antara Suriah dan Yordania.

Moskow juga mengusulkan untuk memperbarui keputusan hanya enam bulan, bukan satu tahun.

Menurut diplomat, kedua kubu (Rusia dan Barat), menentukan “garis merah” selama sidang. Untuk Rusia, puncak keputusan adalah perpanjangan enam bulan, dan hanya dua titik persimpangan. Sementara Washington mengatakan menerima tidak kurang dari perpanjangan satu tahun dan empat penyeberangan. Adapun persimpangan kelima diminta oleh Ankara dan PBB.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kritisi PMA Majelis Taklim, DDII: Pemerintah Sama Umat Islam Kok Begitu?

Siddik mengaku kaget dengan keputusan Menteri Agama tersebut. Hal ini karena majelis taklim sudah eksis di Indonesia sejak puluhan tahun lalu.

Sabtu, 21/12/2019 03:44 0

Indonesia

Di bawah Guyuran Hujan, Masyarakat Solo Gelar Aksi Bela Uighur

Dalam aksi ini, DSKS juga meminta kepada Duta Besar Cina agar pemerintahan Cina untuk membuka akses bantuan dari luar bagi Muslim Uighur seluas-luasnya.

Jum'at, 20/12/2019 21:20 0

Indonesia

Tak Tegas Soal Uighur, FPI : Indonesia Terlalu Banyak Utang dengan Cina

"Seharusnya umat Islam di Indonesia sadar, rakyat Indonesia juga sadar, kita mulai dulu boikot produk Cina. Walaupun itu susah, tapi usahakan," ujarnya.

Jum'at, 20/12/2019 21:09 0

Indonesia

BEM UIA: Kenapa Indonesia Masih Diam Soal Uighur?

Ketua Bidang Luar Negeri BEM Universitas Islam Asyafi'iyah (UIA), Siti Arfa Namsah menegaskan bahwa Indonesia segala bentuk penindasan terhadap siapapun.

Jum'at, 20/12/2019 18:53 0

Indonesia

Pemerintah Indonesia Didesak Putus Hubungan Diplomasi dengan Cina

Penanggungjawab aksi solidaritas Uighur, Maulana Saleh mendesak pemerintah Indoensia memberikan sikap tegas terhadap pemerintah Cina. Sebab, pemerintah Cina telah melakukan penindasan terhadap muslim Uighur.

Jum'at, 20/12/2019 18:39 0

Indonesia

Demo Uighur di Depan Kedubes Cina, Mahasiswa Terlibat Saling Dorong dengan Polisi

Kejadian ini tak hanya berlangsung sekali, karena massa dari mahasiswa ingin masuk ke Kedubes. Orator terdengar terdengar ali meneriakkan untuk mendobrak gerbang. "Kita dobrak kawan-kawan. Maju dua langkah, revolusi!," teriak orator.

Jum'at, 20/12/2019 18:02 0

Indonesia

Aksi Solidaritas Uighur, Ratusan Massa Geruduk Kedubes China

Ratusan umat Islam melakukan aksi di depan Kantor Kedutaan Besar China di Jakarta. Menurut pantauan Kiblat.net, massa aksi mulai berdatangan pada pukul 14.00 WIB.

Jum'at, 20/12/2019 15:41 0

Indonesia

Soal Uighur, Peserta KTT Muslim Malaysia Diminta Tegas ke China

"MUI mengimbau para peserta pertemuan puncak negara-negara Islam di Kuala Lumpur (KTT Muslim Malaysia) untuk bersikap tegas dan keras kepada pemerintah China," ujarnya.

Jum'at, 20/12/2019 14:25 0

Indonesia

OKI dan KAICIID Gelar Dialog Agama Buddha dan Islam Tingkat Regional

Sedikitnya 65 pemuka agama dan stakeholder menghadiri dialog antar agama Islam dan Buddha di hotel Borobudur, Jakarta Pusa

Kamis, 19/12/2019 22:54 0

Artikel

Uyghur dan Gurita Propaganda Pemerintah Cina

"Apakah dengan mengundang tokoh-tokoh dari ketiga ormas ke Uighur China lalu ketiga ormas itu akan melemah kepada pemerintah China? Tidak," kata Anwar.

Kamis, 19/12/2019 21:27 0

Close