Aturan Merokok di Malaysia Berlaku 2020, Dendanya hingga 30 Juta Rupiah

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Mereka yang merokok atau menggunakn vape di restoran Malaysia akan didenda RM250 (Rp 840 ribu) mulai tahun depan. Denda akan dikurangi menjadi RM150 jika pelaku membayarnya dalam waktu kurang dari sebulan.

“Jika (ada yang) keras kepala (dan tidak membayar), akan dikenakan denda hingga RM10.000 (Rp 33,7 juta),” kata Lee Boon Chye, Wakil Menteri Kesehatan Malaysia, Jumat (20/12/2019).

Kementerian kesehatan Malaysia sebelumnya mengumumkan bahwa merokok dan vape akan dilarang keras di semua restoran di Malaysia mulai Januari tahun depan.

Lee mengatakan gerakan larangan merokok selama setahun terakhir telah mengurangi jumlah perokok di restoran, terutama di daerah perkotaan.

“Kami berharap kebijakan ini (akan mendapatkan) banyak dukungan dari publik,” katanya, seraya menambahkan bahwa 21 persen orang dewasa Malaysia merokok.

“Untuk yang bukan perokok, tentu saja, mereka cukup senang. (Tetapi) untuk perokok, saya berharap mereka akan mengambil kesempatan ini untuk berhenti merokok, mengurangi merokok – atau setidaknya memiliki kebiasaan untuk tidak merokok di depan orang lain.”

Larangan merokok di semua perusahaan makanan, termasuk yang di luar ruangan, mulai berlaku pada Januari tahun ini, tetapi pemerintah memperpanjang masa tenggang bagi para pelanggar hingga Desember. Ini untuk memberi waktu bagi para perokok dan pemilik restoran untuk memberi peringatan tentang aturan baru.

Pejabat kesehatan Malaysia mengatakan pada Oktober bahwa mereka sedang mempertimbangkan larangan penjualan rokok elektronik, mengingat semakin banyaknya laporan kematian di Amerika Serikat terkait dengan e-rokok dan vaping.

Sumber: Bernama
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat