... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tak Tegas Soal Uighur, FPI : Indonesia Terlalu Banyak Utang dengan Cina

Foto: KH Shobri Lubis, Ketua DPP FPI (Foto/Jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Umum Front Pembela Islam, KH Ahmad Shobri Lubis menyebut Pemerintah Indonesia bersikap lunak terhadap Cina dalam kasus Uighur lantaran banyak utang.

“Indonesia ini terlalu banyak utang sama Cina, Ribuan triliun. Jadi membuat presiden kita ini tidak bisa leluasa, merasa tidak lagi merdeka,” ujar Shobri ditemui di Jatinegara, Jakarta Timur, Jum’at (20/12/2019).

Karenanya, ia pun menyarankan pemerintahan Jokowi yang kedua ini untuk tidak lagi menambah utang ke Cina, karena jika semakin banyak utang, maka Indonesia akan semakin terbelenggu.

Selain itu, untuk langkah konkrit membela Uighur, Shobri menyarankan segenap umat Islam dan rakyat Indonesia untuk memboikot produk-produk Cina.

“Seharusnya umat Islam di Indonesia sadar, rakyat Indonesia juga sadar, kita mulai dulu boikot produk Cina. Walaupun itu susah, tapi usahakan,” ujarnya.

Pemerintah pun diminta mendukung pemboikotan ini dengan cara mendorong bangkitnya produk lokal.

“Kalau seperti ini modelnya, produk lokal ga ada atau susah didapat oleh masyarakat. Semuanya produk Cina beredar di tengah-tengah masyarakat, ini pemerintah kerjanya apa,” tegasnya.

Reporter : Muhammad Jundii
Editor: Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Soal Xinjiang, Amnesty Sebut Ada Kamp yang Tidak Bisa Diakses

Berdasarkan dokumen Amnesty, terdapat satu juta orang dari kelompok minoritas yang ditahan. Tak hanya etnis Uighur, minoritas lain seperti etnis Kazakh dan Tajik juga ikut ditahan oleh pemerintah.

Jum'at, 20/12/2019 20:13 0

Rusia

Dinas Intelijen FSB Rusia Ditembaki, Tiga Orang Tewas

"FSB mengatakan bahwa pihaknya telah "menetralisir" seorang penembak di markas besarnya di pusat kota Moskow," lapor kantor berita Interfax.

Jum'at, 20/12/2019 15:09 0

India

Demonstran UU Anti-Muslim di India Ditembaki, Dua Orang Tewas

Kematian itu menambah delapan korban jiwa dari lebih dari seminggu kerusuhan, ketika pihak berwenang menutup akses internet di negara bagian India yang berpenduduk paling padat.

Jum'at, 20/12/2019 13:52 0

Malaysia

Mahathir: Negara-negara Muslim Harus Kuat untuk Melawan Campur Tangan Asing

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Negara-negara Muslim harus kuat dan mandiri sehingga mereka dapat melawan campur...

Jum'at, 20/12/2019 11:09 0

Suriah

Lagi, Israel Kurangi Area Penangkapan Ikan Nelayan Gaza

Israel telah mengurangi jarak penangkapan dari pelabuhan Gaza dan bahkan pantai selatan Gaza dari 15 mil laut menjadi 10 mil.

Jum'at, 20/12/2019 09:49 0

Afghanistan

Utusan AS: Negosiasi dengan Taliban Hampir Sampai “Tahap Penting”

"Kami sedang mendekati tahap penting dalam proses perdamaian Afghanistan."

Jum'at, 20/12/2019 08:37 0

Artikel

Uyghur dan Gurita Propaganda Pemerintah Cina

"Apakah dengan mengundang tokoh-tokoh dari ketiga ormas ke Uighur China lalu ketiga ormas itu akan melemah kepada pemerintah China? Tidak," kata Anwar.

Kamis, 19/12/2019 21:27 0

Malaysia

Lima Topik Utama dalam KTT Muslim Malaysia

Mereka akan membahas masalah-masalah seperti Islamofobia dan kemiskinan.

Kamis, 19/12/2019 15:58 0

News

Facebook Tahu Posisi Nyata Pengguna Meski Palsukan Data Lokasi

Facebook dapat menentukan di mana pengguna berada, sekalipun mereka memilih untuk tidak dilacak keberadaannya.

Kamis, 19/12/2019 14:25 0

Eropa

Quebec Larang Pegawai Negeri Kenakan Jilbab, Umat Muslim Protes

Beberapa Muslim mengatakan mereka telah ditolak ketika mengajar karena tidak melepas jilbab mereka.

Kamis, 19/12/2019 14:11 0

Close