... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mahathir: Negara-negara Muslim Harus Kuat untuk Melawan Campur Tangan Asing

Foto: Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyampaikan pidatonya pada upacara pembukaan KTT Kuala Lumpur di Kuala Lumpur pada 19 Desember 2019. (Foto: AFP / Mohd Rasfan)

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Negara-negara Muslim harus kuat dan mandiri sehingga mereka dapat melawan campur tangan asing dalam urusan mereka. Demikian ditegaskan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Kamis (19/12/2019).

Dia mengatakan beberapa negara asing ingin melihat negara-negara Muslim saling bertarung, sehingga mereka tidak akan pernah kuat.

“Akan selalu ada gangguan dari negara lain,” katanya saat sesi tanya jawab di KTT Muslim Malaysia.

“Semua kekuatan besar ingin mempengaruhi apa pun yang terjadi di negara kita. Tapi itu untuk kita tolak. Dan bagi kita untuk melawan, kita harus kuat dan mandiri.”

Mahathir, sebagai pemimpin KTT, menunjukkan bahwa ketergantungan pada negara-negara kuat, misalnya terkait dana, membuat mereka rentan terhadap pengaruh eksternal.

“Apa yang kita lihat hari ini adalah terlalu banyak ketergantungan pada negara-negara kuat ini untuk dana, untuk peralatan, bahkan untuk kehidupan kita. Supaya bisa mandiri, kita harus melawan pengaruh negara-negara asing yang ingin melihat kita saling bertarung sehingga kita tidak akan pernah kuat,” katanya.

Mahathir juga meminta negara-negara Muslim untuk menyelesaikan masalah atau konflik melalui negosiasi dan arbitrasi, bahkan dengan pengadilan.

Menggunakan kekerasan, seperti memulai perang, lanjut dia, tidak akan pernah menyelesaikan masalah karena tindakan seperti itu hanya akan mengakibatkan kematian dan kehancuran.

“Jauh lebih baik berdiskusi. Jika Anda menganggap kita semua Muslim sebagai saudara, cara yang lebih baik untuk menyelesaikan (perselisihan apa pun) adalah bernegosiasi dengan tenang dan tidak membiarkan emosi kita, perasaan kita memengaruhi kita sampai-sampai kita tidak dapat melihat alasan sama sekali,” jelasnya.

BACA JUGA  Vandalisme Mushola Darussalam Tindak Pidana Serius

“Kita harus menolak untuk berperang dan pergi berperang tetapi sebaliknya bernegosiasi dan menengahi,” tambah Mahathir.

Menjawab pertanyaan lain, Mahathir mengatakan KTT Malaysia akan berkontribusi pada kerja sama bilateral yang lebih erat di antara negara-negara yang berpartisipasi, termasuk di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan bisnis.

Setidaknya 250 perwakilan asing dari 52 negara dan 150 delegasi Malaysia juga akan bergabung dengan KTT Malaysia, termasuk pejabat pemerintah, cendekiawan dan pemimpin dari berbagai sektor non-pemerintah.

Namun ada juga yang absen, termasuk para pemimpin Indonesia, Arab Saudi dan Pakistan.

Sumber: Channel News Asia
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

OKI dan KAICIID Gelar Dialog Agama Buddha dan Islam Tingkat Regional

Sedikitnya 65 pemuka agama dan stakeholder menghadiri dialog antar agama Islam dan Buddha di hotel Borobudur, Jakarta Pusa

Kamis, 19/12/2019 22:54 0

Artikel

Uyghur dan Gurita Propaganda Pemerintah Cina

"Apakah dengan mengundang tokoh-tokoh dari ketiga ormas ke Uighur China lalu ketiga ormas itu akan melemah kepada pemerintah China? Tidak," kata Anwar.

Kamis, 19/12/2019 21:27 0

Indonesia

Dapat Bantuan Ambulans dari Cina, PBNU: Untuk Bangun Kebersihan di Daerah Miskin

Akhir-akhir ini tersebar foto ambulans bantuan dari Cina untuk PBNU.

Kamis, 19/12/2019 17:20 0

Indonesia

Hakimuddin Salim Jadi Doktor Pendidikan Islam Pertama dari Asia Tenggara di Universitas Islam Madinah

Hakimuddin Salim Jadi Doktor Tarbiyah Pertama dari Asia Tenggara di Universitas Islam Madinah

Kamis, 19/12/2019 14:39 0

Indonesia

KAMMI: Sikap Indonesia Soal Uighur Ditunggu Internasional

Elevan Yusmanto menegaskan bahwa sikap Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia atas masalah Uighur sedang ditunggu dunia internasional.

Kamis, 19/12/2019 14:16 0

Indonesia

Komisi I DPR: Separatis Papua Bukan Pudar Malah Membesar

Dalam hal ini, Anggota komisi I DPR RI Sukamta dalam pernyataan tertulisnya menyatakan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Merdeka harus dibasmi secepatnya.

Kamis, 19/12/2019 14:05 0

Indonesia

KAMMI Minta Pemerintah Desak Cina Buka Akses Informasi Soal Uighur

Menurut Evan, sikap Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia terkait Uighur tengah ditunggu dunia internasional.

Kamis, 19/12/2019 13:35 0

Indonesia

Kenang Gus Hilman, KH Luthfi Bashori: Beliau Tak Fanatik Buta dengan NU

Tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH. Luthfi Basori turut berduka atas meninggalnya Gus Hilman Wajdi

Rabu, 18/12/2019 17:24 0

Indonesia

Putra KH Hasyim Muzadi, Gus Hilman Wajdi Meninggal Dunia

utra Ulama KH. Hasyim Muzadi, Gus Hilman Wajdi meninggal dunia.

Rabu, 18/12/2019 17:11 0

Indonesia

Muhammadiyah Benarkan Terjadi Perampasan terhadap Kebebasan Beragama Muslim Uighur

Muhyiddin Junaidi, ketua delegasi ormas Islam dalam kunjungan ke Xinjiang, Cina pada Februari lalu, mengungkapkan bahwa terjadi perampasan hak beragama terhadap muslim Uighur di Xinjiang, Cina.

Rabu, 18/12/2019 16:27 0

Close
CLOSE
CLOSE