... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Akibat Dukung Uighur, Karakter Mesut Ozil Dihapus dari Game PES 2020 Versi Cina

Foto: Pemain Tengah Arsenal, Mesul Ozil. (Foto: Anadolu)

KIBLAT.NET, Jakarta – Karakter pemain tengah klub sepak bola Arsenal, Mesut Ozil dihapus dari game sepak bola besutan Konami, Pro Evolution Soccer (PES) 2020 di China. Hal ini menyusul cuitan Ozil di media sosial yang mengkritisi perlakuan represif pemerintah Cina terhadap etnis muslim minoritas Uighur di Xinjiang.

Distributor PES di Cina, NetEase menyatakan bahwa mereka akan menghapus karakter Ozil dari 3 varian game yang ada termasuk PES 2020 Mobile.

“Pemain Jerman Ozil telah memposting pernyataan ekstrem tentang Cina di media sosial,” kata NetEase pernyataannya yang diunggah di akun Weibo pada Rabu (18/12/2019).

“Pernyataan itu melukai perasaan penggemar Cina dan melanggar semangat olahraga cinta dan damai. Kami tidak mengerti, menerima atau memaafkan ini,”imbuhnya.

Sebelumnya pada Jumat (13/12/2019), Ozil mengutuk tindakan represif Cina terhadap etnis minoritas muslim di wilayah Xinjiang. Ia juga mengkritisi diamnya umat dan negara-negara Islam di seluruh dunia.

Menanggapi hal itu, Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan bahwa Ozil telah termakan berita palsu terkait Uighur. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian, Geng Shuang dalam pernyataannya pada hari Senin (16/12/2019).

“Saya tidak tahu apakah Ozil pernah ke Xinjiang secara pribadi tetapi dia benar-benar ditipu oleh berita palsu dan pernyataan palsu telah memengaruhi penilaiannya.” katanya.

Arsenal sendiri dengan cepat menyatakan berlepas diri diri dari komentar Ozil. Mereka menegaskan hal itu merupakan murni pendapat pribadi Ozil dan Arsenal selalu berpegang pada prinsip untuk tidak melibatkan diri dalam politik.

BACA JUGA  Korban Meninggal di Cina Capai 909 Orang, WHO Kirim Tim Ahli Untuk Selidiki Virus Corona

Meski begitu, Ozil mendapat dukungan dari mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger. Wenger menyebut bahwa pemain juga mempunyai hak untuk berpendapat, seperti apa yang dilakukan Ozil di media sosialnya.

 

Reporter: Qoid                                                                                                                                                                                 Sumber: Reuters

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kenang Gus Hilman, KH Luthfi Bashori: Beliau Tak Fanatik Buta dengan NU

Tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH. Luthfi Basori turut berduka atas meninggalnya Gus Hilman Wajdi

Rabu, 18/12/2019 17:24 0

Indonesia

Putra KH Hasyim Muzadi, Gus Hilman Wajdi Meninggal Dunia

utra Ulama KH. Hasyim Muzadi, Gus Hilman Wajdi meninggal dunia.

Rabu, 18/12/2019 17:11 0

Indonesia

Muhammadiyah Benarkan Terjadi Perampasan terhadap Kebebasan Beragama Muslim Uighur

Muhyiddin Junaidi, ketua delegasi ormas Islam dalam kunjungan ke Xinjiang, Cina pada Februari lalu, mengungkapkan bahwa terjadi perampasan hak beragama terhadap muslim Uighur di Xinjiang, Cina.

Rabu, 18/12/2019 16:27 0

Indonesia

Muhammadiyah Ungkap Kecurigaan Saat Kunjungi Muslim Uighur

Muhyiddin Junaidi, Ketua delegasi Ormas Islam dalam kunjungan ke Xinjiang Februari lalu, mengungkapkan beberapa kecurigaan saat mengunjungi kamp konsentrasi Uighur.

Rabu, 18/12/2019 14:43 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Cina Gunakan Dalih Terorisme untuk Diskriminasi Muslim Uighur

banyak persoalan HAM fundamental dari etnik Uighur yang dilanggar oleh pemerintah Cina.

Rabu, 18/12/2019 13:59 0

Opini

Nasib Buruk Ozil yang Masih Lebih Baik dari Nasib Orang-orang Uighur

Agaknya sial betul nasib Mesut Ozil, pesepakbola asal Jerman yang masih memiliki darah Turki. Sudah diketahui secara luas di kalangan para pemerhati (industri) sepakbola jika di kompetisi musim ini, ia mendapat kesempatan bermain yang sangat minim dari klubnya, Arsenal.

Selasa, 17/12/2019 19:24 0

Artikel

Guru Tjokro, Sosialisme, dan Islam

Bagaimana hakikat sosialisme Islam dalam pandangan Tjokroaminoto.

Selasa, 17/12/2019 17:44 0

Indonesia

Soal Berita WSJ, Wasekjen PBNU: Kita Bukan Corong Amerika dan Cina

Wasekjen PBNU, Masduki Baidlowi mengatakan bahwa berita Cina memberikan dana kepada Nahdlatul Ulama tidaklah benar.

Selasa, 17/12/2019 17:24 0

Indonesia

Wasekjen PBNU: Kalau Asal Ngomong Soal Xinjiang, Cina Tersinggung

Ia menilai, bagaimanapun Indonesia tidak bisa mencampuri peristiwa yang ada di Xinjiang.

Selasa, 17/12/2019 16:11 3

Indonesia

Wasekjen PBNU Samakan Muslim Uighur dengan Separatis Papua

Wasekjen PBNU, Masduki Baidlowi menganggap bahwa ada separatisme di Xinjiang,

Selasa, 17/12/2019 15:54 3

Close