... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Myanmar Tahan Kapal Berpenumpang 173 Muslim Rohingya

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Yangon – Pemerintah Myanmar menahan 173 orang Rohingya di atas kapal di lepas pantai selatan negara pada Ahad (15/12/2019). Hal ini manandai banyaknya minoritas Muslim Rohingya yang mengarungi laut untuk menghindari penganiayaan.

“Angkatan laut menangkap kapal yang membawa kelompok itu, termasuk 22 anak-anak, di kota Kawthaung Divisi Tanintharyi,” kata juru bicara militer Tun Tun Nyi.

“Angkatan laut kami menemukan mereka di kapal yang mencurigakan di laut,” katanya kepada Reuters melalui telepon. “Polisi akan melanjutkan sesuai dengan hukum.”

Lebih dari 730.000 Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh pada tahun 2017 untuk menghindari tindakan keras pimpinan militer yang menurut para penyelidik PBB dilakukan dengan “niat genosida”, termasuk pembunuhan massal dan pemerkosaan.

Sekitar 600.000 tetap di Myanmar yang sebagian besar beragama Buddha. Menempati kamp-kamp dan desa-desa di negara bagian Rakhine barat, mereka tidak dapat bepergian dengan bebas atau mengakses layanan kesehatan dan pendidikan.

Selama bertahun-tahun, Rohingya di kedua sisi perbatasan melarikan diri dengan kapal di bulan-bulan kering antara November dan Maret, ketika laut tenang. Perjalanan berbahaya ke Thailand dan Malaysia, sering dilakukan di kapal yang penuh sesak dan reyot, sehingga menelan banyak korban jiwa.

Eksodus memuncak pada tahun 2015 ketika sekitar 25.000 orang menyeberangi Laut Andaman, banyak yang tenggelam dalam perahu yang tidak aman dan kelebihan muatan.

Myat Thu, asisten direktur kantor administrasi kotapraja Kawthaung, mengatakan belum jelas apakah kelompok yang ditangkap pada hari Ahad berlayar dari Myanmar atau Bangladesh.

“Sekarang kami menahannya di sebuah pulau di Kawthaung di laut, dengan penjagaan keamanan,” katanya kepada Reuters melalui telepon. “Kami memastikan bahwa semua hak asasi mereka dilindungi.”

Pejabat penjaga pantai Bangladesh Saiful Islam mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak mengetahui adanya kapal yang meninggalkan kamp ke Myanmar.

“Jika kami memiliki informasi seperti itu, kami akan menghentikan mereka,” katanya melalui telepon.

Lebih dari 90 Rohingya termasuk 23 anak yang ditemukan di pantai di wilayah Irrawaddy delta setelah naik kapal dari Rakhine muncul di pengadilan Myanmar pada 11 Desember untuk menghadapi tuduhan bepergian secara ilegal.

Ratusan orang telah dipenjara di penjara dan pusat penahanan kaum muda di seluruh negeri.

“Seharusnya tidak seperti itu,” kata pemimpin Muslim Wunna Shwe, sekretaris gabungan Dewan Urusan Agama Islam di Myanmar.

“Pemerintah harus memeriksa kewarganegaraan mereka dan memberikan kewarganegaraan kepada mereka yang memenuhi syarat. Akan sulit untuk menyelesaikan masalah ini tanpa mengakui hak-hak orang di kamp-kamp yang ada.”

Sumber: Channel News Asia
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah: Cina Gunakan Dalih Terorisme untuk Diskriminasi Muslim Uighur

banyak persoalan HAM fundamental dari etnik Uighur yang dilanggar oleh pemerintah Cina.

Rabu, 18/12/2019 13:59 0

Opini

Nasib Buruk Ozil yang Masih Lebih Baik dari Nasib Orang-orang Uighur

Agaknya sial betul nasib Mesut Ozil, pesepakbola asal Jerman yang masih memiliki darah Turki. Sudah diketahui secara luas di kalangan para pemerhati (industri) sepakbola jika di kompetisi musim ini, ia mendapat kesempatan bermain yang sangat minim dari klubnya, Arsenal.

Selasa, 17/12/2019 19:24 0

Artikel

Guru Tjokro, Sosialisme, dan Islam

Bagaimana hakikat sosialisme Islam dalam pandangan Tjokroaminoto.

Selasa, 17/12/2019 17:44 0

Indonesia

Soal Berita WSJ, Wasekjen PBNU: Kita Bukan Corong Amerika dan Cina

Wasekjen PBNU, Masduki Baidlowi mengatakan bahwa berita Cina memberikan dana kepada Nahdlatul Ulama tidaklah benar.

Selasa, 17/12/2019 17:24 0

Indonesia

Wasekjen PBNU: Kalau Asal Ngomong Soal Xinjiang, Cina Tersinggung

Ia menilai, bagaimanapun Indonesia tidak bisa mencampuri peristiwa yang ada di Xinjiang.

Selasa, 17/12/2019 16:11 3

Indonesia

Wasekjen PBNU Samakan Muslim Uighur dengan Separatis Papua

Wasekjen PBNU, Masduki Baidlowi menganggap bahwa ada separatisme di Xinjiang,

Selasa, 17/12/2019 15:54 3

Info Event

Hadirilah! Tabligh Akbar Tantangan Para Pendidik di Akhir Zaman

Tabligh Akbar (Tantangan Para Pendidik Di Akhir Zaman)"

Selasa, 17/12/2019 14:00 0

Indonesia

Meski Banyak Investasi Cina, Indonesia Tetap Diminta Bela Muslim Uighur

Fahira Idris menegaskan bahwa Indonesia harus mengecam penindasan muslim Uighur oleh pemerintah Cina.

Selasa, 17/12/2019 08:34 1

Indonesia

Fahira Idris: Sampai Kapan Indonesia Diam Soal Uighur?

Sampai kapan Indonesia terus diam soal Uighur sementara di belahan dunia kecaman terus mengalir.

Selasa, 17/12/2019 05:27 0

Indonesia

Muhammadiyah Desak PBB dan OKI Selesaikan Kasus Uighur

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk bantu hentikan pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighu

Senin, 16/12/2019 21:52 0

Close