... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Berita WSJ, Wasekjen PBNU: Kita Bukan Corong Amerika dan Cina

Foto: Masduki Baidlowi (sumber: Detik)

KIBLAT.NET, Jakarta – Wasekjen PBNU, Masduki Baidlowi mengatakan bahwa berita Cina memberikan dana kepada Nahdlatul Ulama tidaklah benar. Ia menilai bahwa itu adalah tuduhan tidak berdasar.

“Kalau yang dituduh The Wall Street Journal, kita dianggap disogok oleh Cina karena nggak sama dengan Amerika sikap kita, nggak lah. Saya kira itu tuduhan nggak berdasar,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (17/12/2019).

“Kita itu tidak mau jadi corong Amerika tapi juga tidak mau jadi corongnya Cina. Kita corongnya siapa? Kita pemerintah Indonesia dan umat Islam,” Sambungnya.

Masduki memaparkan bahwa umat Islam itu seperti satu tubuh. Menurutnya, jika kaki sakit maka seluruh tubuh akan sakit. Di situlah, kata dia, sikap kita meyikapi umat Islam di xinjiang.

“Kita berjuang supaya mereka mendapat hak-haknya secara pelan-pelan, mendapat kebebasan pelan-pelan. Dengan proses diplomasi yang tetap menghormati kedaulaatan masing-masing negara,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Hadirilah! Tabligh Akbar Tantangan Para Pendidik di Akhir Zaman

Tabligh Akbar (Tantangan Para Pendidik Di Akhir Zaman)"

Selasa, 17/12/2019 14:00 0

China

China Perketat Kontrol Informasi Usai Dokumen Xinjiang Bocor

Pemerintah daerah Xinjiang di bagian barat China menghapus data, menghancurkan dokumen, memperketat kontrol informasi dan telah mengadakan pertemuan tingkat tinggi dalam menanggapi dokumen rahasia yang bocor.

Selasa, 17/12/2019 13:55 0

News

Pemindai Wajah di Bandara dan Restoran Rentan Dimanipulasi dengan Topeng

Para peneliti melakukan tes di tiga benua, menipu dua sistem pembayaran online, pos pemeriksaan perbatasan China, dan gerbang kontrol paspor di Bandara Schiphol Amsterdam.

Selasa, 17/12/2019 11:43 0

Amerika

Dengan Suara Bulat, DK PBB Sepakat Perpanjang Sanksi terhadap Taliban

Perpanjangan itu dibuat di bawah Bab 7 Piagam PBB, yang berarti bahwa kekuatan dapat digunakan untuk mengimplementasikannya.

Selasa, 17/12/2019 07:35 0

Iran

Amnesty: 304 Tewas Selama Protes Anti Kenaikan BBM di Iran

"Setidaknya 304 orang tewas dan ribuan lainnya terluka antara 15 dan 18 November ketika pihak berwenang Iran menghadapi protes dengan kekuatan mematikan," kata laporan Amnesty.

Selasa, 17/12/2019 07:10 0

Qatar

Qatar: Pembicaraan dengan Saudi Pecah Kebuntuan Krisis Diplomatik

Para analis percaya bahwa kerugian negara-negara pemboikot Qatar lebih dari banyak dari kerugian yang dialami Doha dari krisis ini.

Selasa, 17/12/2019 06:42 0

China

Cina Sebut Mesut Ozil Termakan Hoaks Soal Uighur

"Kami juga menyambut Tuan Ozil untuk datang ke Xinjiang jika ia memiliki kesempatan, untuk berjalan-jalan dan melihat-lihat,"

Senin, 16/12/2019 19:30 0

China

Buntut Dukungan Ozil ke Uighur, Saluran TV Cina Batal Tayangkan Arsenal vs Manchester City

Pada hari Minggu, CCTV mengganti jadwal penayangan Arsenal vs Manchester City dengan tayangan ulang pertandingan Tottenham vs Wolverhampton Wanderers.

Senin, 16/12/2019 13:00 0

Amerika

AS Dikabarkan Akan Tarik Empat Ribu Pasukan dari Afghanistan

Washington saat ini masih menempatkan sekitar 13.000 tentara di Afghanistan. Taliban meminta penarikan seluruh pasukang asing sebagai syarat damai.

Senin, 16/12/2019 09:10 0

India

Protes Tolak UU Kewarganegaraan India Terus Berkobar, 6 Tewas

"Assam akan terus memprotes. India adalah negara demokratis dan pemerintah harus mendengarkan kami," kata Karan Milli, salah satu demontran yang rekannya tewas.

Senin, 16/12/2019 08:41 0

Close