... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Protes Tolak UU Kewarganegaraan India Terus Berkobar, 6 Tewas

Foto: AFP

KIBLAT.NET, News Delhi – Sedikitnya enam orang tewas dalam serangkian aksi demontrasi di timur laut India untuk menentang undang-undang kewarganegaraan yang mendiskriminasi Muslim. Para demonstran yang marah pada Ahad (15/12/2019) bersumpah untuk melanjutkan demonstrasi menentang undang-undang yang baru disahkan itu.

Ketegangan masih tinggi di kota Guwahati, kota terbesar negara bagian Assam di timur laut India. Polisi memberlakukan pengamanan ketat di daerah tersebut dan menggelar patroli rutin.

Undang-undang baru yang disahkan oleh parlemen pada Rabu lalu itu memungkinkan pemerintah India memberi kewarganegaraan kepada jutaan imigran ilegal dari tiga negara tetangga pada atau sebelum 31 Desember 2014, asalkan mereka bukan Muslim.

Negara-negara ini adalah Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan.

Menurut keterangan pejabat, empat korban tewas akibat peluru polisi sementara satu lainnya tewas ketika sebuah toko dibakar. Korban keenam terbunuh setelah dikeroyok selama demonstrasi, menurut yang diumumkan para pejabat.

Sekitar lima ribu orang berpartisipasi dalam demonstrasi baru di Guwahati pada Ahad dengan penjagaan ketat ratusan polisi. Para peserta meneriakkan slogan-slogan anti-hukum dan memegang spanduk bertuliskan “Hidup Assam.”

Undang-undang itu menimbulkan ketakutan umat Islam, dan perubahan yang diusulkan itu menimbulkan protes di mana penduduk yang tidak puas dengan masuknya umat Hindu dari Bangladesh yang akan mendapat manfaat dari hukum.

“Assam akan terus memprotes. India adalah negara demokratis dan pemerintah harus mendengarkan kami,” kata Karan Milli, salah satu demontran yang rekannya tewas.

BACA JUGA  "Pemerintah India Berusaha Menghapus Sejarah Kashmir"

“Kami tidak menginginkan kekerasan, tetapi demonstrasi akan berlanjut … Warga Assam tidak akan berhenti sampai pemerintah mencabut undang-undang itu,” kata pengunjuk rasa lainya, Pratima Sharma, kepada France Press.

Para pejabat mengatakan bahwa produksi minyak dan gas di negara bagian itu terpengaruh oleh jam malam, kendati ada pembatasan pada Ahad dan pembukaan beberapa toko.

Di negara bagian Benggala Barat, di mana protes berlanjut untuk hari ketiga, kepala menteri India Mamata Banerjee memerintahkan penghentian layanan Internet di banyak daerah.

Para demonstran membakar ban dan mengorganisir pemogokan di jalan raya dan jalur kereta api dan membakar kereta api dan bus. Pihak berwenang mendorong polisi anti huru hara untuk membubarkan para demonstran sambil menghentikan layanan kereta api di beberapa daerah di negara bagian.

Di New Delhi, beberapa bus dibakar dan rekaman video di media sosial menunjukkan polisi menembakkan gas air mata ke arah para demonstran.

Pers Trust India melaporkan bahwa sekitar 35 orang terluka dalam bentrokan dan dibawa ke rumah sakit, sementara pihak berwenang mengatakan bahwa sekolah-sekolah di daerah itu akan ditutup pada Senin.

Polisi juga memasuki Universitas Islam Jamia Melia di Delhi setelah bentrokan untuk menangkap beberapa orang, meskipun universitas mengatakan bahwa para siswanya tidak berpartisipasi dalam kekerasan.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Muhammadiyah: Kalau Majelis Taklim Harus Didaftar, Lama-lama Seperti Gereja

majelis taklim tidak perlu diatur. Sebab, tanpa diatur pun sudah berkembang dengan baik.

Sabtu, 14/12/2019 15:30 0

Indonesia

Disebut Terima Dana dari Cina, Muhammadiyah: Kami Tidak Bisa Dibeli

Sekertaris Umum Muhammadiyah, Abdul Mu'ti membantah bahwa Muhammadiyah menerima bantuan dana dari Cina

Sabtu, 14/12/2019 14:19 0

Indonesia

Ali Taher: PMA Majelis Taklim Lahir Bukan karena Kebutuhan

Ali Taher Parasong menilai bahwa Peraturan Menteri Agama tentang majelis taklim lahir bukan karena kebutuhan.

Sabtu, 14/12/2019 14:16 0

Indonesia

Disebut Terlibat Penyusunan PMA Majelis Taklim, Nasyiatul Aisyiyah: Kami Pasif, Ada yang Kurang Sreg

Diyah Puspitarini membenarkan penyataan Kementerian Agama tersebut. Namun ia mengaku, pihaknya hanya sempat datang di pertemuan pertama.

Sabtu, 14/12/2019 03:45 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Surgamu Tergantung Akhlakmu

 Hubungan kita dengan Allah harus senantiasa berjalan seiring dengan hubungan kita dengan manusia.

Jum'at, 13/12/2019 17:54 0

Indonesia

Penunjukan Wantimpres Oleh Jokowi Dinilai Bentuk Balas Budi

Ujang Komarudin menilai bahwa pengangkatan Wantimpres oleh Presiden Jokowi untuk mengakomodir kepentingan entitas kelompok tertentu.

Jum'at, 13/12/2019 17:38 0

Indonesia

Kemenag Sebut Pendataan Majelis Taklim Untuk Permudah Pembinaan

Kementerian Agama mengklaim bahwa pihaknya telah melibatkan berbagai ormas islam dalam penyusunan PMA Nomor 29 tahun 2019 tentang Majelis Taklim.

Jum'at, 13/12/2019 17:34 0

Indonesia

Jokowi Lantik 9 Wantimpres: Dari Wiranto Hingga Habib Luthfi Bin Yahya

Presiden Joko Widodo resmi melantik Sembilan Dewan Pertimbangan (Wantimpres).

Jum'at, 13/12/2019 16:09 0

Indonesia

Wasekjen MUI Apresiasi Masuknya RUU Perlindungan Ulama

Masuknya Rancangan Undang Undang (RUU) Perlindungan Tokoh agama

Kamis, 12/12/2019 18:13 0

Indonesia

DSKS Minta Bupati Sukoharjo Tutup PT RUM Demi Jaga Kesehatan Warga

Dampak Limbah Cair dan Gas PT. RUM terbukti masih meresahkan warga

Kamis, 12/12/2019 17:59 0

Close