... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Praktisi Hukum: Jihad dan Khilafah adalah Ajaran Islam

Foto: praktisi hukum Universitas Tadulako, Harun Nyak Itam Abu, SH,. MH.

KIBLAT.NET, Palu – Kementerian Agama Republlik Indonesia belum lama ini resmi mengeluarkan keputusan untuk menarik materi tentang khilafah, jihad, dan perang dari kurikulum madrasah yang ada di seluruh Indonesia.

Hal itu pun mengundang  reaksi dari sejumlah kalangan, salah satunya adalah praktisi hukum Universitas Tadulako, Harun Nyak Itam Abu, SH,. MH. Menurut Harun, penghapusan dan penghilangan materi jihad, khilafah, dan perang dari kurikulum dapat mendistorsi pemahaman yang sebenarnya seperti yang sudah banyak dijelaskan dalam kitab-kitab para ulama.

Dirinya pun sangat menentang keras dengan rencana dari Kementerian Agama untuk menghapus dan meniadakan materi-materi jihad dan khilafah. “Terkait penghapusan materi jihad dan khilafah dari pelajaran agama Islam oleh Menteri Agama RI, saya menentang keras rencana tersebut,” ungkapnya ketika dihubungi Kiblat.net pada Jum’at (13/12/2019).

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pengajar hukum di Universitas Tadulako tersebut menyebutkan perkara jihad dan khilafah itu merupakan ajaran dan syariat Islam yang ada didalam kitab suci umat Islam.

“Jihad dan khilafah bagian dari syariat dan ketentuan yang ada dalam Al-Qur’an sebagai kitab suci agama Islam,” papar Harun.

Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM) Sulawesi Tengah itu juga menghimbau dan mengajak umat Islam untuk melakukan perlawanan melalui jalur hukum, diantaranya dengan dasar Pasal 29 UUD 1945 yang telah menggariskan bahwa Negara menjamin setiap warga negara untuk menjalankan syariat agamanya masing-masing.

BACA JUGA  Jalani Rapid Test di Lapas, Habib Bahar Negatif Corona

Masih kata Harun, bahwa adanya skenario global yang diadopsi rezim untuk menjatuhkan umat Islam dari ajaran agama Islam sehingga dimasa depan umat Islam sudah tidak berani mengaku beragama Islam.

“Jika sudah diberlakukan maka saya menghimbau dan mengajak umat Islam untuk melakukan perlawanan hukum dengan pijakan yuridis,” pungkasnya.

Reporter: Salam Abdurrahman
Editor: Rusydan Andul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

AS Dikabarkan Akan Tarik Empat Ribu Pasukan dari Afghanistan

Washington saat ini masih menempatkan sekitar 13.000 tentara di Afghanistan. Taliban meminta penarikan seluruh pasukang asing sebagai syarat damai.

Senin, 16/12/2019 09:10 0

India

Protes Tolak UU Kewarganegaraan India Terus Berkobar, 6 Tewas

"Assam akan terus memprotes. India adalah negara demokratis dan pemerintah harus mendengarkan kami," kata Karan Milli, salah satu demontran yang rekannya tewas.

Senin, 16/12/2019 08:41 0

Afrika

Negara-negara Sahel Kembali Minta Dukungan Internasional Hadapi Jihadis

para pemimpin negara G5 itu meminta komunitas internasional untuk "memperkuat dukungannya" dalam menghadapi "ancaman jihad". Mereka mengulangi permintaan PBB untuk memperkuat mandat pasukan militer gabungan dan internasional di Mali.

Senin, 16/12/2019 08:17 0

India

Protes di India Merebak Usai Dua Demonstran Mati Ditembak

Protes di India terhadap undang-undang anti-Muslim tentang kewarganegaraan baru menyebar ke wilayah lain pada hari Jumat, sehari setelah dua orang ditembak mati oleh polisi di timur laut negara itu.

Sabtu, 14/12/2019 16:05 0

Afrika

Khalifa Haftar Seru Pasukan Ambil Alih Tripoli

"Waktunya telah datang untuk serangan luas dan total yang diharapkan oleh setiap warga Libya yang bebas dan jujur," kata Haftar menyatakan dalam pidato yang disiarkan televisi, Kamis (12/12/2019).

Sabtu, 14/12/2019 15:00 0

Afrika

Inspiratif, Ilmuwan Kenya Produksi Bahan Bangunan dari Limbah Plastik

Dia berpikir tentang mengelola tumpukan ember, botol, dan jerigen plastik yang dibuang oleh penduduk, hotel, toko, dan sekolah.

Sabtu, 14/12/2019 14:21 0

Eropa

Unggah Post Soal Uighur, Mesut Ozil: Umat Nabi Muhammad Bungkam

Ia mempertanyakan diamnya umat dan negara-negara muslim dalam menyikapi penganiayaan yang terjadi di Turkistan Timur.

Sabtu, 14/12/2019 12:04 2

India

Protes UU Kewarganegaraan Anti Muslim, Ribuan Mahasiswa India Bentrok dengan Polisi

Para pengunjuk rasa menyerang mobil-mobil di ibukota, dan beberapa orang terluka dan dibawa ke rumah sakit.

Sabtu, 14/12/2019 09:06 0

Asia

AS Ajak Sekutu Asia Tenggara Hadapi Tiongkok

"Saya katakan kita bersaing dengan China, tetapi ini tidak berarti konflik. Kami akan bekerja sama dalam hal apa yang dapat kami kerjakan, dan kami akan bersaing dalam apa yang harus kami lawan,” ujar Aquliono.

Sabtu, 14/12/2019 08:44 0

India

PBB: UU Kewarganegaraan Baru India Diskriminasi Warga Muslim

"Kami prihatin bahwa (amandemen) Undang-undang Kewarganegaraan India tahun 2019 pada dasarnya bersifat diskriminatif," kata Jeremy Lawrence, juru bicara hak asasi manusia PBB, dalam siaran pers di Jenewa.

Sabtu, 14/12/2019 07:58 0

Close